Kumpulan Cerita Seram

Kumpulan Cerita Seram
episode 7 ( teror ludah pocong ) dan hantu teman dipesantren


__ADS_3

Desi dan Bina adalah perawat baru di rumah sakit terseram di kota J. Sudah puluhan kali mereka mendengar cerita hantu tentang rumah sakit tersebut dari kawan-kawannya.


Namun, karena mereka berdua sangat cuek, mereka tidak mudah mempercayainya.


Ketika Desi bertugas malam hari, datang sesorang pria dengan wajah pucat. Desi berpikir kalau orang itu sedang sakit parah.


Saat Desi memanggil dokter, tiba-tiba orang tersebut menghilang.


“Kamu lihat di mana, Des? Orang itu udah gak ada,” kata Dokter Ridwan.


“Masa, sih, dok? Tadi ada di depan. Sudah pulang mungkin, ya?” jawab Desi.


Memasuki jam pulang, Desi menemukan ludah di lantai ruang piketnya. Dia pun membersihkannya dengan ketus sambil berpikir siapa yang melakukan hal jorok tersebut.


Setiba di kosan, Desi bercerita pada Bina tentang pasien yang tiba-tiba hilang itu. Jangan-jangan, kata Bina, pasien itu adalah hantu.


Saat Bina ingin ke kamar mandi, dia menemukan ludah yang sangat banyak di kloset. Padahal, Desi saat itu belum masuk ke kamar mandi. Dia juga merasa tidak pernah meludah.


“Siapa sih yang ngeludah di kamar mandi gue. Elo, ya, Des?” tanya Bina.

__ADS_1


Mendengar itu, Desi tercengang. Dia teringat dengan ludah di lantai rumah sakit. Dia juga melihat ludah-ludah lainnya di bawah kasur hingga dekat pintu kosan.


Tanpa pikir panjang, Desi buru-buru mengajak Bina keluar. Namun, saat mereka membuka pintu, sosok pocong dengan wajah seram berdiri tepat di depannya. Pocong itu meludah dengan mata melotot.


Desi pun pingsan, sedangkan Bina berteriak histeris sambil pergi meninggalkan Desi yang tergeletak di depan pintu kosannya.


hantu teman dipesantren


Kisah ini dialami oleh seorang lulusan pesantren bernama Fazri Ramdhan. Berikut ceritanya.


Cerita mistis di lingkungan pesantren sudah bukan hal yang asing. Entah itu sebuah kebetulan atau apa. Aku tidak bisa menjelaskannya.


Sebagai orang yang pernah ‘nyantri’, aku pun pernah mengalami hal tersebut. Beberapa kali aku mengalami kejadian seram  semasa tinggal di pesantren.


Jadi, pada satu malam, aku dan temanku bernama Amin sedang diam di lantai 2 asrama sambil menyetrika baju.Saat itu, pesantren sedang libur sehingga kami bisa menghabiskan waktu dengan melakukan kegiatan yang kami inginkan karena kegiatan rutin santri diliburkan.


Banyak juga anak-anak yang pulang kampung karena liburan yang cukup lama. Yang tersisa di asrama adalah anak-anak yang rumahnya di pulau seberang seperti Amin atau mereka yang memang tidak mau pulang walaupun dekat seperti aku.


Posisi asrama tepat berada di belakang bangunan sekolah. Jadi, kami menyetrika baju sambil melihat pemandangan bagian belakang bangunan sekolah yang gelap karena lampu kelas tidak dinyalakan.

__ADS_1


Lampu jalan pun tidak ada sama sekali. Jadi bisa dibayangkan, di depan asrama keadaannya benar-benar gelap gulita.


Kembali kepada Amin dan aku yang sedang menyetrika. Saat sedang asik menyetrika, aku melihat di bawah ada bayangan orang yang berjalan pergi menjauhi asrama. Kami berdua mengenalinya. Sebut saja namanya Yahya.


Amin lalu memanggilnya sambil agak berteriak karena kami ada di lantai yang berbeda. Yahya pun menyahut. Terjadilah percakapan singkat antara keduanya tapi aku lupa apa isi perbincangannya.


Selesai berbincang, orang itu pergi menjauhi asrama melewati bangunan sekolah yang gelap gulita.


Kami pun melanjutkan kegiatan menyetrika sampai tiba-tiba dari dalam kamar ada seorang teman bertanya kepada Amin.


“Min, kamu mengobrol dengan siapa?” tanyanya.


“Si Yahya,” jawab Amin singkat.


“Hah? Dia sudah pulang tadi siang ke Jakarta.”


Aku baru ingat, Yahya memang pulang dijemput oleh keluarganya.


“Ah masa? Lalu yang berbicara denganku barusan siapa?”

__ADS_1


Pertanyaan Amin itu kemudian menjadi akhir dari kegiatan kami menyetrika dan kami pun buru-buru masuk ke dalam kamar sementara baju-baju kami biarkan bercecer di meja setrika.


Biarlah, nanti pagi dibereskan dan malam itu kami tidur berdempetan di kasur sempit karena ketakutan.


__ADS_2