Lakon

Lakon
HELP (Balas Dendam - Last)


__ADS_3

"Ahh ...,"


"Ahh ...,"


Suara lembut itu memecah kesunyian di lantai yang sudah tak berpenghuni itu. Lantai yang hampir seluruhnya hitam terbakar. Suram, lembab, pengap, membuat siapa saja yang berada di sana pasti akan merinding ketakutan.


"KAU?! SIAPA KAU????! KENAPA AKU ADA DI SINI?!" Wan Su ketakutan saat menyadari siapa sosok yang duduk di atas tubuhnya itu. "PERGI!! PERGI! PERGI DARI TUBUHKU! TOLONGGGGGG!!!"


Aikha tersenyum lebar dan semakin lebar di atas tubuh Wan Su. Mata Aikha berlahan mengeluarkan darah segar. Senyumnya begitu mengerikan. Jari jemari dengan kuku yang hitam panjangnya, dengan mudahnya menggores kulit Wan Su.


"AHHHHH!!!"


"TOLONGGGG!!!!!"


"SAKITTTT!!!"


"JANGANNN!!!"


Aikha mecengkram rambut Wan Su. Dia menyeretnya membawa ke lantai atas. Aikha berlenggak-lenggok berjalan menyelusuri lorong tanpa selehai kain sedikit pun. Kulit Wan Su yang sudah tergores oleh kuku. Meninggalkan bercak darah di sepanjang lantai. Wan Su terus meronta kesakitan. Dia memohon dan terus berusaha agar lepas dari cengkraman Aikha. Namun Aikha begitu kuat, seakan tubuh Wan Su bukan apa-apa baginya.


"Ahh!" Kain jatuh tersungkur karna lelah.


"Kau tidak apa-apa?! Kau di sini saja. Biar aku yang ke atas." tutur Kong.


"Tidak, aku harus ke sana."


Sampai di lantai 113, baru mereka ingin masuk ke Apartemen Jia. Karin melihat bercak darah di sepanjang lorong.


"Aikha!" Karin berlari sekuat tenaga mengikuti kemana arah bercak darah itu.


Karin dan Kong terus mengikuti bercak darah yang seakan tanpa ujung itu. Mereka menyelusuri tangga dan sampai di sebuah pintu. Tanpa pikir panjang, Kong mendobrak pintu itu. Terlihat Aikha yang sudah berdiri di ambang gedung. Dia menggantung tubuh Wan Su hanya dengan sebelah tangannya.


"Jia," seru Kong. "Hentikan!"


Aikha menoleh ke arah Kong. Terlihat bola mata yang sudah tak ada di tempatnya, dengan darah yang bercucuran kemana-mana.


"Dia bukan Jia," ungkap Karin.


"Aikha?!"


"Bukan."


"KONG! TOLONGGG!!! MAAFKAN AKU KONG! MAAF!!" Wan Su terus meronta.


Karin menatap tajam sosok yang jauh di hadapannya itu. Aikha melepaskan cengkramanya dari tubuh Wan Su.


"AHHHHHH!!!!!!"


Tubuh Wan Su terjatuh begitu saja ke dasar gedung. Aikha yang tanpa sehelai kain yang menutupi tubuhnya. Terlihat berlenggok mendekat ke arah Kong. Karin memperhatikan ke sekelilingnya. Dia mengambil ancang-ancang dan menghantamkan siku tangannya ke kaca jendela.


PRYANGGG!!


Karin mengambil sebuah pecahan kaca dan menyayat telapak tangan sebelah kirinya. Dia juga melukai telapak tangan sebelah kanannya.


"Tiang sepuh, tulong! Tulong. Trimo geteh iki gho ganti nyowo lan rogo kui," (Orang tua, tolong! Tulong. Terimalah darah ini untuk mengganti nyawa dan raga itu,) Karin menatap tajam Aikha.

__ADS_1


Darah segar mengalir deras dari tangan Karin. Sebelum mendekat ke arah Kong yang berdiri terpaku. Karin berlari dengan cepat menghantam tubuh Aikha hingga jatuh terlentang.


"AHH!" Kong terkejut melihat itu. "Karin!" seru Kong.


Karin menoleh ke arah Kong. Mata Karin berubah menjadi hitam pekat. Hanya pupil yang berwarna putih seakan menyala dalam gelapnya mata Karin. Sorotnya begitu tajam. Pasti membuat siapa saja yang melihatnya merinding di sekujur tubuhnya.


Karin menghantamkan tangan kanannya ke dada Aikha. Aikha meraung meronta. Tangan kirin Karin mencekik leher Aikha untuk menahannya agar tak melawan. Semakin lama, tangan Karin semakin dalam masuk ke tubuh Aikha. Sungguh di luar nalar manusia. Apa itu sulap, atau yang yang lainnya?!


Terlihat jelas Karin yang susah payah menarik sesuatu dari tubuh Aikha. Sesuatu yang berwarna hitam. Sesuatu yang entah itu apa. Karin melemparkan gumpalan hitam itu hingga terhempas jauh ke belakangnya. Seraya itu, Aikha merauh kesakitan.


"MATAKU, MATAKUUUUUU!!!!!" teriak Aikha menutupi kedua matanya.


Karin menyingkirkan kedua tangan Aikha dari matanya. Karin memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya. Darah itu dengan deras membanjiri wajah Aikha. Aikha meronta kesakitan hingga tak sadarkan diri.


Melihat Aikha yang sudah tenang. Karin berbalik mperhatikan gumpalan hitam itu. Gumpalan hitam yang semakin lama semakin berbentuk menyerupai seorang wanita cantik.


"Jia?!" batin Kong terkejut saat melihat gumpalan itu berubah wujud.


"King,," Suara lirih itu melengking dengan lembut. "Maaf. Maafkan aku mengecewakanmu,"


Sosok Jia berlahan kembali berubah menjadi sosok yang sanagt mengerikan. Sebelum sosok itu berubah sepenuhnya. Karin dengan cepat berlari ke arahnya dan membawa sosok itu jatuh ke dasar gedung. Kong yang terkejut dengan cepat mencoba menahan Karin. Namun Kong tak dapat melakukan itu. Kong melihat tubuh Karin dan sosok itu melayang jatuh dari gedung dengan tinggi 120 lantai itu.


"Karin!!"


Kong berbalik dan berlari untuk pergi ke lantai dasar. Namun dia tertegun melihat Aikha yang terbaring tak sadarikan diri tanpa sehelai kain. Kong melepaskan kemejanya, lalu menutupkannya ke atas tubuh Aikha. Dia menggedong Aikha turun ke lantai dasar gedung.


"Akkkgggggg!!" Sosok itu meronta dengan puas di cengkraman Karin.


Karin dengan kesal menguatkan cengkramannya. Hal itu membuat sosok itu hancur hilang bagaikan debu. Karin, jatuh terhempas ke tanah.


Kong meletakkan tubuh Aikha di dalam mobil miliknya. Kong laku berlari ke sisi gedung untuk melihat tubuh Karin. Kesana kemari Kong mencari tapi tak menemukan tubuh Karin. Tak lama datang seorang satpam yang menjaga tempat itu.


"Maaf Tuan, sedang apa di sini?! Cari apa?" tanya Penjaga itu.


"Karin! Temanku terjatuh dari atas gedung," panik Kong masih terus berusaha mencari tubuh Karin.


"Tuan ini bisa saja bercandanya. Mana ada orang jatuh dari gedung masih hidup." tukas Penjaga itu tak percaya.


"AKU TAU! AKU TAU!! LALU DI MANA TUBUHNYA TERJATUH!!!" teriak Kong.


"Jadi Tuan tidak bercanda?!" panik Penjaga itu.


Penjaga itu ikut mencari di mana tubuh Karin. Kesana kemari mereka mencari, tapi tak kunjung menemukannya juga.


"Tuan! Di sini," teriak Penjaga itu. "Huuekk!! Huekk!!" Penjaga itu merasa jijik melihat tubuh yang hancur hampir tak berbentuk itu.


"Astaga!!" Kong mengusap kepalanya. "Bukan dia," Kong berlari untuk mencari tubuh Karin kembali.


Tak lama, Kong melihat tubuh Karin tergeletak di tanah. Kong berlahan mendekatinya. Kong terkejut saat melihat tubuh Karin yang masih untuh tanpa luka sedikitpun. Kong duduk dan melihat tubuh Karin lebih dekat. Benar, tak ada sedikit luka pun di tubuh Karin. Bagaimana bisa seorang bisa tanpa luka terjatuh dari gedung dengan lantai 120. Padahal tubuh Wan Su, hancur tak berbentuk. Kong semakin terheran-heran saat melihat Karin masih bernafas.


"Karin," Senyum lega Kong menyambut.


Kong meraih tubuh Karin. Dia menggedongnya masuk ke dalam mobil. Kong membawa Aikha dan Karin meninggalkan tempat itu.


"Maaf. Maaf Tuan, saya cuman di suruh jadi Biksu gadungan. Maaf," Won San.

__ADS_1


"Sudahlah Kong. Lagian orang yang menyuruhnya juga sudah mati. Biarkan Wan Su yang menghantui orang ini seumur hidupnya, haaauuu,," ledek Karin.


"Am-ampun Nona, Ampun,"


"Ha ha ha,"


"Ayo pergi," ajak Kong.


Kong dan Karin meninggalkan rumah susun itu. Kong memutuskan untuk kembali ke rumah Ibunya. Kong di sambut dengan bahagia di rumah yang selalu menantinya kembali itu.


Kong mendekati Karin yang duduk di taman bermain. "Kau yakin akan kembali secepat ini?!" tanya Kong kepada Karin.


"Tugasku sudah selesai." Karin melihat Aikha yang tengah membeli Es Cream bersama adik Kong.


Karin mengulungkan tangannya ke arah Kong. Kong tersenyum melihat wajah Karin sebelum menyambut tangannya. Karin terkejut akan hal itu.


"Apaan sih?!" Karin melepaskan tangannya. "Eeee, dasar jomblo!" Karin menoel pipi Kong. "Bayaran!" jelas Karin.


"Ha ha ha ha ha," Kong tertawa karna merasa bodoh.


"Jangan pikir deh?! Ni kalau orang cakep kelamaan jomblo gini nih. Uuu SAMSOL!" ledek Karin. "Untung kaya,"


"Hemm aku akan mengantar kalian pulang." tutur Kong.


"Kau yakin?!"


"Hemm. Jika kau tak keberatan."


"Tidak. Kau ini yang bayar semuanya." Karin berdiri dan berjalan ke arah Aikha. "Uangmu banyakan?!"


Kong pun berdiri dan mengikuti Karin. "Tidak juga,"


"Ah, bagiku banyak." Karin menyenggol tubuh Kong. "Aku boleh minta satu hal??"


"Apa?!"


"Lepaskan Jaka dari pembisnis ilegal itu. Sebenarnya dia orang yang baik. Hanya saja ... agaknya hidupnya susah." Karin memandang jauh ke atas langit. "Padahal tadinya aku mau ajak dia gabung bersamaku. Agaknya keren kalau punya tim. Tapi dia lari terbirit-birit hanya karna melihat setan telanjang," Karin tertawa kecil.


Kong tertawa kecil di sebelah Karin. "Aku boleh gabung ke Tim mu?!"


"Memang kau bisa apa?!"


"Bukannya kau bilang aku orang kaya," Kong tersenyum ke arah Karin.


"Aku pegang janjimu," Karin berlari kecil ke arah Aikha. "Hei mana es krim ku!"


"Tunggu sebentar,"


"Eh yang ini enak,"


Kong tersenyum kecil dan ikut berlari ke arah mereka. "Aku juga mau,"


...HELP...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2