
Mendengar penjelasan dari ayana leon merasa frustasi ia bingung harus apa lagi.
"arrrrgh kenapa gue harus terjebak dengan lo sih, ya sudah begini saja lo cari dulu kayu bakar sana"
ayana pergi meninggalkan leon yang sedang memasang tenda dengan sangat kesal.
"ihh nyebelin banget tu cowok bukan salah aku juga karna gak bawa tenda, kan tendanya satu bertiga" kesal ayana sambil memungut ranting kayu dan mengumpulkannya.
Ayana pun kembali setelah selesai mengumpulkan ranting kayu itu, dan disana leon yang sudah siap memasang tenda untuk penginapan malam.
"sini kayunya biar aku yang hidupin" tegas leon mengambil batu yang ada di sisinya untuk menghidupkan api.
Leon terus mencoba tetapi tidak bisa menyalakan api tiba-tiba ayana berinitiatif untuk menghidupkan api dan mengambil batu dari tangan leon dan...
byurrrr....... api pun hidup dengan sekali gesekan.
Tiba tiba cacing di dalam perut leon berbunyi memberikan tanda bahwa ia sangat lapar dan mencari makanan di dalam tasnya.
"yahhh habis lagi, eh lo ada makanan gak gue lapar"
ayana mengambil cemilan yang ada di dalam tasnya dan memberikan kepada leon.
Leon pun menerima dan langsung memakannya tanpa berterima kasih.
"eh kamu ntar tidur dimana, kamu kan ngak bawa tenda" tanya leon
"aku akan tidur di luar" jawab ayana dengan cuek.
"kamu yakin, gimana jika binatang buas datang" tanya leon sambil menakuti ayana.
"kalau kamu tidak ingin memberikan tenda itu pada ku setidak nya jangan nakut-nakutin" ayana pun pergi mengambil daun-daun untuk alas tempat tidur nya.
"aku kan hanya menjelas kan nya kepada mu agar kamu selalu waspada"
ayana yang sedang kesal tidak merespon ucapan dari leon.
Leon yang merasa iba karena seorang gadis tidur diluar sedang kan ia tidur di dalam berinitiatif untuk membagi tendanya dengan ayana.
"hey kamu, karena aku lagi baik hati aku akan membagi tenda ku dengan mu cepatan masuk"
"gak usah, aku tidak mungkin tidur bersama dengan mu" tolak ayana
"heh jangan keras kepala cepatan masuk sebelum aku berubah pikiran"
"gak mau, aku tidur di luar saja"
__ADS_1
"kamu jangan khawatir tenda ini ada pembatasnya, itu lebih baik bukan jadi kamu jangan cemas jika tidur bersama ku, lagian gue ngak tertarik dengan kamu jadi jangan GR"
Mendengar penjelasan dari leon ayana merasa sedikit tenang dan masuk ke tenda milik leon yang sudah di pasang pembatasan.
"makasih" singkat dan padat yang keluar dari mulut ayana di balik pembatasan yang masih terlihat oleh leon karena pembatasan itu sangat tipis yang masih bisa melihat samar-samar ke arah mereka.
Ayana yang merasa gerah di dalam tenda karena hijabnya ingin rasanya ia membuka hijab nya tapi ia juga takut jika leon melihatnya.
"saya mau melepaskan hijab saya mohon agar anda tidak melihatnya" kata ayana
Namun leon tidak menjawab perkataan dari ayana mungkin ia sudah tidur karena sangat kelelahan.
Ayra pun melepaskan hijabnya dan membiarkan rambut panjang nya itu ter urai.
Malam pun larut dengan keheningan hanya terdengar suara ombak seakan-akan menyanyikan suara tidur untuk mereka.
****
Disisi lain tim dari leon sudah sampai di tempat tujuan karena pada saat gajah mengejar leon dan ayana mereka langsung memanjat pepohonan agar jika gajah nya kembali mereka akan aman.
Serlin dan aliza yang tidak melihat ayana di timnya langsung khawatir.
"dimana ayana" tanya serli kepada tim dari ayana.
Namun mereka hanya diam dan menundukan kepalanya.
"pak kami di serang oleh seekor gajah liar saat itu kami berpencar menyelamat kan diri sedangkan leon dan ayana mereka berlari entah kemana"
Mendengar penjelasan dari mereka serli dan aliza langsung kaget jika teman nya itu kemungkinan sesat di hutan yang sangat luas itu.
"semuanya kita bantu untuk mencari leon dan ayana dan berkumpul disini, dan jangan sampai terpisah atau tersesat lagi, ingat ini hutan yang sangat luas!!! kalian paham!"
"paham" semua siswa pun mulai mencari leon dan ayana.
***
Saat tengah malam leon merasa sangat haus dan terbangun dari tidurnya. Saat hendak mengambil air di dalam tasnya ternyata air nya sudah habis dan berniat meminta sedikit air milik ayana dan untuk itu ia harus membangun kan ayana.
"hey wanita apa aku boleh meminta air mu sedikit saja" tanya leon di balik pembatas yang ia buat.
Karena tidak mendapatkan jawaban dari ayana leon langsung membuka pembatasan itu dan melihat rambut rambut panjang milik ayana yang biasa nya di tutup rapat oleh hijabnya.
Tanpa berpikir panjang leon langsung membangunkan ayana.
"hey wanita asing apa boleh aku meminta sedikit air mu" teriaknya langsung ke telinga ayana.
__ADS_1
Ayana langsung terbangun saat mendengar suara berisik.
"hey siapa itu, kenapa membangunkan ku...
ayana duduk dan saat membuka matanya...
"Aaaaaaa, kenapa lancang sekali mengintip seorang gadis yang sedang tidur"
ayana langsung meraih hijabnya yang dia letakkan di sampingnya.
"aku sudah membangunkan mu dari tadi, jangan salah kan aku jika kau tidak bangun"
"aku sudah memperingati mu semalam bahwa aku akan melepaskan hijabku, seharusnya kau mengerti itu"
"baiklah sekarang mana" sambil menyodorkan tangannya
"apa" tanya ayana bingung
"air!!, aku membangunkan mu karena itu, berikan aku air sedikit, air ku habis"
Lalu ayra mengambil air nya dan memberikan nya kepada leon. Dia melirik di jam tangannya ternyata hari sudah menunjukan waktu subuh, ia pun segera berwudhu dan sholat subuh di luar tenda.
Leon kembali tidur setelah selesai minum, ia tidak menghiraukan apa yang di lakukan oleh ayana, ia tau bahwa ayana sedang melakukan ibadah sesuai dengan agamanya.
waktu fajar telah berlalu dan matahari pagi membuat hari-hari ayana penuh dengan semangat untuk mencari jalan keluar dari hutan tersebut.
Ia melihat dari luar tenda bahwa leon mungkin saja masih tidur dan hendak membangunkannya agar tidak membuang waktu.
"apa kita bisa pergi sekarang mataharinya mulai terik" ayana membangunkan leon dengan sedikit gugup.
Tanpa di sadari leon langsung menarik tubuh ayana yang mungil ke pelukannya.
Ayana langsung kaget dan mendorong dada leon tapi leon sangat erat memeluk tubuhnya.
"lepaskan aku leon, apa yang kamu lakukan, lepaskan!!" ayana terus memukul tubuh leon.
Namun leon sangat ingin menjahili ayana sampai dia sangat marah.
"aku mau lihat apa kau bisa keluar dari pelukanku hm"
leon terus memeluk ayana dengan postur tubuh terlentang sehingga membuat ayana kesulitan melepaskan tubuhnya dari leon.
"tolong lepaskan aku, atau aku akan sangat marah pada mu" memperingati leon
"baik lah, kali ini aku akan melepaskanmu,
__ADS_1
tapi lain kali jika aku mendapatkan dirimu lagi aku pastikan tidak akan melepaskanmu" kata leon sambil tersenyum nakal yang membuat ayana menelan ludah nya.