
hai para pembaca yang membaca cerita ini mohon maaf semaaf maaf nya saya hiatus dulu ngarang cerita nya alias nulis gitu
mohon maaf ya bagi yang menantikan cerita selanjut nya tapi ternya ta cuman begini doang nah karena itulah saya disini untuk membagikan gambar kayak seni gelap gitu y sekian silahkan
sekian *semoga bahagia selalu dan gk terbayang yg tadi kalian lihat ya bye
oh tunggu masih ada sesuatu ya itu syair dan puisi gelap selamat membaca*
*rasa ini seakan tak bertepi
sampai kapan harus tetap menanti
asa yang tak kunjung pasti
tenggelam dalam gelap dan sunyi
andai rasa ada tanpa materi
semua bukan hanya jadi mimpi
rindu tak harus menanti
melangkah bersama bahagia di hati
tak ada aksara
tak ada tanda baca
tak ada rima
tak ada majas metafora
di atas kertas hanya ada kepingan luka hitam pekat warnanya
busuk baunya
tertimpa tahi cicak yang sedang asyik bercumbu di langit-langit rumah
ah! nasib sial apa gerangan yang sedang menimpa?
berniat menulis sajak cinta
tapi tak terealisasi
yang ada hanya
puisi gelap tanpa makna!
terlelap oleh gelap nya hitam
terdiam tampa ada seorang menemani
terhanyut tertarik pada kelam
kegelapan pun datang menghampiri
bercerita tentang diri hitam tak pernah lari
keinginan tak terpenuhi hitam langsung memberi
__ADS_1
membunuh menyiksa diri hitam datang
Jangan…tidak
Berteriak sekuat yang bisa
Tak kuasa meski berontak
Semakin kuat dicengkeram luar biasa
Tak kuasa
Tak berdaya
Naluri ini tetap berupaya
Melawan nyeri cengrakam kuku kitamnya
Mata bola api
Hidungnya bak buntut sapi
Gigi berduri-duri
Rambut menjuntai bak kali
Sosok itu terus menerkam srigala
Membiarkan merintih sakit
Diselingi tatapan menyala
Ku terus menahan sakit
Dua pertiga tenaga habis
Peluh seperti terkikis
Seraya meringis
Detik berlalu
Aroma busuk mulai membisu
Ku lihat tangan ke leherku
Mencabut dengan kuku
Pertahanan terakhir tersisa
Berontak melepas mahluk jahanam
Kali ini harus bisa sekuat tenaga
Gerakkan semua yang ada
Tangan meninju kaki memancal
Mahluk hilang di kegelapan
ketika kulit dilukai
kulit akan terasa sakit
Ketika hati dilukai
Maka semua anggota tubuh akan terasa sakit
Sungguh, kulit yang disakiti
Terlihat jelas darah yang keluar
Membengkak dan memerah
__ADS_1
Meninggalkan bekas yang tak enak dipandang
Sungguh, hati yang disakiti
Tak terlihat mana yang sakit
Tak nampak mana yang harus diobati
Tak tahu kemana mencari obatnya
Menyesal yang bisa dirasa
Rengekan yang bisa terucap
Kesedihan yang keluar dari air mata
Berpadu menjadi kesatuan kesalahan
Terlambat untuk mengulang
Kenapa tak dari dulu..
sekarang hanya bisa terdiam terpaku
Meratapi kesalahan di ujung tanduk
Membenci sesuatu yang seharusnya dibenci
Menanti sesuatu yang belum pasti
Melihat betapa penantian tak akan memberi jawaban
Hanya berupa tanda tanya besar
Tak akan ada orang yang suka menunggu
Menghitung waktu yang pasti
Bahkan secarik kertas yang melayu
Bagai daun yang mati ditelan waktu
Semuanya telah dilakukan
Namun tak ada timbal baliknya
Hanya kesusahan yang didapat
Tidak tahu terimakasih
Untuk apa diberi
Manusia yang tak tahu malu
Untuk apa dikasihani
Kalau yang ada hanya kesulitan
Berikan pelajaran yang berarti
Kepada makhluk yang tidak tahu diri
Kasihan bukan jadi alasan
Pelajaran yang harus dikedepankan
Jangan berpacu pada manusiawi
Hak bukan lagi acuan
Sekedar untuk memberi efek jera
Kepada manusia yang tak berguna*
__ADS_1