Lakon

Lakon
HELP (Gangguan)


__ADS_3

Jaka menatap Karin yang duduk tepat di sampingnya. Mereka pun saling bertatap-tatapan satu sama lain. Tak lama, mereka bangkit dari duduk mereka. Mereka menuju ke depan kamar mandi. Mereka berusaha mengintip dari cela bawah kamar mandi. Jaka dan Karin saling bertatap-tatapan satu sama lain, saat melihat sesuatu dari dalam sana.


Ngekkkkkk!


Pintu kamar mandi pun terbuka. Kong kebingungan melihat Karin dan Jaka yang menunduk di depan kamar mandi. Karin pun salah tingkah melihat Kong yang hanya memakai celana tanpa sehelai baju.


"Aduh mana ya?! Eh Jaka! Udah nemu belom?!" Karin berpura-pura mencari sesuatu.


Jaka berdiri tegak, dia menatap Kong dengan santai. "Gantian," ucap Jaka meraih handuk dari kepala Kong dan melesat masuk ke dalam kamar mandi.


"Kau cari apa?" tanya Kong.


"Ahh hilang! Ini semua karna Jaka. Sudahlah, aku mau tidur." gerutu Karin.


Kong yang tak di perdulikan bergegas menghampiri ranselnya. Dia mengambil baju dari dalam ranselnya. Tak sengaja map yang berisi rangkuman tragedi terjatuh dari dalam tasnya. Karin bergegas meraih map itu. Dia tertegun melihat selembaram foto cantik yang keluar dari map itu.


"Seperti pernah lihat," batin Karin.


Kong meraih foto itu.


"Dia siapa?" tanya Karin.


"Kau tak perlu tau."


"Heh! Aku di sini ingin membantumu, walau sebenarnya karna sahabatku." tutur Karin. "Kau mencari Ai karna tragedi ledakan itu kan. Dan aku juga ingin cari tau siapa yang mendonorkan mata kepada Ai."


"Mata?!" Kong terkejut.


"Ai cidera pada matanya. Dia mendapat donor mata. Ada sesuatu yang aneh dari dirinya," ungkap Karin.


"Aku tak mendapat info itu. Bisa kau ceritakan semua yang kau tau. Sebentar," Kong mengambil camerannya untuk merekam pernyataan Karin.


Karin ternyalang melihat sesuatu. Dia bergegas pergi ke kasurnya seolah ketakutan. "Aku mau tidur. Slamat malam,"


Kong yang melihat itu merasa kecewa kepada Karin. Namun dia tak bisa menyakahkannya, karna memang itu sudah larut malam.


"Di siniiii..," Suara desahan seorang wanita menggangu Jaka yang sedang mandi.


Jaka merasa terganggu dengan suara-suara bisikan wanita yang terdengar tidak jelas itu. Dia merasa sangat kesal. Jaka lalu meraih handuk dan bergegas keluar kamar mandi dengan keadaan masih basah.

__ADS_1


"Asem, di tinggal adhos malah ...," Jaka tertegun melihat Karin tidur di ranjang sebelah. Sedangkan Kong juga sudah tidur di ranjangnya sendiri.


Jaka merasa bingung, mereka berdua terlihat sudah terlelap. Jika suara itu bukan dari mereka berdua. Lalu dari siapa?! Jaka yang menyadari bahwa itu hotel yang bisa saja tidak kedap suara. Tak menghiraukan suara-suara bisikan yang mengganggu telinganya itu. Dia kembali ke dalam kamar mandi untuk mengambil bajunya. Jaka yang tengah memakai celana di buat terkejut dengan pintu yang tetiba tertutup sendiri.


Brakkkk!


"Hah!!!"


Jaka hanya diam memandang pintu di belakangnya itu. Dia mebereskan pakaiannya lalu bergegas keluar. Namun pintu kamar mandi tak bisa di buka.


"WOY! BUKAK!!! WOY!" Jaka berusaha mendobrak pintu kamar mandi. "WOYYYYY!!!!"


Berkali-kali Jaka berteriak. Namun tak ada yang mendengar. Pintu pun tak mau di buka. Tetiba lampu berkedip-kedip dengan sendirinya. Jaka di buat tertegun dengan itu. Barang-barang di kamar mandi pun satu per satu berjatuhan. Suara bisikan-bisikan itu kembali mendengung di telinga Jaka. Jaka menyadari. Itu bukan suara bisikan dari manusia.


"Sial!" Jaka terus berusaha membuka pintu kamar mandi. "WOYYYY BUKAAAA!!"


Karin dan Kong terlihat terlelap tidur di ranjang mereka masing-masing. Seolah kamar itu kedap akan suara dari kamar mandi. Benarkah demikian?! Padahal suara kemricik air saat Kong membersihkan dirinya tadi. Dapat kedengaran dengan jelas. Namun tidak untuk teriakan Jaka.


Tak lama, Karin bangun dari tidurnya. Dia ingin buang air kecil. Pas membuka pintu kamar mandi. Dia terkejut dengan Jaka yang ketakutan di dalam kamar mandi. Jaka yang melihat pintu kamar mandi sudah terbuka langsung berlari tunggang langgang dari kamar itu. Karin yang melihat Jaka bersikap aneh pun merasa bingung. Dia berusaha mengejar Jaka keluar hotel. Sampi di depan Hotel. Jaka kebingungan mencari taksi.


"JAKA!!!" Karin berlari ke arah Jaka. "Kamu kenapa, hah?!"


"Tugasku selesai," Muka Jaka masih terlihat ketakutan dan bingung.


"Wedhosss!! Aku lagi pisan iki ngadepi demet Cino. Ra kodhal aku," (Kambinggg!! Aku baru pertama kali menghadapi hantu Cina. Gak bisa aku,) ungkap Jaka.


Karin yang mendengar itu terkejut.


"Setan!! Aku ra popo di pecat! Kowe ngati-ati ae," (Setan!! Aku gak apa di pecat! Kami hati-hati aja,) Pesan jaka berlari menghampiri sebuah Bajai.


Karin masih tertegun. Dia tak bisa menahan Jaka. Dia juga penasaran apa yang terjadi kepada Jaka. Karin bergegas kembali ke kamar hotelnya. Dia melihat Kong masih tertidur lelap. Karin mencoba melihat kamar mandi. Kamar mandi yang terlihat biasa saja seperti kamar mandi pada umumnya. Tak ada yang aneh.


Ngekkkk.


Karin terkejut. Dia menoleh kebelakang. "Hah?!"


"Sedang apa kau?!" Kong sudah berdiri di belakang Karin dengan lesu. "Aku mau kencing. Minggir."


"Aku dulu," Karin menutup pintu kamar mandinya. Dia lalu buang air kecil yang tertunda karna Jaka tadi.

__ADS_1


Kong yang melihat Jaka tidak ada di ranjangnya pun penasaran. Dia mecoba mencari Jaka.


"Jaka mana?!" tanya Kong kepada Karin yang baru keluar dari kamar mandi.


"Pulang,"


"Pulang?!"


"Dia kembali ke Jogja. Katanya tugasnya udah selesai," jelas Karin.


"Oh," Kong bergegas ke kamar mandi.


Karin yang melihat Kong ke kamar mandi. Dengan penasaran meraih Map di dalam tas Kong. Dia melihat selembaran-selembaran surat kabar yang Kong kumpulkan. Karin mencocokan satu sama lain.


"Jia Li-Cu?!" gumam Karin.


"Dia seorang artis terkenal. Dia salah satu korban ledakan itu. Anehnya. Dia meninggal bukan karna ledakan. Dia di temukan tewas tenggelam di bak kamar mandinya dengan kondisi yang mengenaskan." tutur Kong.


Karin meraba dengan berlahan lembaran demi lembaran. Dia memejamkan matanya. Seolah Karin menembus dimensi waktu. Dia melihat potongan-potongan memori lalu dalam selembaran-selembaran itu. Karin terkejut saat melihat seorang wanita tanpa busana berlenggak-lenggok di atas ranjangnya.


"Hah!!" Karin membuka matanya.


"Kenapa?!" Kong terkejut.


"Ah!" Karin terkejut melihat sosok di bekalang Kong yang cepat sekali menghilang.


"Ada apa?!" Kong melihat kebelakang mencari tau apa yang Karin lihat.


"Ah. Aku lupa makan. Bukankah kita belum makan. Aku lapar," Karin mengalihkan perhatian Kong.


"Oh, maaf. Aku sampai lupa." tutur Kong.


......................


Keesokan harinya, Karin terus menghubungi Aikha. Namun tak ada jawaban. Sampai telponnya pun di angkat. Namun buka suara Aikha yang dia dengar.


"Ini siapa?!" tanya Karin.


"Saya suster di rumah sakit ini. Pemilik ponsel ini sedang di rawat di rumah sakit ini ...,"

__ADS_1


Karin dan Kong bergegas menuju ke salah satu rumah sakit di Jakarta. Sampai di sana, Karin melihat sahabatnya itu terbaring dengan kedua mata yang di perban. Namun bukan itu yang menjadi perhatian Karin. Tapi, kedua tangan Aikha yang terikat layaknya pasien rumah sakit jiwa.


...****************...


__ADS_2