
"Dari kantor polisi. Dia mengatakan jika Una ingin bertemu kita berdua," jawab Pras.
"Mau apa dia ingin bertemu kita?" tanya Ana.
"Mana Mas tau." Pras mengendikkan bahunya.
"Ya sudah, kalau begitu aku pulang saja," pamit Yuna.
"Menurutku, kamu lebih baik susul Rafka ke Pontianak. Bicara baik-baik dengannya," saran Ana.
Yuna tersenyum seraya menganggukkan kepalanya lalu pergi. Selepas Yuna pergi, Ana dan Pras bersiap ke penjara. Mereka akan memenuhi permintaan Una yang ingin bertemu mereka.
...🌹...
"Ada apa kamu ingin bertemu dengan kami?" tanya Pras langsung saat Una baru saja duduk.
Mereka bertiga duduk di ruang kunjungan sebuah lembaga pemasyarakatan. Una tampak sedikit kurus dengan kepala menunduk. Sempat terlintas rasa iba di hati Ana, tetapi bayangan saat dia diculik oleh Niko yang bersekongkol dengan wanita itu, rasa iba itu sirna entah ke mana.
"Aku ... aku ... mau minta maaf pada kalian," ucap Una pelan. "Aku dibutakan oleh ambisiku untuk bisa memiliki Pak Pras."
"Semua sudah berlalu. Sekarang kamu harus menerima akibatnya. Bersikaplah dengan baik di sini dan semoga kamu menemukan laki-laki baik yang bisa menuntunmu pada kebaikan," balas Ana.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan lembaga pemasyarakatan itu. Mereka merasa lega, karena akhirnya Una mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada mereka. Senyum terkembang di bibir keduanya.
...🌹...
"Apa semua sudah siap, An?" tanya Pras yang masuk kamar seraya menggendong Arzetta.
"Sudah semua, Mas," jawab Ana setelah menarik resleting koper yang cukup besar.
__ADS_1
"Ayo kita berangkat sebelum ketinggalan pesawat," ajak Pras.
Ana mengambil Arzetta dari gendongan Pras kemudian Pras menarik koper itu. Koper yang berisi pakaian dan perlengkapan kedua anak mereka sudah masuk ke bagasi mobil. Setelah memasukkan koper berisi pakaian mereka berdua, Pras langsung melajukan mobilnya menuju bandara.
Bi Siti ikut serta mereka bawa agar bisa membantu mengawasi anak-anak. Pras akan mengajak anak dan istrinya berlibur ke Bali. Liburan pertama sejak 2 tahun terakhir saat Ana masih mengandung Arzetta.
...🌹...
Tiba di bandara Ngurah Rai, kedua buah hati mereka tertidur pulas. Ana dan Paras masing-masing menggendong satu anak mereka. Pras menggendong Arzanka seraya menarik koper besar, sementara koper yang lebih kecil ditarik Bi Siti.
Mobil dari pihak hotel yang sudah dibooking oleh Pras sudah menunggu di depan. Sopir mobil itu membantu memasukkan barang-barang bawaan Pras. Setelah itu mengantar Pras dan keluarga kecilnya ke hotel.
Pras memesan 2 kamar dengan ranjang king size. Satu kamar untuk dirinya dan Ana, satu kamar lainnya untuk kedua anak mereka dan Bi Siti. Seorang pelayan hotel mengantarkan mereka ke kamar.
Setelah menidurkan kedua buah hati mereka dan meninggalkan mereka dengan Bi Siti, Pras dan Ana masuk ke kamarnya. Setelah merapikan pakaian di lemari, Ana dan Pras berbaring di ranjang. Perjalanan tadi membuat Ana merasa cukup lelah. Pras duduk dan mulai memijat kaki Ana.
"Apa yang kamu lakukan, Mas?" tanya Ana berjengit kaget.
"Kamu kalau mijit ujung-ujungnya beda, Mas," gerutu Ana.
"Tapi enak kan pijitannya?" goda Pras dan mulai memijit ke bagian yang tidak seharusnya dipijit.
...🌹...
Hari sudah senja saat Ana bangun dari tidurnya. Dia mencari kimono atau apa pun yang bisa menutupi tubuh polosnya lalu ke kamar mandi. Pras baru bangun saat Ana sedang mengeringkan rambutnya.
"Aku mandi dulu. Kita akan makan malam di restoran outdoor dekat pantai," ucap Pras seraya mencium puncak kepala Ana lalu masuk kamar mandi.
Ana dan keluarga kecilnya serta Bi Siti sudah duduk mengelilingi meja bundar di salah satu restoran outdoor di pantai Kuta. Tidak berapa lama pesanan mereka datang. Bi Siti dengan sigap menyuapi Arzetta, sementara Arzanka makan sendiri.
__ADS_1
"Sini, Ka, Mama potong-potong stiknya." Ana mengulurkan tangannya mengambil piring Arzanka lalu memotong stik menjadi bagian kecil-kecil.
Pras tersenyum melihat Ana yang begitu telaten mengajari dan menelateni anak-anak mereka.
"Pras? Kamu di sini juga?"
**Cirebon, 16 April 2022
Jangan lupa like, komen dan hadiahnya buat Ana yaaa.
Baca juga karya teman Emak yaaa. Judulnya ISTRI TANGGUH RASA PELAKOR karya kak UMA BIE
#istri tangguh rasa pelakor
#hanya di noveltoon.
Kimberly ligh Hugo, adalah seorang wanita tangguh dan memiliki karir yang sangat cemerlang di dunia modeling.
Memiliki sejuta jam terbang pekerjaan.
Membuat Kimberly tidak menyadari
Perselingkuhan suaminya malvin Abraham.
Sehingga di malam dimana Kimberley melihat sendiri perselingkuh suami dan sahabatnya di dalam kamarnya.
Hati istri mana yang tidak sakit, saat menyaksikan sendiri suami yang kita cintai melakukan hubungan intim di ranjang mu.
Dan dimalam itu juga,semua karir Kimberly ligh Hugo hancur, karena harus membekam di penjara, akibat jebakan Charlotte.
__ADS_1
Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Istri Tangguh Rasa Pelakor, di sini dapat lihat**: