
Pras menggendong Ana menyusuri pasir pantai yang lembut. Sesekali dia memutar tubuh hingga Ana tertawa bahagia. Tanpa mereka ketahui, ada dua pasang mata yang menatap tajam ke arah mereka.
Tanpa pedulikan tatapan orang karena memang tidak tahu, Pras menurunkan Ana. Dia menyelipkan rambut Ana yang terbang dimainkan angin malam ke belakang telinga. Lalu dia kecup kening wanita di hadapannya.
"Kamu bahagia?" tanyanya berbisik.
Ana tersenyum lebar. "Sangat."
Pras mendekatkan wajahnya pada wajah Sang istri, kemudian bibir mereka saling berpaut. Dua pasang mata yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik mereka dengan tajam, kini meninggalkan area pantai dengan arah berlawanan.
...🌹...
Udara pagi yang segar menyambut tiap insan yang baru saja membuka mata. Pras tidak mendapati Ana di sampingnya saat kelopak matanya terkembang. Dia mengambil napas panjang dan dalam seraya menggeliatkan badannya, seperti ingin menghirup habis udara segar pagi hari, mengisi rongga-rongga paru-parunya dengan udara yang baru.
Indera penciumnya mencium sesuatu yang harum dan sangat menggoda seleranya di pagi hari. Hanya mengenakan celana pendek selutut tanpa atasan, Pras melangkahkan kakinya mencari sumber aroma penggugah selera itu. Kakinya melangkah ke arah balkon.
Mata Pras menangkap sosok wanita berambut sepunggung yang mengenakan bathrobe warna putih memunggungi dirinya. Tatapan wanita itu tidak lepas dari semburat jingga di ufuk timur cakrawala seraya menggenggam cangkir yang masih mengepulkan asap. Aroma menggugah selera itu keluar dari isi cangkir berasap yang digenggam wanita itu.
Dengan langkah perlahan, nyaris mengendap, Pras mendekati wanita itu. Dia langsung memeluk tubuh berbalut bathrobe putih itu dari belakang. Sebelum menghirup aroma dari cangkir berasap, dia lebih dulu menghirup aroma wanita itu yang menguar dari rambutnya yang setengah basah dan ceruk lehernya.
"Hah! Mas, bikin kaget aja," kejut wanita itu, Ana.
__ADS_1
"Melihatmu dengan latar belakang semburat jingga di ufuk timur cakrawala, disertai kepulan asap dari cangkir itu, adalah pemandangan pagi yang sempurna," bisik Pras lalu mencium pelipis Ana.
Ana berbalik dengan senyum yang sangat menawan. "Dari mana kamu belajar bahasa puitis seperti itu?"
"Dari kumpulan buku puisi," jujur Pras.
Ana tertawa kecil. "Mau kubuatkan kopi?" tawarnya.
"Aku lebih suka meminumnya dari cangkir yang sama denganmu." Pras lalu menyeruput kopi dari cangkir yang digenggam Ana.
Setelah membersihkan diri dan berpakaian rapih, pasangan suami istri itu keluar dari kamar bergandengan tangan. Mereka menuju kamar yang ditempati kedua buah hati mereka bersama Bi Siti. Ternyata kedua anak mereka sudah rapih dan berseru senang memanggil mereka.
"Hmmm ... sudah wangi. Ayo kita sarapan!" ajak Pras.
Keluarga kecil itu beserta Bi Siti menuju restoran yang ada di hotel, mereka sarapan di sana. Saat hendak ke restoran dan melewati lobi hotel, Ana seperti melihat seseorang yang dikenalnya, begitu pun Pras. Tetapi karena tidak yakin dan usus 12 jari mereka sudah memanggil, mereka pun mengabaikannya.
Suasana restoran cukup ramai karena waktunya sarapan. Semua sudah memesan sarapannya, begitu pun Bi Siti. Bi Siti merasa tidak enak saat dua balita itu minta disuapi oleh mama dan papanya. Dia merasa tidak ada gunanya dia ikut serta.
Selesai sarapan, Pras mengajak keluarganya keliling kota. Mereka benar-benar berwisata di Pulau Dewata itu. Dari mulai patung Garuda Wisnu Kencana, Tanah Lot, Pura Besakih dan Bali Birds Park tidak lepas dari kunjungan mereka.
Melihat kedua buah hatinya tertawa ceria dan berlari ke sana-kemari membuat hati Ana menghangat. Pras pun merasakan hal yang sama. Sekelebat bayangan sikapnya beberapa waktu lalu yang mengabaikan istrinya hingga berimbas pada kedua buah hatinya membuat sesak di dada.
__ADS_1
Pras merangkul bahu Ana dan memeluknya erat. Mereka saling tatap dan sama-sama tersenyum. Mereka sangat bahagia bisa melewati semua ujian bersama.
Saat di Tanah Lot, Pras dan Ana kembali melihat sosok itu. Sosok yang sepertinya mereka kenal. Karena merasa yakin dengan pandangan mereka, mereka berdua pun mendekati dua insan yang mereka kenal itu.
**Cirebon, 21 April 2022
Hai kaum wanita di seluruh Indonesia, Emak ucapkan SELAMAT HARI KARTINI bagi wanita-wanita hebat di seluruh nusantara. Wanita hebat dalam versinya masing-masing.
Emak ada novel rekomended banget nih dari author YAYUK TRIATMAJA yang berjudul WANITA KESAYANGAN CEO
Blurb :
Arti nama Annchi adalah seorang bidadari yang cantik menawan, Annchi adalah seorang seorang dokter jenius yang bisa mengobati segala penyakit dan ahli mengunakan senjata tajam serta menguasai ilmu bela diri. Di usia yang ke 45 tahun Annchi belum ada keinginan untuk menikah dikarenakan sibuk mengobati orang-orang yang membutuhkan dirinya. Banyaknya pasien tentu saja uang mengalir terus hingga Annchi menjadi gadis yang paling kaya raya di negara itu hingga suatu ketika pamannya ingin menguasai kekayaan Annchi hingga merencanakan memberikan racun yang sangat kuat dengan di bantu istrinya dan rencananya berhasil Annchi meninggal. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya dia baru mengetahui kalau paman dan bibinya yang telah meracuni dirinya membuat dirinya bersumpah di depan mereka jika kelak berinkernasi kembali akan membalas perbuatan mereka.
Annchi terbangun dan dirinya sangat terkejut tubuhnya gendut dan jelek serta penuh dengan luka dan di dalam ingatan pemilik tubuh kalau pemilik tubuhnya sering di bully dan di siksa oleh ibu tiri dan adik tirinya membuat Annchi membantu membalaskan dendam dan juga mengubah pemiik tubuh untuk menjadi langsing, cantik dan menjadi wanita yang tidak bisa ditindas.
Akankah usaha Annchi untuk membalas dendam berhasil?
Ikuti Novelku yang ke 19**
__ADS_1