
Ana dan Pras sedang bermain bersama kedua buah hati mereka di teras rumah. Mereka terlihat sangat bahagia, seperti keluarga yang harmonis pada umumnya. Semua cobaan rumah tangga sudah mereka lewati bersama. Tinggal bagaimana mereka harus mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka.
"Selamat sore."
Sapaan dari seorang wanita menghentikan keseruan mereka bermain. Pras dan Ana sama-sama menoleh ke sumber suara. Seorang wanita yang mereka kenal berdiri tidak jauh dari mereka.
Ana yang mengenal wanita itu pun mendekatinya. "Selamat sore, Yuna. Ada apa?" tanyanya.
"Maaf jika mengganggu kalian," Yuna tersenyum simpul. "Aku hanya ingin bertanya, apakah Rafka pernah menghubungi kalian setelah persidangan waktu itu?" tanya Yuna.
"Tidak. Lagi pula Rafka tidak tahu nomorku begitu pun aku. Mas Pras yang menyimpan nomornya," jawab Ana jujur.
"Ada apa memangnya?" tanya Pras.
"Ayo duduk dulu," ajak Ana. "Ada apa dengan kalian?" tanya Ana saat melihat Yuna gelisah.
"Rafka pergi sejak setelah makan malam di rumah kalian, dan sampai sekarang dia belum kembali. Aku sudah mencoba menghubunginya berkali-kali tapi tidak ada jawaban. Chat yang kukirim pun tidak satu pun dia balas," cerita Yuna dengan wajah sendu.
"Apa kalian memiliki masalah?" tanya Pras.
"Mungkin ini salahku," aku Yuna. "Aku sering merendahkannya dengan mengungkit-ungkit jika dia bisa menjadi seperti sekarang karena jasa Papaku."
Pras menghembuskan napas. "Mungkin dia merasa tidak dihargai atau berharga. Jangan pernah mengungkit hal seperti itu meski itu kenyataannya. Bagi kami laki-laki, itu adalah harga diri kami," nasihat Pras.
"Aku tahu aku yang salah. Itu sebabnya, sejak kemarin aku ke sini, aku berusaha berubah demi dia. Tapi dia malah mengabaikanku," keluh Yuna.
"Dia sekarang sedang berada di mana?" tanya Pras.
"Sebelum pergi dia mengatakan jika akan ke Pontianak, ada kasus yang akan ditanganinya di sana. Kemarin Rifky datang untuk mengambil berkas yang tertinggal untuk dibawa ke Pontianak."
"Berarti sudah jelas dia berada di Pontianak," ucap Pras.
__ADS_1
"Tapi biasanya tidak selama ini, dan biasanya juga dia memberi kabar. Setidaknya membalas chatku," resah Yuna.
"Mungkin apa yang dikatakan Mas Pras benar, dia sedang dalam kondisi yang merasa tidak dihargai." Ana memberikan pandangannya.
"Lalu apa yang harus aku lakukan, An? Aku tidak mau kehilangan Rafka," tanya Yuna.
Ana berpikir sejenak. "Cobalah minta maaf padanya. Perbaiki sikapmu agar dia tetap di sisimu," saran Ana.
"Rancananya aku akan mengikuti saranmu agar Rafka kembali padaku. Tapi sampai detik ini dia tidak pulang."
"Tunggulah, mungkin dia benar-benar sibuk," ucap Pras.
"Tapi apa sesibuk itu sampai tidak sempat membalas chatku?" tanya Yuna sendu.
"Kamu yang sabar, Yuna. Atau mungkin kamu bisa menyusulnya ke Pontianak," saran Ana.
"Ah, ide bagus itu!" seru Yuna. "Kenapa aku tidak berpikir seperti itu ya?"
"Siapa, Mas?" tanya Ana.
"Tidak tahu," jawab Pras. "Halo ...." sapa Pras saat mengangkat ponselnya.
"...."
"Maaf, jika saya boleh tahu, ada apa ya?" tanya Pras.
"...."
"Baik, Pak. Saya dan istri saya akan ke sana," ucap Pras lalu menutup teleponnya.
"Siapa, Mas?" Kembali Ana mengajukan pertanyaan yang sama.
__ADS_1
"Dari kantor polisi. Dia mengatakan jika Una ingin bertemu kita berdua," jawab Pras.
"Mau apa dia ingin bertemu kita?"
**Cirebon, 11 April 2022
Segini dulu yaaa lagi uji coba 😆😆**
**Emak kasih tau cerita yang rekomended banget yaaa karya kak MPHOON yang berjudul JODOHKU DI DEOAN MATA
Blurb :
Eldren dan Aldrich adalah saudara kandung yang dibuang oleh keluarganya di suatu tempat.
Kemudian mereka ditemukan oleh sepasang suami istri yang rela menolong nya lalu menjadikan mereka sebagai anak adopsi yang sah.
Al dan El memiliki kisah cinta yang sangat berbeda, walaupun sikap Al terbilang lebih dingin.
Tetapi mereka tetap saling menyayangin satu sama lain, meskipun caranya memang terlihat sangat unik.
Bagaimana kehidupan El dan Al selanjutnya ?
Apakah mereka bisa menemukan cintanya dengan benar ? ataukah mereka salah orang.
Lalu balas budi apa yang mereka berikan pada keluarga adopsinya ?
Akankah El dan Al adalah tipe pria seperti kacang yang lupa pada kulitnya.
Mari kita simak cerita selengkapnya di bab berikutnya**.
__ADS_1