Kumpulan Cerita Seram

Kumpulan Cerita Seram
episode 21 ( WARNING )


__ADS_3

hai para pembaca yang membaca cerita ini mohon maaf semaaf maaf nya saya hiatus dulu ngarang cerita nya alias nulis gitu


mohon maaf ya bagi yang menantikan cerita selanjut nya tapi ternya ta cuman begini doang nah karena itulah saya disini untuk membagikan gambar kayak seni gelap gitu y sekian silahkan









sekian *semoga bahagia selalu dan gk terbayang yg tadi kalian lihat ya bye


oh tunggu masih ada sesuatu ya itu syair dan puisi gelap selamat membaca*


*rasa ini seakan tak bertepi


sampai kapan harus tetap menanti


asa yang tak kunjung pasti


tenggelam dalam gelap dan sunyi


andai rasa ada tanpa materi


semua bukan hanya jadi mimpi


rindu tak harus menanti


melangkah bersama bahagia di hati


tak ada aksara


tak ada tanda baca


tak ada rima


tak ada majas metafora


di atas kertas hanya ada kepingan luka hitam pekat warnanya


busuk baunya


tertimpa tahi cicak yang sedang asyik bercumbu di langit-langit rumah


ah! nasib sial apa gerangan yang sedang menimpa?


berniat menulis sajak cinta


tapi tak terealisasi


yang ada hanya


puisi gelap tanpa makna!


terlelap oleh gelap nya hitam


terdiam tampa ada seorang menemani


terhanyut tertarik pada kelam


kegelapan pun datang menghampiri


bercerita tentang diri hitam tak pernah lari


keinginan tak terpenuhi hitam langsung memberi

__ADS_1


membunuh menyiksa diri hitam datang


Jangan…tidak


Berteriak sekuat yang bisa


Tak kuasa meski berontak


Semakin kuat dicengkeram luar biasa


Tak kuasa


Tak berdaya


Naluri ini tetap berupaya


Melawan nyeri cengrakam kuku kitamnya


Mata bola api


Hidungnya bak buntut sapi


Gigi berduri-duri


Rambut menjuntai bak kali


Sosok itu terus menerkam srigala


Membiarkan merintih sakit


Diselingi tatapan menyala


Ku terus menahan sakit


Dua pertiga tenaga habis


Peluh seperti terkikis


Seraya meringis


Detik berlalu


Aroma busuk mulai membisu


Ku lihat tangan ke leherku


Mencabut dengan kuku


Pertahanan terakhir tersisa


Berontak melepas mahluk jahanam


Kali ini harus bisa sekuat tenaga


Gerakkan semua yang ada


Tangan meninju kaki memancal


Mahluk hilang di kegelapan


ketika kulit dilukai


kulit akan terasa sakit


Ketika hati dilukai


Maka semua anggota tubuh akan terasa sakit


Sungguh, kulit yang disakiti


Terlihat jelas darah yang keluar


Membengkak dan memerah

__ADS_1


Meninggalkan bekas yang tak enak dipandang


Sungguh, hati yang disakiti


Tak terlihat mana yang sakit


Tak nampak mana yang harus diobati


Tak tahu kemana mencari obatnya


Menyesal yang bisa dirasa


Rengekan yang bisa terucap


Kesedihan yang keluar dari air mata


Berpadu menjadi kesatuan kesalahan


Terlambat untuk mengulang


Kenapa tak dari dulu..


sekarang hanya bisa terdiam terpaku


Meratapi kesalahan di ujung tanduk


Membenci sesuatu yang seharusnya dibenci


Menanti sesuatu yang belum pasti


Melihat betapa penantian tak akan memberi jawaban


Hanya berupa tanda tanya besar


Tak akan ada orang yang suka menunggu


Menghitung waktu yang pasti


Bahkan secarik kertas yang melayu


Bagai daun yang mati ditelan waktu


Semuanya telah dilakukan


Namun tak ada timbal baliknya


Hanya kesusahan yang didapat


Tidak tahu terimakasih


Untuk apa diberi


Manusia yang tak tahu malu


Untuk apa dikasihani


Kalau yang ada hanya kesulitan


Berikan pelajaran yang berarti


Kepada makhluk yang tidak tahu diri


Kasihan bukan jadi alasan


Pelajaran yang harus dikedepankan


Jangan berpacu pada manusiawi


Hak bukan lagi acuan


Sekedar untuk memberi efek jera


Kepada manusia yang tak berguna*

__ADS_1


__ADS_2