Kumpulan Cerita Seram

Kumpulan Cerita Seram
episode 35 ( cermin salsabila )


__ADS_3

Malam itu, aku benar-benar gelisah dan tidak bisa tidur. Aku memilih untuk keluar kamar dan berada di luar villa. Malam ini, angin terasa sangat dingin dan merasuk ke dalam tubuhku. Aku memeluk tubuhku lebih erat, ku rapatkan sweater ku agar lebih hangat. Kakiku melangkah perlahan menikmati hembusan angin, saat terus berjalan dan berjalan, aku menemukan rumah yang sangat besar. Mungkin lebih besar dari villa orangtuaku saat ini. “Tenang saja, Villa kita adalah bangunan paling besar dan mewah di tempat itu.” kata-kata mama membuat aku tak habis percaya. Mengapa dia berbohong? Aku mencoba mengetuk pintu itu dalam kegelapan malam. Tak ada jawaban. klek.. pintu itu tidak dikunci. Sungguh aneh.

__ADS_1


Rumah itu terlihat sangat berantakkan seperti kapal pecah. Sofa-sofa besar yang ditutupi kain putih dengan debu tebal melekat. Rumah itu sangat kotor dan gelap. Aku tidak melihat titik terang cahaya dalam ruangan besar itu. “Assalamualaikum…” ucapku dalam keheningan. Tapi tidak ada jawaban. krekk… Aku menginjak sesuatu… yang ternyata sebuah cermin berukir yang sangat antik. Mungkin bila dijual harganya akan sangat mahal sekali.

__ADS_1


“Maa, emangnya villa kita ini yang paling besar?” tanyaku. “Iya dong…” “Semalam, aku nemuin rumah yang besaaarr bangeet..” “Selena, dengar! Mama sama papa udah survei ke semua tempat, dan hasilnya villa kita yang paling besar dan mewah. Kamu jangan ngaco deh.” di atas meja makan, terjadi perdebatan antara aku dengan mama. Dan akhirnya, mama yang mengalah dan pergi ke pasar bersama bibi ine. Aku masuk ke kamar dan semakin penasaran. Aku mengambil cermin berukir itu dan menaruhkan wajahku tepat di depan cermin itu. “Apa yang berguna darimu cermin? Apa kau menguntungkan untukku?”

__ADS_1


Seorang anak kecil berambut pirang panjang, matanya yang cokelat membuat setiap orang yang melihatnya merasa ingin berteman. Dialan Salsabila, anak seorang penyihir jahat. Namun, Salsabila sangat bertolak belakang pada perilaku ibunya. Hingga pada suatu hari, salsabila dipaksa sang ibu untuk berlatih menjadi penyhir yang jahat. Yang akan menguasai hutan belantara di desa ini. Salsabila menolaknya dengan lantang, sang ibu pun marah padanya dan memasukkannya ke dalam cermin ukir-ukiran yang aku temukan di rumah besar itu. Salsabila merasa kesepian berada di dalam cermin itu sendirian. Hingga ia berjanji. “Siapapun yang menemukan aku atau cerminku, mereka akan menemaniku dalam cermin itu”.

__ADS_1


Tiba-tiba semuanya menjadi gelap. Dan aku tidak dapat melihat apapun juga.

__ADS_1


__ADS_2