
"Lihat! Aku masih bisa mengenalinya. Dia, laki-laki berbaju biru yang sedang bersama wanita berbaju hitam itu, dia Rifky. Dia pernah menghabiskan malam panjang denganku."
Mendengar ocehan setengah sadar Tika, Pras dan Ana langsung menoleh ke arah yang ditunjuk Tika setelah mendengar nama Rifky disebut. Mereka terkejut karena lagi dan lagi, mereka melihat Rifky dan Yuna sedang berduaan. Tanpa Rafka diantara mereka.
"Dan sekarang, dia bersama wanita lain," lanjut Tika. "Ah, aku merindukan kegagahannya di atas ranjang. Tapi, aku ingin menikmati malam denganmu, Pras."
Ana mengetatkan rahang dan bibirnya, dia mendengus marah. "Kalau kamu ingin dipuaskan, mintalah pada suamimu! Jangan pada suami orang!" bentak Ana marah.
Tika tertawa khas orang mabuk. "Kamu marah?"
"Semua istri pasti akan marah jika suaminya bercinta dengan wanita lain," jawab Ana dingin.
"Tapi aku tidak marah, hkk ...."
"Maksudmu?" Ana tidak mengerti.
"Kamu ingin tahu?" tanya Tika sembari telunjuknya menunjuk wajah Ana. Dia menggerakkan tubuhnya yang tidak stabil karena mabuk. "Aku sering melihat suamiku bersama wanita lain, bahkan bermain di atas ranjang wanita itu. Hkk .... Aku tidak marah. Tapi aku membalasnya dengan melakukan hal yang sama, hkk. Dia bebas bersama wanita lain, dan aku juga bebas bersama laki-laki lain."
Ana bergidik jijik mendengar ucapan Tika. Sementara Tika, dia menyeringai melihat ekspresi Ana lalu tertawa cekikikan. Tika lalu menatap Pras dan berusaha menyentuh wajahnya, tetapi tangannya langsung disingkirkan oleh Pras.
"Apa kamu tidak pernah berfantasi dengan wanita lain? Aku siap mewujudkan fantasi itu, Pras. Hkk. Kita bisa menikmati malam yang panas dan panjang. Hkk ...."
Ana sudah membuka mulutnya, bersiap membalas ucapan Tika. Tetapi Pras langsung menarik tangannya untuk segera keluar dari tempat karoke itu. "Dia sudah gila! Tidak perlu menanggapinya," ucap Pras seraya terus menggandeng tangan Ana menuju pintu keluar.
__ADS_1
Ana menurut. Dia melihat kembali Yuna yang sedang bersama Rifky. Dia sampai menutup mulutnya dengan sebelah tangan yang terbebas saat melihat dua insan dewasa beda gender itu menyatukan bibir mereka.
...🌹...
Sampai di kamar hotel, Ana segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Mengingat ucapan Tika, dia kembali bergidik jijik. Dalam pikirannya, bagaimana bisa seorang wanita bersuami menghabiskan malam dengan laki-laki lain?
Ana teringat kembali, saat dulu Pras memiliki wanita lain di luar. Pemikiran buruk menghampiri otaknya. Apa mungkin, Mas Pras pernah melakukannya dengan Una? Tidak, Mas Pras bukan laki-laki seperti itu. Meski pun dia dulu berselingkuh, aku yakin Mas Pras tidak sampai melakukan itu!
Ana meyakinkan dirinya jika Pras tidak akan melakukan hal itu. Saat pacaran dulu pun, Pras selalu menjaga kehormatannya, tidak pernah sedikit pun menyinggung tentang hubungan sebelum menikah.
Tapi, Rifky yang terlihat alim pun melakukan hal itu. Dan bagaimana bisa dia bermain gila dengan istri kembarannya? Apa Rafka tidak tahu tentang hubungan mereka?
Ana mengacak rambutnya karena pikiran buruk yang kini bersarang di kepalanya. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukannya agar Pras tidak pernah melakukan itu dengan wanita lain. Sebuah ide muncul di benaknya.
"Aku sudah terlihat menggoda seperti Tika 'kan? Sebenarnya aku malu, tapi aku akan tetap melakukannya agar Mas Pras tidak mencari wanita lain. Cukup Una yang menjadi kisah kelam rumah tanggaku, jangan sampai ada Una-Una yang lain," ucapnya bermonolog seraya merapikan rambut dan lingeri seksinya di depan cermin.
Perlahan Ana membuka pintu kamar mandi. Sebelum ke luar, dia menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan untuk menetralisir debaran di jantungnya. Kembali dia meyakinkan diri untuk segera memulai aksinya.
Ana melangkahkan kaki ke luar kamar mandi dengan langkah yang amat sangat menggoda. Pras sempat terkejut melihat istrinya keluar dari kamar mandi dengan mengenakan lingeri super seksi dengan riasan make-up yang sangat menggoda dan menantang.
Pras meneguk salivanya dengan susah payah saat Ana membasahi bibir merahnya lalu menggigit bibir bawah dengan sangat menggoda. Ana semakin dekat.
"Maukah kau menghabiskan malam panjang denganku, Mas?"
__ADS_1
**Cirebon, 23 April 2022
Apakah godaan Ana berhasil? Tunggu besok yaaa. Sambil nunggu, Emak sarankan untuk memvaca karya teman Emak yang berjudul CALL ME YURA karya AG SWEETIE yang dijamin bikin greget!
"Ada rapuh yang tersusun rapi. Sebelum menjadi indah, kupu-kupu hanyalah secuil ulat yang menempel rapuh di dedaunan."
~ Vlora Yukika ~
"Hanya karena dahaga sebentar, tak lantas membuatmu harus meminum racun bukan?"
~ Haedar Gibran ~
Dikhianati suami, diasingkan keluarga sendiri, tidak ada tempat tuk berbagi keluh, jua seolah tak ada rumah yang sungguh tuk berteduh. Adakah yang lebih sakit dari ini?
Pada titik terendahnya, Vlora bangkit menjadi sosok yang baru. Dendamkah ia pada mereka yang telah menyakitinya? Sementara ia sendiri memiliki rahasia besar yang dianggap sebuah pengkhianatan.
"Duri itu kau sendiri, lalu kau jua yang merasa tersakiti."
~ Tristan Pratama ~
Lantas apa yang Vlora lakukan? Bagaimana jika rahasia besar itu terungkap? Masih banggakah ia dengan kehidupan baru yang kini melambungkan namanya**?
__ADS_1