
Diruangan 11.
Setelah beberapa menit, ayana tersadar dari pingsan nya.
Serli yang mondar-mandir dari tadi karena khawatir dengan keadaan ayana dan aliza yang selalu memberikan minyak angin kepada ayana.
" serli, lihat ayana sudah sadar"
Senyum lebar terukir dari bibir serli dan aliza.
"aw kepala ku sakit sekali" ayana memegang kepala nya.
Aliza membantu ayana untuk bangun dan memberikan segelas air putih agar tubuh nya menjadi rileks.
Kejadian waktu preman membawa nya ke kamar dan hendak meleceh kan dirinya membuat ayana ketakutan.
" ayana " serli mencoba menyadar kan ayana dari lamunan nya.
"s...e...rli o-rang itu, serli aku takut sekali" ucap ayana yang ketakutan.
"ay jangan khawatir, orang nya sudah pergi hm"
"aku ingat saat orang itu hendak memp**kosa saat itu leon datang kan"
Ayana mencoba mengingat kejadian saat leon datang namun karena efek obat itu telah bekerja ia tidak bisa mengingat selain itu lagi.
"tidak ay, dia tidak melakukan itu pada mu tapi leon..."
Serli ragu akan melanjutkan ucapan nya, ia tidak ingin jika mendengarkan penjelasan nya ayana akan semakin hancur.
"serli kita harus mengatakan nya pada ayana, dia harus tau yang sebenar nya" serli
"tapi za.."
"ay sebenarnya kamu selamat dari para preman itu, tapi tidak dengan leon, karena waktu itu kamu dalam pengaruh obat sehingga leon tidak bisa menahan hasrat nya dan dia...."
"kenapa?"
"Hmm.. dan dia menyentuh mu, t-tapi dia tidak merenggut keperawanan mu"
Dari penjelasan aliza tadi ayana mengerti bahawa leon memang sudah menyentuh nya.
Air mata langsung berderai disaat yang bersamaan leon sudah berdiri di balik pintu, ia kemudian menghampiri ayana
Leon berlutut di hadapan ayana yang sedang duduk di ranjang.
"ayana, aku minta maaf, aku khilaf ay"
__ADS_1
"ini adalah cobaan yang diberikan Allah kepada ku, ini semua salah ku, aku yang tidak bisa menjaga diri hiks hiks hiks"
Air mata kembali berlinang, leon sangat menyesal apa yang telah ia perbuat.
"ayana aku akan bertanggung jawab"
Leon menatap kedua mata ayana menunjuk kan bahwa yang ia katakan itu serius.
Melihat ayana tidak bisa menjawab ucapan dari leon, aliza menjelaskan kepada leon bahwa dia harus mengambil keputusan yang bijak.
"leon kamu sadar apa yang barusan kamu katakan" aliza memastikan.
"aku telah menyentuh ayana, jadi aku harus mempertanggung jawabkan semua itu"
"leon ini semua tidak sepenuh nya salah kamu, aku juga bersalah, jadi kamu tidak perlu melakukan itu semua"
Dalam hal ini ayana berpikir bahwa diri nya juga bersalah karena tidak bisa menjaga dirinya sendiri, dan disisi lain ayana tidak ingin merenggut leon dari semua nya termasuk kepercayaan yang diyakinin leon.
"ayana kita memang belum dewasa untuk ini semua, beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku pantas menjadi pendamping mu"
"leon kenapa kamu nekat sekali, ayana udah beri kamu peluang untuk keluar dari masalah ini lho"
serli yang heran dengan tingkah leon, jika dia ingin bertanggung jawab maka dia harus pindah kepercayaan nya dan menjadi imam nya ayana.
"leon aku tidak mengingat mu dalam bentuk kesempatan, jika kamu ingin pergi aku tidak akan menuntut nya, tapi jika kamu ingin melangkah maju aku akan menantikan nya"
"terimakasih ayana"
"karena ini sudah malam kalian sebaik nya tidur disini saja, atau kalian ingin pindah kamar aku akan mengatur nya, gimana?"
"oh ngak usah kita disini saja" ayana
"baiklah, aku pergi dulu"
"tapi sebaik nya kamu ambil pilihan pertama itu mungkin lebih baik untuk mu" (pilihan menyerah atau berjuang)
"kita lihat apa yang akan terjadi"
Dengan senyuman leon pergi meninggal kan ayana. sekarang ia sudah sedikit lega dengan perkataan ayana
***
Saga, arsel dan arvin pergi ke gudang dimana para preman itu di tahan. Tidak ingin membuang waktu mereka terus menyelidiki siapa pelaku tersebut.
Para anak buah leon sudah menjaga pria itu dan mengikat nya.
"bagaimana apa dia mengatakan sesuatu?" tanya arvin kepada anak buah leon.
__ADS_1
"maaf tuan, mereka tidak mau membuka mulut walau kami memaksa nya"
"kuburan atau rumah sakit, kau bisa memilih salah satu di antara kedua pilihan tersebut" ancaman arsel.
"cih.. kami tidak akan memberi tahu mu siapa yang membayar kami"
"aku rasa ini saat nya mencoba jurus karate terbaruku"
Arsel menghajar kedua preman itu dengan jurusan karate nya. Pemegang sabuk warna hitam cukup mudah baginya untuk melawan musuh-musuh nya.
Tidak sanggup menahan siksaan, akhir nya para suruhan itu membuka mulut dan mengatakan siapa yang sudah membayar nya.
Saga, arsel dan arvin tidak habis pikir, ternyata yang telah menjebak ayana adalah masa lalu nya leon.
Yang dulu pernah gagal bertunangan dengan leon kemudian keluarga nya pindah ke london untuk melanjutkan bisnis nya.
Tidak di sangka mantan tunangan nya bisa bertindak serendah ini hanya untuk mendapatkan leon kembali.
Saga, arsel dan arvin memandang satu sama lain.
"apa yang kalian pikirkan sama dengan ku" tanya arvin dengan senyuman jahat.
"tentu saja, mari kita beri wanita itu pelajaran yang tidak akan dia lupakan" arsel.
Mereka bertiga mencari tentang keberadaan monica dan memberikan perhitungan apa yang telah ia lakukan kepada ayana.
***
Pagi hari nya saat usai acara pesta pertunangan itu semuanya kembali tenang hanya chelsea yang belum mengetahui kejadian semalam.
Leon mengajak ayana dan teman-teman nya untuk sarapan pagi di meja makan.
"ayana mari kita sarapan pagi bersama"
Ucap leon di depan pintu.
"iya, kamu duluan saja nanti kami nyusul"
jawab ayana yang masih di dalam kamar karena tidak berani memandang leon karena kajadian kemaren yang membuat nya kehilangan kepercayaan diri.
chelsea yang sudah duduk di meja makan bertanya kemana leon barusan.
"Leon kamu dari mana, itu jalan keruang tamu, ngapain?"
"memanggil ayana untuk gabung sarapan bersama kita". jawab leon cutek.
"lho ayana masih disini, kok kakak ngak tau ya"
__ADS_1
"kak cerita nya panjang, nanti leon ceritain"