
Mendengar kabar bahwa leon sudah pulang, chelsea yang berada di dalam kamar langsung berlari melihat sang adik yang hilang tidak ada kabar itu.
"Leon" teriak chelsea dari tangga atas.
Bukan nya memeluk sang adik chelsea malah menarik telinga leon sehingga membuat telinga nya merah.
"aww sakit" mengusap telinga yang memerah.
"kalau mau menghilang, pergi saja sendiri, kenapa harus membawa anak gadis orang"
Chelsea yang tadi nya terlihat sangat bahagia atas kepulangan leon langsung berubah memarahi nya.
"siapa yang membawa nya, aku hanya menyelamati gadis itu, bukan kah kakak senang jika aku menyelamati seorang gadis yang hampir di amuk seekor gajah"
Selama ini chelsea mengajari leon bagaimana cara menghargai seorang wanita. Tapi karena ego dan gengsi nya leon sangat tinggi ia tidak mau melakukan hal itu, sehingga membuat kakak nya sangat kecewa.
Arsel telah menipu ku, hmm lihat saja nanti aku akan beri dia pelajaran. gumam chelsea kesal karena arvin telah memberikan kabar palsu tentang adik nya yang hilang.
"baiklah- baiklah bukankah adik ku sangat lapar, pelayan siap kan makanan untuk leon"
Chelsea membawa adik nya ke meja makan seperti membawa seorang anak kecil.
Selesai makan leon pergi ke kamar nya untuk istirahat, begitu pun dengan saga ia sudah menganggap rumah leon seperti rumah nya sendiri.
Karena ayah leon adalah paman nya saga oleh karena itu saga sangat dekat dengan keluarga nya leon.
Saga mengikuti leon ke kamar nya untuk bersantai lalu mengabari teman-temannya bahwa leon sudah kembali.
Saga meraih hp di dalam saku nya dan mengirim pesan ke tema nya lewat grup F4.
"kalian dimana" saga mengirim pesan.
"gue sedang bersenang-senang dengan para cewek nih" Arvin membalas pesan.
"ada apa saga" Arsel.
"saga kembali" pesan singkat saga
Setelah membaca pesan dari saga, Arvin dan Arsel langsung berangkat menuju rumah leon.
Mobil melaju dengan sangat kencang hingga mereka sampai di rumah leon.
Pelayan membukak kan gerbang utama untuk mobil mereka berdua masuk dan melalui taman yang sangat luas.
"apa leon beneran sudah pulang" tanya arvin kepada salah satu pelayan yang sedang membersih kan ruang tamu tersebut.
"iya tuan, tuan muda sudah pulang, dia sekarang ada di kamar"
Arvin dan Arsel pergi menuju kamar.
Saat arsel hendak melangkah kan kaki nya ke sebuah tangga, tiba-tiba kakak nya leon berteriak memanggil arsel.
"hmm seperti nya ada seseorang yang memberikan kabar yang salah tentang leon kepada ku, bukan kah begitu arsel"
__ADS_1
Chelsea yang sudah siap dengan tongkat nya.
"hai kak chelsea, apa kabar" basa-basi arsel.
"um aku baik-baik saja tapi tidak dengan mu" sambil tersenyum licik.
Arsel yang mengerti maksud dari senyuman chelsea dan tongkat yang di tangan nya tentu saja dia akan melakukan aksi yang sering di lakukan nya kepada mereka bertiga.
Arsel memberikan kode kepada arvin berharap mendapatkan pertolongan, namun arvin tidak mau terlibat dengan tingkah konyol nya arsel.
"semoga selamat" ucap arvin menggoda arsel dengan tertawa terkekeh.
Arvin langsung berlari meninggal kan arsel yang akan di amuk oleh chelsea dan pergi ke kamar leon.
"ehh mau kemana!!" chelsea
rasakan ini pukk.....pukk...
"aww...kakak maaf kan aku kakak" sambil menghindar pukulan dari chelsea
dan ini pukk....
"inilah akibat nya jika berbohong pada ku"
Saat chelsea hendak memukul arsel dengan tongkatnya, arsel langsung kabur dan pergi ke kamar leon.
"dadah kakak aku menyayangi mu" berbalik badan sambil melambai kan tangan ke chelsea.
"baiklah kau boleh pergi, hukuman mu sudah selesai lain kali jangan ulangi, ingat!!"
***
"dimana leon" arsel.
"sedang mandi, kelihatan nya perkelahian tadi sangat seru ya" ucap arvin tertawa mengejek.
Saga yang sudah tau akan kejadian itu hanya diam karena saat chelsea mengatakan hendak menghukum arsel, saga ada disana.
"seru apa nya, kau itu kawan ku apa bukan!"
"ya ya ya!" arvin.
Seorang pelayan pun datang dengan membawa kan sebotol minuman anggur dan menyajikan nya ke dalam gelas.
"uh mari kita minum" arsel.
"bersulang" ucap arvin yang diikuti oleh saga dan arsel.
Arsel dan arvin memang sangat suka dengan minuman beralkohol walaupun begitu bayak yang ia minum namun tidak membuat nya pusing.
Tidak hal nya dengan saga, ia hanya minum seteguk atau dua teguk saja karena jika terlalu banyak minum maka akan membuat nya pusing.
Arvin yang melihat leon keluar kamar mandi langsung menghampirinya.
__ADS_1
"bagaimana kabar mu" sambil merangkul pundak leon.
"hmm baik" leon.
"dan ayana" tanya arsel.
"kenapa, apa kau mengkhawatir kan nya" leon.
"tentu saja, bukan kah kau menghilang bersama nya" arsel yang tertawa receh.
"kau menghilang begitu lama, apa yang terjadi pada mu" arvin.
"hmm bukankah ada ayana, tentu saja dia yang merawat si anak manja itu" ucap saga sambil memain kan biliard.
"tidak!! kami menemukan sebuah rumah lalu menginap dan kami pulang" leon
"itu saja" arsel.
"apa lagi yang mau kau dengar!!"
Saga yang mulai bosan dengan situasi langsung pamit pulang karena baginya tidak ada hal yang lebih baik selain ketenangan.
"baiklah semuanya aku akan pulang duluan, sampai jumpa"
Saga pun menghilang dari tempat itu dan tinggalah arsel, leon, dan arvin.
****
Dirumah nenek aliza.
Ayana, serli dan aliza sedang asik mengobrol.
Ayana meraih leptop nya dan memasuk kan memori yang ada di kamera yang waktu itu ia bawa saat perkempingan.
Beberapa kenang-kenangan sudah ia simpan ke dalam memori itu.
Lalu memperlihatkan nya kepada serli dan aliza.
Foto saat ia membuat kue dengan kyara, foto berkumpul dengan nenek dan leon, dan vidio saat memetik buah yang ada di hutan pada saat itu dan masih banyak kenangan lainnya.
Jam menunjuk kan pukul 20.00 WIB waktu nya mereka untuk menunaikan sholat isya sebelum pergi tidur.
"Mari kita sholat dulu teman-teman" ajak ayana.
"yah, bukankah kita harus bagun pagi untuk pergi ke sekolah besok" aliza
Mereka mengambil wudhu secara bergantian.
Rakaat pertama.....
Rakaat kedua.....
dan tiba saat nya sejud tarkhir..lalu salam.
__ADS_1
Berdoa dan memohon kepada yang maha kuasa agar doa yang di ucap kan akan di kabulkan.