
Setelah sarapan keluarga Graham selesai, Senja langsung pamit untuk pulang dengan di antar oleh Langit. Selama di perjalanan tidak ada pembicaraan antara Senja dan Langit. Keduanya terdiam membisu.
Sesampainya di rumah Senja, Senja turun dari motor Langit.
"Mau masuk dulu gak?" tanya Senja pada Langit sambil mengembalikan helm yang ia pakai.
"Gak usah deh, gue langsung pulang aja" jawab Langit sambil menatap Senja dan menerima helm yang di sodorkan Senja.
"Yaudah hati-hati di jalannya. Gak usah ngebut-ngebut bawa motornya" ujar Senja memperingati Langit.
"Hemm" gumam Langit dan langsung melajukan motornya.
Senja tak memperdulikan itu, ia langsung masuk ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum" salam Senja saat memasuki rumah.
"Waalaikum salam" jawab Suci dan Jingga yang ada di ruang tengah, tepatnya di ruang keluarga tempat biasanya mereka berkumpul dengan menonton tv.
"Dari mana loe?" tanya Jingga saat Senja telah duduk di samping Suci.
"Tempat temen" jawab Senja santai.
"Temen yang mana?" tanya Jingga lagi.
"Adalah loe gk perlu tau" jawab Senja.
"Terus loe pake hoodie siapa?" tanya Jingga penasaran.
"Temen gue" jawab Senja dan mulai bangkit menuju ke lantai atas tepat nya menuju ke kamar milik nya.
"Mah Senja ke atas dulu ya" pamit Senja pada Suci yang tampak fokus dengan apa yang ia tonton.
"Iya" jawab Suci masih tetap fokus pada layar tv tanpa memandang Senja.
__ADS_1
Senja pun berlalu meninggalkan Jingga dan Suci. Senja berjalan menuju kamarnya, sedangkan Jingga menanyai ibu nya dari mana Senja.
"Mah Senja dari mana sihh?" tanya Jingga pada Suci.
"Kan Senja tadi udah jawab dari rumah temen nya" jawab Suci tanpa menatap Jingga yang penasaran.
"Iya tau tadi Senja dah jawab tapi kan penasaran aja mah temen Senja yang mana" ujar Jingga menyandarkan punggungnya pada punggung sofa.
"Dari rumah temen kecilnya, tadi malem temen nya telfon katanya Senja ketiduran di sana" jawab Suci dengan menatap ke arah Jingga.
Jingga hanya membulatkan mulutnya dengan mengangguk saja. Setelah itu dia bangkit menuju kamar nya untuk bersiap-siap pergi kerja kelompok.
"Ya udah Jingga mau ke atas dulu ya mah" pamit nya pada Suci. Sedangkan Suci hanya menganggukkan kepalanya tanpa menoleh pada Jingga.
20 menit mereka bersiap-siap, Senja dan Jingga keluar bersamaan dari kamar masing-masing. Mereka turun bersamaan kemudian berjalan menuju ruang tengah tempat ibu mereka berada.
"Mah kita mau berangkat ya" pamit Jingga pada Suci. Suci pun mengalihkan pandangan nya pada kedua putri cantik nya.
"Naik taxi aja mah" jawab Senja.
"Ya udah. Masih ada gak uang nya?" tanya Suci.
"Masih kok mah" jawab Jingga.
"Bener masih ada kalo udah abis mamah kasih lagi?" tanya Suci memastikan takutnya nanti uang mereka habis.
"iya mamah tenang aja masih cukup kok" jawab Jingga meyakinkan ibunya.
"Ohh syukur deh nanti kalo kurang kasih tau mamah aja nanti mamah transfer ya" ujar Suci.
"Iya mamah. Ya udah kita berangkat dulu ya assalamu'alaikum" pamit Jingga mencium punggung tangan Suci.
"Assalamu'alaikum mah" gantian Senja yang mencium punggung tangan Suci.
__ADS_1
"Waalaikumsalam" jawab Suci memperhatikan kedua putrinya yang mulai menjauh.
Senja dan Jingga masuk kedalam taxi online yang mereka pesan tadi. Selama perjalanan tak ada yang membuka suara, keduanya bungkam dengan pemikiran mereka masing-masing.
25 menit mereka tempuh untuk sampai di depan rumah Langit. Mereka pun keluar dari taxi dan berjalan menuju kedalam rumah Langit.
"Assalamu'alaikum" salam mereka saat memasuki rumah Langit. Dan ternyata di dalam rumah Langit sudah ada Fajar dan Embun.
"Waalaikumsalam" jawab mereka bersamaan dan memandang ke arah Senja dan Jingga yang sedang berjalan menuju mereka bertiga.
"Udah lama nunggu?" tanya Senja kemudian duduk di tengah-tengah antara Langit dan Embun. Dan Jingga di sisi Langit juga.
"Enggak kok baru aja sampe" jawab Embun dengan menatap Senja.
"Ini juga masih nunggu Biru belum dateng" ujar Langit.
Senja dan Jingga hanya menganggukan kepala mereka saja. Tak lama setelah itu Biru pun datang dengan tiba-tiba.
"Maaf gue telat ya?" tanya Biru langsung masuk kedalam dan duduk di samping Jingga.
"Duhh ngagetin aja loe mah. Masuk rumah orang bukannya salam malah langsung nyelonong aja" ujar Fajar memukul tangan Biru karena Biru ada di samping nya.
"Hehe maaf kirain kan udah mulai jadi ya langsung aja gue masuk" ujar Biru cengengesan.
"Belum mulai kok sans aja, Senja sama Jingga juga baru dateng" ucap Embun.
"Ohh gitu. Ya udah langsung mulai aja" ujar Biru.
Mereka pun mulai mengerjakan tugas mereka. Semua mengerjakan tugas mereka masing-masing dengan sesekali berdiskusi. Mereka fokus mengerjakan tugas.
3 jam mereka mengerjakan tugas akhirnya mereka selesai juga. Mereka mengobrol sebentar sebelum akhirnya pulang kerumah masing-masing.
Senja pun ikut pulang tanpa bertemu Albert dan Lusi juga Meteor. Karena mereka masih sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
__ADS_1