
Setelah beberapa jam perjalanan truk itu kemudian berhenti di perempatan jalan.
Karena arah mereka yang berbeda leon dan ayana memilih turun di perempatan tersebut.
Karena rumah nenek nya aliza tidak jauh dari dari sana, ayana mengajak leon untuk ikut dengannya agar sopir nya aliza bisa mengantar kan leon ke rumah nya.
"kau ikut lah dengan ku, temanku mempunyai mobil dia bisa mengantar mu nanti"
"hmm baiklah, karena rumah ku masih jauh dan hp ku mati daya aku akan ikut dengan mu dulu"
"kau lihat rumah yang ada pagar itu, itu adalah rumah aliza temanku" ucap ayana sambil berjalan
"ay apa kau masih ingat saat pertama kali kita bertemu" memandang ayana.
"Ya saat itu kau sangat menjengkel kan, aku tidak menyukai nya"
"apa kau masih membenci ku, saat itu aku hampir saja melepaskan kerudung mu"
"ya aku sangat membenci mu, tapi sekarang tidak"
"ay maukah kau berteman dengan ku"
"baik kita akan saling berteman, senior"
Mereka berdua saling menceritakan tentang kehidupannya satu sama lain.
Dan sampai lah di rumah nenek nya aliza.
Terlihat rumah itu terkunci dan suasana yang sunyi.
Ayana yang heran kemana mereka semua dan ia pun memencet bel yang ada di dinding.
Ting tong... bunyi suara bell rumah aliza.
Karena bell pertama tidak ada tanda-tanda seseorang akan membukak kan pintu, ayana memencet bel sekali lagi.
Bel kedua terdengar sesorang yang hendak membukak kan pintu.
"iya tunggu sebentar" suara serli.
Betapa terkejut nya serli saat melihat orang yang ada di luar. Orang yang ia rindukan selama beberapa hari kini muncul di hadapan nya.
Sahabat nya yang hilang di hutan saat acara perkempingan kini pulang dengan keadaan selamat.
"Assalamualaikum" ucap ayana memberikan salam.
"w..alaikum salam, ay ini kamu"
Serli yang tidak percaya dengan kedatangan ayana langsung memeluk nya dengan erat.
"hiks hiks hiks.. aku merindukan mu ayana"
"aku juga merindukanmu serli" ayana membalas pelukan serli.
Serli yang tidak sabar untuk memberi tahu kan kepada aliza tentang kepulangan ayana
__ADS_1
"Aliza lihat siapa yang datang"
Aliza melihat ke arah luar dan tentu saja ekspresi nya sama dengan serli.
"ayana" teriak aliza dari dalam rumah berlari sambil memeluk sahabat nya yang hilang.
"ay aku merindukan mu, kamu hilang kemana hiks hiks"
aliza memeriksa tubuh ayana memastikan tidak ada yang terluka.
"ay apa kamu baik-baik saja, apa ada yang terluka hah"
"aku baik-baik saja aliza sahatku"
Kedatangan leon tidak di hirau kan oleh serli dan aliza walau sekedar menoleh.
"Hmm apa kalian tidak menanyakan keadaan ku"
"hey, siapa yang mau dengar tentang mu,
bukankah kau sangat membenci kami, kenapa kami harus tau tentang mu" ucap serli dengan kesal.
"karena aku akan menjadi teman kalian" jawab leon dengan senyuman.
"apa" sarli dan aliza heran.
"aku aka menceritakan nya di dalam, ayo masuk"
Aliza dan serli menghidangkan air untuk ayana dan leon dan tidak lupa dengan cemilan.
"kalian tau saat kami tersesat di hutan, kami menemukan sebuah rumah, disana ada seorang nenek tua bersama cucu nya"
"dan kami menginap disana beberapa saat" sambung leon.
"benarkah, pasti sangat menyenang kan" serli
Ayana mengangguk sambil berkata "iya, disana sangat indah dan suasana nya sangat damai"
"kalian tersesat tapi seperti pergi tamasya saja" seka aliza sambil tertawa
"aku rasa nya juga ingin kesana, andai kami juga ikut tersesat dengan kalian saat itu"
"kalau kalian juga ikut tersesat mungkin akan beda lagi cerita nya"
Kesedihan pun berlalu kini mereka tertawa riang sambil bercerita.
"oh ya nenek dan kakek dimana, aku tidak melihat nya dari tadi" tanya ayana sambil melihat di sekitar nya
"ah aku lupa memberi tahu mu, beberapa minggu ini nenek dan kakek tidak ada di rumah, mereka pergi ke rumah saudara kakek yang sedang sakit" jelas aliza.
"leon apa kau tidak akan pulang ke rumah mu" tanya serli.
"aku kira kakek ada di rumah jadi bisa mengantar nya pulang" ayana
"ya, hp sekarang mati jadi bisa aku meminjam hp mu" leon.
__ADS_1
Aliza meminjam kan hp nya kepada leon agar ia bisa menghubungi seseorang untuk menjeput nya.
Saga, ia menghubungi saga untuk menjeput nya. Leon memberikan alamat rumah aliza kepada saga.
Beberapa menit kemudian saga pun datang dengan mobil sport nya berwarna putih.
Aliza membukak kan pintu dan mempersilahkan saga masuk.
"Masuk lah" membukak kan pintu.
"hmm terimakasih"
Dengan penampilan saga yang memakai parka rambut yang disisir ke samping yang membuat nya semakin keren.
Banyak wanita tergila-gila pada nya namun ia tidak menghirau kan nya.
"hey, bagaimana kabar mu, apa baik-baik saja"
"ya aku okey" jawab leon
"tentu saja, bukan kah kamu seorang leon, tidak ada siapa pun yang berani menentang atau menyakiti mu bahkan hewan sekali pun"
Saga menjahili leon dengan kata-kata nya sehingga membuat leon kesal.
"tidak ada yang seperti itu"
Leon bergelut dengan saga sambil mencengkram tangan saga.
"sejak kau hilang, kakak mu sangat mengkhawatir kan mu, dia bahkan tidak bisa tenang"
"uhh aku sudah menduga nya,
aku pulang dulu terimaksih atas sajiannya"
Leon keluar sambil memberikan dadah kepada ketiga gadis itu.
"hmm aku pergi dulu" ucap saga sambil mengundur kan diri.
Mobil melaju sangat kencang melewati gerbang rumah aliza dan air mancur yang tersusun rapi serta dengan bunga-bunga yang indah.
****
Sesampai di kediaman leon yang bagaikan istana, seorang satpam memberikan salam hormat kepada mereka dan membukak kan pagar agar saga bisa memasuki mobil nya.
Setelah memakir kan mobil nya, saga dan leon langsung memasuki rumah tersebut dan di sambut langsung oleh para pelayan karena seorang tuan muda yang hilang kini telah kembali.
Salah satu pelayan memberikan kabar kepada kakak leon yang merupakan nyonya di keluarga tersebut karena ibu leon sudah meninggal dunia.
Leon adalah anak piatu, ayah nya seorang pembisnis, ia jarang dirumah dan seringkali pergi ke luar negri karena urusan pekerjaan.
Kini leon hanya tinggal bersama kakak nya yang bernama Chelsea yang berarti anggun.
Berusia 28 tahun berstatus tunangan seorang dokter.
Chelsea sangat menyayangi adik nya leon namun ia sangat tegas tentang kehidupan leon terutama dalam mendidik nya agar menjadi seorang pria sejati dan mandiri.
__ADS_1
Namun karena keras kepala nya leon kakak nya memberikan tangung jawab itu kepada seorang kepala pelayan yang sudah sangat lama mengabdi untuk keluarga mereka.