
seorang penumpang bus mau pergi ke luar kota. Saat malam itu datanglah seorang kakek tua yg menjualkan buku pada penumpang tersebut.
Kakek Tua : Mau beli buku, Dik?
Penumpang: Buku Horor ada enggak, Kek?
Kakek Tua : Ada, Dik, judulnya "Bus maut."
Penumpang: Berapa harganya Pak?
Kakek Tua : 150.000, Dik.
Penumpang: Hah! Mahal banget Pak? Uang saya cuma 160.000 trus masa saya nanti Jalan kaki?
Kakek Tua: Ini buku best seller. Paling laris dan dijamin paling seram, Dik.
Akhirnya si penumpang beli buku itu. Walau duit cuma sisa 10.000 buat nanti sambung naik angkot ke rumah.
Kakek Tua: Dik,saya pesan buat adik,nanti kalo sudah selesai baca bukunya, halaman terakhir buku itu jangan dibaca ya,soalnya terakhir orang yang membaca halaman terakhir buku itu langsung meninggal kena serangan jantung karena saking seramnya
__ADS_1
Penumpang: Iya, Pak.
Si penumpang lanjut baca buku itu. Ternyata memang seram banget apalagi suasana dalam bus sepi dan waktu itu lagi malam Jumat, bikin bulu kuduk merinding.
Dan akhirnya sampailah si penumpang pada halaman akhir buku itu.
Ia penasaran, masa sih halaman terakhir ini lebih seram? Padahal kan ceritanya sudah hampir habis.
Akhirnya ia beranikan diri untuk membuka halaman terakhir buku itu. Tertulislah dihalaman terakhir itu ….
Penerbit: Cv. Gen22 Net
Kategori : Horor
Harga : Rp15.000
Penumpang: Somprett dahhh!#?!! Harga buku cuma 15.000, Saya beli 150.000.
Pantes ajah orang terakhir yang beli buku ini kumat jantungnya di tipu sama tuh kakek tua.
__ADS_1
dan cerita sopir dan hantu pramugari
sopir dengan pengalaman 25 tahun. Begitulah yang dirasakan Yudha (47), sopir yang mengaku sudah pernah mengemudikan berbagai kendaraan, dari truk, forklift, sampai mesin giling.
Usia 47 tahun tentu terbilang muda jika pengalaman mengemudinya sudah seperempat abad sendiri. Yudha telah mahir mengemudi sejak SMP. Lalu karena ingin cepat bisa cari duit sendiri, ia memutuskan menjadi sopir selepas SMA di tahun 1992, alih-alih kuliah seperti teman SMA-nya yang lain.
Satu cerita menarik disampaikannya. Pengalamannya di tahun 1995, Yudha diterima bekerja di salah satu maspakai penerbangan nasional untuk mengantar pilot dan pramugari.
Namanya mengantar pilot dan pramugari, pastinya perjalanan sering dilakukan pada saat dinihari atau menjelang subuh. Saat itu, kadang lokasi penjemputan berada di pinggiran Jakarta, yang kala itu belum seramai sekarang.
Suatu kali, biar ia enggak telat menjemput pramugari di daerah Taman Mini, Jakarta Timur, Yudha pun menginap di rumah kawannya di Lubang Buaya.
Naik Mitsubishi L300, Yudha berangkat sekira pukul 01.00 WIB. Saat lewat perempatan Taman Mini yang kini sudah menjadi Taman Mini Square, Yudha sekilas melihat sosok mirip pramugari dari kaca spion tengah. Artinya, sosok mirip pramugari itu duduk di bangku baris kedua.
Sadar akan pandangannya, Yudha coba menenangkan diri. Dia mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa ini hanya halusinasi. Mungkin karena lelah kurang tidur. Namun, enggak lama kemudian terdengar bunyi handel pintu dimainkan.
Yudha menengok ke belakang. Ternyata tidak ada siapa-siapa. Saat melaju di terowongan Taman Mini arah Ciracas, bunyi handel pintu terdengar makin keras. Tiba-tiba, pintu langsung terbuka. Ia kemudian menepi dan menutup pintu. Namun dasar Yudha ini sukanya guyon, ia lantas melontarkan kata-kata ke sekitar.
"Eh setan, jangan ganggu gue aje. Gue lagi cari duit halal. Kalau mau numpang, bayar! Emangnya bensin punya nenek moyang lo. Udah sana pergi. Jangan ganggu-ganggu. Kalau mau ikut terbang, beli tiket!," katanya waktu itu.
__ADS_1
Usai melontarkan kata-kata itu, gangguan tadi enggak lagi muncul. Sambil membaca doa, dia melanjutkan perjalanan. "Mungkin itu jin. Jin, kan, bisa berubah bentuk menjadi apa saja, termasuk menjadi wujud wanita cantik," ucapnya.