Lakon

Lakon
HELP (Mengungkap)


__ADS_3

"Wan Su,," Karin terlihat memikirkan sesuatu. "ASTAGA!! Wan Su!!" panik Karin.


"Ada apa?! Ada apa dengan Wan Su?!!" kaget Kong.


Karin masuk ke rumah Wansu. Dia dengan panik mencari di mana Wan Su dan Aikha berada. Kong yang belum paham maksud Karin, mengikuti Karin dengan terus meminta penjelasan.


"Apa yang kau tau?! Katakan sebenarnya." todong Kong.


"Jia! Aku yakin Jia sudah ada di dalam tubuh Aikha. Kenapa aku tak menyadarinya?! Dasar bodoh!!" panik Karin. "Sejak kita sampai di sini, Aikha bersikap aneh, seolah tak terjadi apa-apa. Aku lupa bahwa mata Aikha sekarang adalah bagian tubuh Jia. Itu artinya, hanya dengan kita membawanya ke sini. Kita sudah memanggil Jia."


"Tunggu!" Kong mengingat sesuatu.


...(Flashback)...


...----------------...


"Pagi King, pagi Wan,"


...----------------...


"King ...," Kong termangu. "Kau benar!! Hanya Jia yang memanggilku dengan sebutan King," ungkap Kong.


"Kita harus segera menemukan mereka!" Karin berlari.


Kong pun ikut berlari menuruni gedung. Mereka harus cepat menemukan Aikha dan Wan Su. Karin khawatir, jika terjadi sesuatu kepada sahabatnya itu. Apa lagi, jika memang benar Wan Su lah pemilik tato naga itu. Berarti Wan Su lah pembunuh Jia dan pelaku peledakan gedung itu. Karna memang lelaki pemilik tato itu lah yang terlihat mencekik Jia dalam terawangan Karin.


"Ahhh... ahh,,"


Bisikan manja membelai dengan lembut gendang telinga orang yang mendengarnya. Lekuk tubuh berkulit putih itu dengan lembut di jamah jari-jemari yang penuh dengan birahi. Tubuh indah tanpa sehelai kain, melambai dengan manja menyambut jiwa untuk memuaskan nafsunya.


"Ahh!" Karin jatuh tersungkur.


"Kau tidak apa-apa?!" Kong menghampiri dan membantu Karin berdiri. "Hidungmu berdarah,"


"Aku tidak apa-apa. Aku hanya sedikit lelah," elak Karin.


Sebenarnya, Karin mengeluarkan tenaga dalamnya dengan maksimal mungkin untuk melacak di mana keberadaan Aikha. Hanya saja, karna tak ada yang bisa di lacak. Karin merasa kesulitan. Seperti seekor anjing pelacak. Karin butuh sesuatu dari Aikha untuk mencari di mana jejak terakhirnya.


"Di sana ada penjual makanan. Kau tunggu di sini, aku akan tanya pada mereka," Kong berlari ke pedagang kaki lima yang berjualan di depan gedung.


Karin mengingat kalung persahabatan yang Aikha berikan waktu kecil dulu. Kalung yang mungkin sudah mulai luntur ikatannya dengan Aikha. Tapi itu barang yang saat ini Karin punya untuk melacak di mana Aikha.


"Aku harus melakukannya. Harus,," tekat Karin dalam hati.


Karin menggenggam kalung yang dia kenakan dengan sekuat tenaga. Dia memejamkan matanya. Dia memfokuskan pikirannya terhadap Aikha. Dia, berusaha sekuat tenaga untuk mencari di mana Aikha.


...(dalam trawangan Karin)...


...----------------...


"Siapa namamu?!"


"Namaku Karin,"


"Namaku Aikha. Kamu mau gak jadi temanku?!"


"Mau,"


"Kita main ke sana yuk,"


"Ayuk,"


"Ha ha ha ha..."


"Ha ha ha.."

__ADS_1


...----------------...


"Karin!!! Selamat ulang tahun ...,"


"Kita sahabat, selamanya!"


"Hi hi hi,"


"Ini untukmu. Kau harus janji selalu memmakainya, okay,"


"Okay!! Makasih Ai,"


...----------------...


"Aku mau kerja ke Hongkong,"


"Kau yakin?!"


"Hanya ini yang aku bisa. Kau terus sekolah ya. Kejar cita-citamu jadi polisi. Okay!"


"Ha ha ha, pasti,"


...----------------...


"Apa ini?!"


"Kamu harus terima. Karin, kau harus terus sekolah okay. Jangan sepertiku. Gajiku besar di sini, itu hanya uang jajanku saja. Tenang saja,"


"Kamu,,"


"Ayolah kitakan sahabat,"


"Ha ha ha,"


...----------------...


Karin tersentak bangun dalam tidurnya.


"Arinn!"


"Bu De, ada apa?!"


"Gedung Aikha meledak,"


...----------------...


"Kau terlihat berbeda.."


"Kenapa? Karna mataku? Mataku jadi cantikkan?! Belok gitu,"


"Yee-a, ta-pi ...,"


...----------------...


"Karinnnnnn!!!!!"


"Karinnnnn..."


"Karinnnnnnn..."


"Karinnn..."


"Tolong karinnnnnn!"


"Karinnn.."

__ADS_1


"Tolonggggg..."


"KARINNN!!!!"


"Ahhhh!!! Karin tersentak membuka matanya.


Suara teriakan dan bisikan itu mendengung di telinga dan pikirannya. Karin ternyalang melihat sesuatu dalam ingatannya. Dia melihat seorang wanita yang tak lain Jia, sedang bersetubuh dengan seorang pria, yaitu Wan Su. Karin kembali mencoba menerawang lebih jauh lagi.


...(dalam trawangan Karin)...


...----------------...


"Aku hamil,"


"Tak masalah, kau sebentar lagi menikah dengan Kong."


"Tapi aku mau menikah denganmu," Jia memeluk tubuh Wan Su dengan lembut. "Tau harus tanggung jawab,"


"Bertanggung jawab?! Kau pikir aku bodoh! Wanita sepertimu bisa tidur dengan siapa saja. Apa buktinya itu anakku,"


"Jaga mulutmu! Hanya kau selama ini yang menikmati tubuhku!"


"Bodoh, kau pikir aku percaya. Murahan tetap saja murahan!"


"Aku akan membongkar semua kebusukanmu!! Kau pikir aku tak tau, kau berteman dengan Kong, hanya untuk mendekati adiknya dan merebut semua hartanya."


Wan Su meraih dagu Jia. "Miliknya. Kau juga," Dia bangkit dari baringnya. "Aku bisa mendapatkan semua yang aku mau, termaksud tubuh murahan sepertimu,"


"Kurang ajar!" Jia melempar gelas ke arah Wan Su.


"Sialan!" Wan Su tersulut emosi. Dia menghampiri Jia. Wan Su menindih tubuh Jia dan mencekiknya kuat-kuat. "Rasakan ini. Wanita murahan,"


Jia pun akhirnya meregang nyawa di tangan Wan Su. Wan Su yang panik bergegas mengenakan pakaiannya. Dia megotong tubuh Jia dan mebenamkannya di bak kamar mandi yang sudah dia penuhi oleh air. Wan Su juga memotong kabel gas yang ada di dapur Jia. Sebelum pergi dari apartemen Jia. Wan Su menaruh sebuah lilin yang menyala di atas ranjang Jia. Wan Su yang akan melarikan diri sebelum gas menyambar lilin di ranjang Jia. Bertemu Aikha yang menggendong seorang anak kecil. Di sana juga ada 2 korban selamat yang lainnya. Aikha dan ke 2 lamsia itu. Ingin pergi ke atas gedung menikmati senja dan menyambut pagi yang indah. Baru sampai di atas gedung. Terjadi sebuah ledakan hebat yang menghancurkan apartemen Jia. Api dengan cepat menyambar bangunan dari lantai ke lantai.


Aikha yang berada di atas gedung. Berinisiatif membocorkan semua penampungan air. Seluruh atap gedung di genangi oleh air. Itu sebabnya Aikha, bersama anak asuhnya dan ke dua lamsia itu. Selamat dari kebakaran.


"Tolongggggggg,,"


"Tolong,"


"Tolongggg.."


...----------------...


"Hahghhhh!!!" pekik Karin tersadar.


Karin bangkit dari duduknya. Dia sempoyongan berjalan menuju parkiran. Kong bergegas menyusul Karin dan membopongnya masuk kedalam mobil.


"Apartemen. Jia," tutur Karin dengan terengga-enga.


Karin melihat Aikha sedang duduk tanpa busana di atas tubuh Wan Su. Berlenggak-lenggok memuaskan nafsunya. Hanya saja, wajah Aikha. Tanpa bola mata.


"Kita harus cepat," titah Karin.


Sesampainya di apartemen yang separuh penghuninya hampir pindah itu. Karin sekuat tenaga naik ke lantai 113.


"Ahh!!! Jangan mengigit seperti itu. Kau ini nakal juga ternyata. Aku suka wanita sepertimu." goda Wan Su memeluk tubuh Aikha.


"Kau selalu suka tubuhku," bisik Aikha.


"Bagaimana bisa?! Kita baru melakukannya kali ini bukan?!"


"Nikmatilah malam terakhirmu," Bisik Aikha menggigit telinga Wan Su dengan manja.


"Tak akan aku lewatkan, sayang." sahut Wan Su membalas godaan Aikha.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2