
Jam 2 siang serli dan aliza sudah menunggu saga, arsel, dan arvin di taman hiburan. tidak lama akhirnya yang ditunggu-tunggu pun sudah datang.
"apa kalian sudah lama menunggu" tanya saga.
"tidak" aliza
"kalau begitu ayo kita bermain" kata arsel dengan semangat.
Mereka berlima memulai permainan yang ada di taman hiburan. Dimulai dari permainan Roller coaster, komedi putar, bianglala, dan sky swinger.
Setelah selesai bermain mereka pun pergi makan di cafe.
"kita pergi makan yuk aku sangat lapar" kata arsel sambil mengelus perutnya.
Serli dan aliza menaiki mobil mewah milik saga yang di kendarai oleh arvin.
"hey cafe itu saja orang bilang makanan nya sangat enak" kata arsel.
Mereka pun berhenti di depan kafe tersebut dan memesan makanan.
"kalian mau makan apa" tanya saga sambil melihat menu yang ia pegang.
"kalian saja yang milih" aliza menyarankan agar mereka saja yang pilih menu.
"gimana kalau kita pesan pizza jumbo aja itu sangat mengenyang kan" jawab arsel.
Akhirnya mereka memutuskan untuk memesan pizza jumbo dengan minuman jus.
***
Setelah pulang memetik buah, leon langsung bergegas untuk mandi di sungai karena merasa badan nya sangat lengket karena keringat.
Mengingat bahwa leon adalah anak orang kaya tentu saja ia sangat peduli tentang kebersihan dirinya.
Sedangkan ayana langsung mengolah buah-buahan yang mereka petik menjadi kue.
"kakak mau membuat apa" tanya kyara sambil mengupas buah-buahan itu.
"kakak mau membuat kue yang sangat lezat kyara pasti suka" jawab ayra sambil mengaduk adonan.
"asikk pasti sangat lezat kalau kakak yang buat"
"kyara boleh kakak tanya sesuatu"
"iya kakak mau tanya tentang apa"
"kyara tau ngak jalan keluar dari hutan ini"
"kalau soal itu kakak langsung tanya ke nenek saja, nenek pasti tau"
" hmm, kyara pernah keluar dari hutan ini"
"tidak, kyara dari kecil udah tinggal disini"
Ayana pun menyudahi percakapan mereka dan mulai mencampuri buah-buahan itu dengan adonan yang sudah siap.
__ADS_1
Saat leon menyudahi mandi nya ternyata dia lupa membawa pakaian ganti nya dan hanya memakai handuk saat memasuki rumah.
"ay lagi buat apa" tanya leon yang masih memakai handuk.
"astagfirullahalazim leon mana baju nya, kenapa gak pake baju" tanya ayana sambil mengalih kan pandangan nya.
" tadi lupa bawa baju nya" sambil memakan buah yang sudah di potong ayana.
"sana pake baju dulu, gak malu apa"
"malu apa nya aku ini cowok ay, kan ngak aurat"
"tau apa kamu tentang aurat"
"ya dikit-dikit"
Leon akhirnya pergi mengganti pakaian karena ayana ngeloceh terus. Sejak leon berdiri di depannya, ayana tidak melihat sedikit pun roti sobek milik leon yang sangat sempurna itu. Bahkan ia menunduk kan pandangannya.
"kyara waktu nya kita panggang kue"
Ayana memanggang kue dengan alat tradisional yang dimiliki oleh nenek nya kyara dengan menggunakan api dari kayu.
Setelah kue nya matang ayana pun mengangkat kue tersebut dan meletakkannya di atas piring lalu menghiasi nya dengan buah yang sudah di potong tersebut.
"yeey kue sudah siap, sekarang kyara boleh mencoba nya"
"No, kita makan bersama-sama ya" jawab ayana sambil membawa kue itu keluar untuk dinikmati semua orang.
Kyara dan ayana membantu nenek keluar kamar untuk menikmati kue yang sudah di buat ayana dan kyara.
"gimana rasa kue nya nek" tanya kyara
"kue nya sangat enak nak ayana pintar sekali membuat nya" pujian dari nenek.
"ayana tidak sendirian nenek, kyara yang membantu ayana" jawab ayana melirik ke arah kyara
"oh ya cucu nenek sangat hebat" sambil mengusap rambut kyara.
Kyara langsung tertawa mendengar pujian dari neneknya.
Sedang kan leon tidak menyentuh kue tersebut sehingga membuat semua orang kebingungan.
"kamu kenapa leon, kok ngak dimakan kue nya"
tanya ayana sambil mengambil sepotong kue yang hendak dimakan nya namun leon menarik tangan ayana dan memakan kue tersebut.
Sehingga membuat ayana terkejut karena secara tidak sengaja ia telah menyuapi leon dengan tangan nya sendiri.
"Awwwh apa yang kamu lakukan"
Ayana berteriak karena leon menggigit tangannya.
"siapa suruh melamun"
"aku tidak melamun" jawab ayana mengalih kan pandangannya.
__ADS_1
Melihat adegan tadi nenek mengira bahwa mereka sedang pacaran.
"nak apa kalian berpacaran" nenek.
"ah tidak nenek, kami hanyalah satu sekolah leon adalah senior ku"
ayana memberikan penjelasan agar nenek itu tidak salah sangka.
"kenapa tidak, kalian itu sangat cocok"
"nek, kami sangat berbeda terutama dalam kepercayaan." leon.
"nek apa aku beloh bertanya sesuatu" ayana.
Nenek hanya mengangguk isyarat bahwa boleh.
"Mm apa nenek tau jalan keluar dari hutan ini" tanya ayana penuh harapan.
"apa kalian mau dengar kisah masa lalu nenek"
"boleh, kami akan mendengarkannya" ayana.
Aku mempunyai anak laki-laki ayahnya kyara, dia sangat kaya pada saat itu dan sangat cerdas sehingga pada usianya 10 tahun ia sudah mengenal dunia bisnis bersama ayah nya. Namun tragedi buruk menimpa suami ku dan ia meninggal meninggal. Dan saat itu yudha(nama ayah nya kyara) bertekat untuk membahagia kan aku dengan kemampuan yang ia miliki. Akhirnya pada usianya yang ke 27 tahun semua impiannya menjadi kenyataan dan menikah dengan seorang gadis lalu mereka mempunyai seorang anak yaitu kyara.
Yudha sangat baik pada karyawannya dan salah satu nya kepada sekretarisnya, sehingga sekretarisnya memanfaat kan keadaan itu dan bekerja sama dengan perusahaan yang bersaing dengan perusahaan yudha dan membuat kondisi perusahaan yudha bangkrut.
Mengetahui hal itu yudha sangat marah dan pergi bersama orang kepercayaan nya ke suatu darmaga dimana itu adalah persembunyian dari orang yang menghianati nya dan terjadilah pertempuran yang sangat besar dan kehilangan banyak nyawa terutama istrinya yudha, mereka menangkap dan membunuh nya sebelum mereka di bunuh.
Lalu para penjahat itu memerintahkan anak buahnya untuk menangkap aku dan kyara yang masih berusia dua bulan, karena tidak ingin kehilangan kami lagi, yudha menyembunyikan kami di sebuah hutan yang tidak akan seorang pun mengetauhinya.
Lalu yudha membangun sebuah rumah di hutan ini agar kami tetap aman. Dia membuat pintu rahasia yang hanya diketahui oleh aku dan yudha.
"Lalu di mana paman yudha itu sekarang nek" tanya ayana penasaran.
"setelah kejadian itu, dia tidak kembali lagi entah kemana, nenek hanya keluar sesekali."
"nenek akan menunjuk kan pintu rahasia itu pada kalian tapi kalian disini dulu beberapa saat lagi ya, sejak kalian disini kyara merasa sangat senang jadi kalian disini dulu beberapa waktu lagi ya, nenek mohon pada kalian"
"aku dan leon akan berada disini beberapa waktu lagi, iya kan leon" ayana melirik leon agar mengiyakan perkataannya.
"eh,,i..ya kita akan disini"
"kalian baik sekali, baiklah nenek ke kamar dulu ya mau istirahat"
Melihat nenek yang sudah pergi leon menarik tangan ayana keluar dengan sangat keras.
"aww sakit leon" ayana meringis kesakitan.
"kenapa kamu memutuskan seenak nya saja, aku tidak mau tinggal disini lagi, kita harus pergi sekarang"
"tidak leon, dengarkan aku dulu, apa kamu tidak kasihan dengan nenek dan kyara mereka hanya berdua disini, kita disini sebentar lagi ya"
"baiklah tapi hanya sebentar, setelah itu kita akan pergi"
Akhirnya ayana bisa membujuk leon dan tinggal di hutan itu beberapa waktu lagi.
__ADS_1