
Sore itu, di tengah kesunyian. Dia mengalami hal yang selalu dia alami. Hal yang selalu menganggunya. Hal yang selalu mengusik hidupnya. Hal yang selalu menghantuinya.
"Tolonggg,"
"Tolooonggg,"
Suara itu terdengar lirih namun menggema di kedua telinga.
"Jiuming aaAAAA!!!!!" (Tolonggggg aaAAAA!!!!!!!)
"Ahhhgg!!"
Dia tersentak terbangun dengan mata yang ternyalang. Telinganya seperti tertusuk benda yang tajam. Suara itu, benar-benar membuat gendang telinganya sakit. Suara yang ntah dari mana.
"Hagg Haggg,"
Suara nafasnya menujukan bahwa dia begitu ketakutan. Dia tertekan, dia begitu sangat gelisah.
Dia selalu terbangun dari tidurnya. Seakan sudah sangat muak dengan apa yang ia alami di setiap dia memejamkan mata.
Semua itu berawal dari kejadian 2 Tahun yang lalu. Di mana terjadi sebuah ledakan hebat dari salah satu gedung di Kota Sanghai. Yang mengakibatkan dia harus salah satu bola matanya.
Dia beruntung, mendapatkan sebuah donor kornea mata, dari salah satu korban insiden ledakan malam itu. Dokter harus bertindak cepat saat itu juga. Menyelamatkannya, atau membiarkan dia hidup dan buta selamanya. Terlebih lagi, ada sebuah praktek ilegal di dalam itu semua.
Berjalan waktu, dia, Aikha, akhinya mendapatkan lagi penglihatannya. Walau penglihatannya belum sepenuhnya sempurna. Dia memutuskan untuk kembali pulang ke Indonesia. Dia juga terpaksa memutuskan kontrak kerjanya, dengan salah satu Agensi penyalur tenaga kerja. Karna keputusannya itu. Dia di denda ratusan juta karna memutuskan kontrak dengan Agensi tersebut.
Aikha di mintai ganti rugi rumah sakit selama dia di rawat di Sanghai. Dia juga harus membayar denda ke Agensi yang tak sedikit jumlahnya. Aikha terpaksa menjual semua hasil kerja kerasnya selama ini demi menutupi denda dan ganti rugi yang Agensi layangkan. Walau begitu dia belum sepenuhnya bisa membayar semuanya.
Berjalan 2 Tahun kepulangannya di Indonesia. Penglihatannya pun mulai berangsur normal, bahkan di luar normal. Sejak penglihatannya mulai normal. Dia mengalami hal-hal yang di luar nalar. Bahkan memori 2 Tahun yang lalu. Terus menghantui setiap tidurnya. Seakan, dia harus mengingat tragedi yang mengerikan itu kembali.
...(Shanghai saat ini)...
...----------------...
Tin!!
Tin tin!!
Tinnnnnnnn!! (bunyi takson motor dan mobil).
"Halo. Ya. Hah!! Halo?!" Telpon langsung terputus. "Hais!" sergah seorang pemuda bergegas menaiki bus yang akan dia tumpangi.
Pemuda itu pergi kesalah satu kantor TV Swasta tempat dia bekerja. Dia adalah seorang fotografer sekaligus kameramen di tempat ia bekerja. Dia bergabung bekerja di sebuah Stasiun Televisi Swasta, tak lain hanya karna ingin menyelidiki sebuah kasus ledakan, yang terjadi di sebuah Apartemen mewah yang berada di Kota Sanghai 2 Tahun yang lalu.
"Hai, Kong. Tumben baru datang." sapa seorang pegawai.
"Ah ya." sahutnya tersenyum ramah.
__ADS_1
Pemuda itu langsung bergegas duduk di meja kerjanya. Dia membuka sebuah Map besar yang berisi selembaran-selembaran kertas surat kabar 2 Tahun yang lalu. Berkas-berkas itu adalah berkas catatan kasus ledakan yang membuatnya berada di tempat ini. Walau kasus itu sudah di tutup oleh pihak kepolisian. Tapi untuk Lee Chen Kong kasus itu harus dia pecahkan.
Kong mengambil selebaran potongan surat kabar yang sudah usang. Di sana tertulis tragedi ledakan yang mengerikan saat itu.
...----------------...
...LANTAI 113 APARTEMEN DAIMOND TERJADI LEDAKAN!! ...
Sebuah ledakan hebat terjadi di Apartemen DAIMOND yang memiliki lantai 120. Ledakan itu terjadi di lantai 113, yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban. Sekitar 87 orang meninggal, dan 9 orang selamat dengan luka yang cukup parah. Beberapa penghuni dan pegawai Apartemen cidera ringan karna proses evakuasi. [26, Juli, 2018]
...----------------...
Kong mengambil lagi selembaran potongan surat kabar dari map besar si hadapannya.
...----------------...
2 korban luka parah akhinya meninggal dunia. 3 masih dalam keadaan kritis.
...----------------...
Dia mengambil lagi sebuah selebaran kertas di mejanya.
...----------------...
3 korban kritis di nyatakan meninggal dunia. korban meninggal kini berjumlah 92 orang.
...----------------...
...----------------...
4 korban kritis di nyatakan sembuh setelah menjalani orpasi dan perawatan.
Mereka terdiri dari 1 batita berusia 3 Tahun dan 1 orang pengasuhnya berusia 25 Tahun, yang menghuni lantai 113 No.450. Dan 2 lamsia pasangan suami istri Chen Ye dan Su Cai berusia 58 Tahun dan 60 Tahun, yang tinggal di lantai 115.
...----------------...
...----------------...
...MISTERI LEDAKAN DAIMOND 113...
Menurut Rumah Sakit Sanghai, salah satu korban yang berada di lantai 113 di curigai meninggal sebelum insiden ledakan terjadi. Di kuatkan dengan hasil otopsi yang di lakukan pihak rumah sakit yang menemukan luka geratan pada leher korban.
Korban saat di temukan berada di dalam Bathup kamar mandi dengan posisi terendam dalam air.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...APARTEMEN "JIA LI CU" MELEDAK DAIMOND LANTAI 113...
Apartemen milik Jia Li Cu atau yang akrab di panggil Jia itu meledak pada pukul 05:23 dini hari. Artis sekaligus Model cantik yang sedang naik daun itu di temukan tanpa busana dalam kamar mandi miliknya. Dalam kasus ini, pihak kepolisian masih belum menemukan penyebab kematian Jia. Namun, di perkirakan, tragedi ledakan itu ada kaitannya dengan kematian Jia. [29. Juli. 2018]
...----------------...
"KONG!!" serga Lee Wan Su, rekan kerja Kong.
"Hahhg!! Ngagetin aja!" seru Kong terkejut.
"Hai. Ayolah, lupakan saja kejadian itu. Walau bagaimana pun Jia sudah tenang di Alam sana." ucap Wan Su.
Kong hanya terdiam merapikan lembaran-lembaran kertas di mejanya. Dia tidak menghiraukan ucapan temannya itu. Baginya, kasus itu sangatlah penting baginya.
"Hei. Ayolah, lebih baik nanti malam kita ke Clup. Kita cari yang segar-segar malam ini." tutur Wan Su merangkul Kong duduk di meja kerjanya.
"Aku ada kerjaan." ucap Kong pergi meninggalkan Wan Su.
"Hei!! Sampai kapan kau akan begini!!" sergah Wan Su berusah membujuk Kong yang sudah jauh di hadapannya.
Kong bergegas pergi dari kantornya. Dia tak menghiraukan sedikit oun perkataan sahabatnya itu. Baginya ada pekerjaan yang penting dari itu yang harus dia selesaikan segera.
...(Panti jompo)...
...----------------...
"Sebentar akan saya panggilkan." ucap seorang suster.
Tak berapa lama, suster itu datang bersama seorang nenek yang terlihat sudah berumur. Nenek itu duduk di kursi roda yang berlahan mendekat. Melihat kondisi nenek itu, Kong tak yakin dengan apa yang dia harapkan.
"Nenek, aku pergi dulu ya. Silahkan tuan." ucap suster itu meninggalkan mereka berdua.
Kong hanya diam melihat kondisi nenek itu. Tangan nenek itu bergerak tak berhenti karna faktor usia. Pandanganya tertuju ke suatu tempat seakan memperhatikan sesuatu. Kong sempat menoleh ke arah tempat yang nenek itu lihat. Tapi dia tak menemukan sesuatu di sama.
"Nyonyah Chen Ye." ucap Kong memulai pembicaraan. "Anda masih ingat denganku?" tanya Kong.
Nenek itu seakan tak mendengar apa yang di ucapkan oleh Kong. Kong mengluarkan sebuah map dari dalam tas ranselnya. Dia memgambil selembar foto dari dalam map itu.
......................
"Terimakasih." ucap Kong kepada seorang suster yang berlahan mendorong nenek itu menjauh darinya.
Kong merasa kecewa karna tak mendapatkan informasi sedikit pum dari nenek itu. Kong merasa heran saat melihat nenek itu berbalik melihatnya dan melambaikan tanganya dengan senyuman yang manis. Kong membalas lambaian tangan itu dengan senyuman yang ramah.
Kong bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Harapan Kong dari korban yang selamat itu adalah nenek itu. Karna suaminya yang juga selamat dalam insiden itu sudah meninggal karna faktor usia. Dia tidak mungkin bertanya kepada balita yang saat kejadian itu masih berumur 3 Tahun. Kecuali 1 orang lagi. Yang menjadi harapan besar dari Kong.
...****************...
__ADS_1