Kugoda Lagi Suamiku

Kugoda Lagi Suamiku
Godaan Tika


__ADS_3

Pagi hari yang cerah. Cahaya kuning Sang surya sudah mengintip dari celah tirai jendela. Dua insan masih berselancar di alam mimpi hanya tertutup selimut. Kicauan burung yang indah menyapa pagi tidak mereka hiraukan.


Ana menggeliatkan tubuhnya dengan mata yang masih terpejam. Matanya kini terbuka lebar, dan pemandangan pertama yang dilihatnya adalah wajah tampan Sang suami yang tidur memeluknya. Semburat merah menghiasi pipinya kala mengingat keperkasaan suaminya semalam.


Ditatapnya lekat wajah laki-laki yang berjuang untuk menghidupi dirinya dan kedua buah hati mereka. Laki-laki yang sudah memintanya dari kedua orang tuanya empat tahun lalu. Laki-laki yang sudah membuatnya menjadi ibu dari sepasang balita yang sangat luci dan menggemaskan.


"Apa semalam belum cukup, sampai pagi ini kamu terus menatapku?"


Suara itu membuat Ana terlonjak. Pras masih memejamkan matanya, dari mana dia tahu jika Ana sedang memperhatikannya? Apa Mas Pras pura-pura tidur?


Pras membuka matanya lalu tersenyum menawan, kemudiam mencium bibir Ana sekilas. "Morning kiss," ucapnya.


Tak ayal perbuatannya membuat semburat merah di pipi Ana semakin menjadi. Ana memilih bangun dan beranjak ke kamar mandi. Sebentar lagi pasti kedua anaknya memanggil-manggil.


Ana sudah rapi dan bersiap keluar hendak menemui Arzanka dan Arzetta saat Pras keluar dari kamar mandi. "Aku mau lihat Arzanka dan Arzetta dulu, Mas," pamitnya pada Pras.


"Iya, nanti aku nyusul," sahut Pras.


...🌹...


Pras sedang sarapan bersama keluarga kecilnya di lounge hotel. Mereka sesekali tertawa mendengar celotehan kedua balita yang sangat menggemaskan itu. Kedua balita itu sedang dalam masa kritis akan rasa ingin tahu mereka.


Ana dan Pras harus bergantian memuaskan rasa ingin tahu mereka tentang apa yang mereka lihat. Tapi tak sedikit pun suami-istri itu mengeluh. Mereka semakin tersenyum bahagia melihat rasa ingin tahu kedua buah hati mereka yang besar terhadap apa yang mereka lihat.


"Hai, Pras. Kenapa semalam tidak ke kamarku?" tanya Tika tanpa tahu malu menyela kehangatan suasana sarapan Pras dan keluarga.


Pras menggenggam tangan Ana saat melihat istrinya itu emosi mendengar pertanyaan Tika. Pras tahu itu hanya dari tatapan Sang istri. Pras mencova menenangkan emosi Ana dengan cara menggenggam tangannya. Untung saja kedua anak mereka sedang melihat ikan yang ada di akuarium ditemani Bi Siti.

__ADS_1


"Aku tidak memiliki kewajiban untuk menemuimu," jawab Pras santai.


"Kau melewatkan penawaran menggiurkan," ucap Tika kemudian duduk di kursi di depan Pras. "Aku akan membuatmu puas sepanjang malam." Tika tersenyum menggoda penuh penawaran.


"Aku setiap malam sangat puas bersama istriku," balas Pras.


"Benarkah? Sepertinya istrimu sangat pasif." Tika melirik sinis pada Ana.


"Penampilan luar bisa saja menipu. Tapi di atas ranjang, siapa yang tahu," balas Ana tersenyum sinis dan menantang.


"Oh ya? Seliar apa kau di atas ranjang?"


"Haruskah masalah ranjang kubicarakan denganmu? Cukup suamiku yang tahu, seberapa liar dan memuaskannya aku." Ana berucap seraya mengangkat dagunya agar tidak terintimidasi.


Pras menoleh pada Ana dan tersenyum. Dia lalu mendekatkan kursinya pada kursi Ana dan merangkul bahu istrinya. "Kami sudah mempunyai dua orang anak yang jaraknya berdekatan. Itu cukup sebagai bukti betapa panasnya ranjang kami."


Tapi semua itu hancur saat Pras menyadari jika dirinya hanya dimanfaatkan oleh Tika. Pras tidak bisa marah di depan wanita itu dulu, tetapi dia juga tidak ingin terus menerus menjadi laki-laki bodoh yang akan melakukan apa pun untuk wanita itu. Dan kini, Pras sudah menemukan wanita yang bisa membuatnya bahagia.


"Baiklah. Aku ingin berenang. Apa kau mau bergabung denganku?" Tika berdiri dan melemparkan pandangan serta senyuman menggoda ke arah Pras.


"Terima kasih. Aku lebih suka berenang di dalam bathtube bersama Ana," balas Pras tersenyum.


Dengan wajah kesal Tika meninggalkan meja Pras dan Ana. Pras tertawa kecil lalu menoleh pada istrinya. "Kau luar biasa, Sayang." Dia lalu mencium bibir Ana sekilas.


"Mas, banyak orang!" Ana merasa malu dicium di tempat umum seperti itu.


...🌹...

__ADS_1


Siang ini Pras mengajak Rifky dan Yuna untuk makan siang bersama di restoran tepi pantai. Dia juga mengajak Rafka jika laki-laki itu tidak sibuk. Mereka semua sudah duduk mengelilingi meja di sebuah restoran outdoor.


"Di mana Rafka?" tanya Pras yang tidak melihat sosok laki-laki yang ditanyakannya.


"Mm ... Rafka tidak bisa datang. Maaf, dia bilang, dia ... sibuk," jawab Yuna terbata.


Pras hanya mengangguk menanggapinya. "Silakan pesan makanannya," ucapnya saat seorang pramusaji menyodorkan buku menu.


Semua sibuk memilih menu untuk disantap siang itu.


"Boleh aku bergabung?"


**Cirebon, 24 April 2022


Ana hadir lagi. Mau tau siapa yang minta gabung? Tika? Atau ...


Sambil nunggu Ana besok, yuk baca karya teman Emak ANDINI PUTRI yang berjudul DIARY USANG


Mengisahkan tentang seorang gadis desa bernama Raina Anastasya yang merasa hidupnya dipenuhi kesialan. Dipaksa menikah di usia belasan tahun. Tak boleh mengenyam pendidikan tinggi dengan alasan perempuan tak perlu terpelajar karena tugas wajibnya hanya 3 yaitu (macak, masak, dan manak). Pergi ke kota orang dengan harapan bisa untuk menghilangkan nasib buruknya. Namun, kenyataannya kesialan itu tetap mengikuti kemana pun kakinya melangkah.


Tak ada yang indah di dalam hidupnya, begitu pun dengan perjalanan cintanya.


Lantas bagaimana Raina berdamai dengan diri sendiri dan keadaan?


Temukan jawabannya di jawabannya di Diary Usang**!


__ADS_1


__ADS_2