Langit Senja Dan Jingga

Langit Senja Dan Jingga
Pulang Bareng


__ADS_3

Setelah selesai makan mereka masih lanjut mengobrol sampai bell masuk berbunyi.


"Kita mau kerja kelompok kapan?" tanya Fajar mengawali obrolan mereka.


"Gimana kalo pas hari minggu aja?" usul Embun.


"Boleh juga kalo mau hari minggu. Gimana setuju semua?" tanya Fajar meminta persetujuan dari semuanya.


"Setuju" jawab mereka hampir berbarengan.


"Terus mau ngerjain dimana?" tanya Jingga.


"Gimana kalo di rumah lo aja Langit?" usul Biru dan meminta persetujuan Langit untuk kerja kelompok di rumahnya.


"Boleh" ucap Langit menyetujui usulan dari Biru.


"Kalo gitu nanti loe kasih tau aja ke kita dimana alamat rumah loe. oke?" ucap Fajar memegang bahu Langit.


"hemm" jawab Langit dengan deheman.


Tak berselang lama dari obrolan mereka bell tanda masuk berbunyi. Mereka pergi dari kantin menuju ke kelas mereka. Saat telah sampai di kelas mereka duduk di bangku masing-masing.


Kemudian guru yang mengajar pada jam tersebut datang dan langsung memulai pembelajarannya.


Pembelajaran berjalan dengan lancar. Guru menjelaskan dengan perlahan dan dapat dipahami oleh semua murid. Setelah memberi penjelasan materi, guru yang biasa dipanggil pak Septo memberikan tugas kepada semua anak didik nya.


"Baiklah buka halaman 47 kerjakan soal nomor 1 sampai 5. Jika tidak selesai hari ini bisa kalian lanjutkan nanti di rumah dan kumpulkan kembali saat pelajaran bapak" ucap pak Septo memberi arahan untuk membuka buku paket mereka. Setelah memberikan tugas pak Septo kemudian keluar kelas.


"Jika sudah ada yang menyelesaikan tugas hari ini bisa langsung taruh di atas meja kerja bapak. Jangan ada yang berisik atau keluar dari kelas. Fajar jika ada yang ribut dan keluar dari kelas segera laporkan kapada bapak. Baiklah bapak tinggal ya. Selamat mengerjakan dan selamat siang" ucap pak Septo sebelum keluar kelas.


"Baik pak" sahut semua murid.


Semua langsung sibuk mengerjakan tugas dari pak Septo. Banyak yang mengeluh tentang soal yang sulit, padahal sebenarnya soal yang di berikan pak Septo sangat mudah dan baru saja di jelaskan di depan oleh pak Septo tadi.


Sekitar dua puluh menit mereka berkulat dengan tugas dari pak Septo. Bell tanda pulang pun berbunyi. Mereka segera memasukkan semua buku kedalam tas, padahal tugas dari pak Septo belum selesai. Setelah itu mereka berhamburan keluar kelas.


Senja, Jingga dan Embun menunggu taksi di pinggir jalan. Tapi taksi yang ditunggu tak kunjung datang. Hingga terdengar suara beberapa motor menghampiri mereka. Pengendara motor tersebut melepas helm mereka. Dan ternyata itu adalah Langit, Fajar dan juga Biru.

__ADS_1


"Mau bareng gak?" tanya Langit kepada mereka bertiga.


"emang kita satu arah ya?" tanya Jingga kepada Langit.


"kalian, Biru sama langit kan searah jalan rumahnya" ucap Fajar pada Jingga dan Senja.


"ohh, ya udah tapi gak ngerepotin kan kalo kita nebeng?" tanya Jingga tak enak hati jika mereka ikut dengan Langit dkk.


"enggak kok" jawab Biru dengan senyuman.


"ya udah yuk naik" ajak Langit pada Senja.


Senja langsung naik ke motor Langit setelah memakai helm yang di berikan oleh Langit. Dan Jingga naik ke motor Biru.


"Embun loe bareng sama Fajar ya" ucap Biru pada Embun.


"Eh gak usah kan gue sama Fajar beda arah jadi gue naik taksi aja" tolak Embun.


"Ya udah gapapa loe bareng sama Fajar aja" ucap Jingga membujuk Embun.


"Gapapa kan Jar kalo loe harus muter nganterin Embun dari pada dia pake taksi kan?!" tanya Biru pada Fajar.


"Beneran gapapa?" tanya Embun memastikan.


"Iya gapapa" ujar Fajar sambil memberikan helm pada Embun.


Embun pun naik ke atas motor Fajar. Dan kemudian mereka berjalan berpencar. Fajar melajukan motornya menuju rumah Embun, sedangkan Langit dan Biru melajukan motornya menuju rumah Senja dan Jingga.


Selama perjalanan Langit dan Senja hanya terlibat dengan obrolan panjang tentang beberapa tahun yang mereka jalani saat mereka terpisah. Hingga tanpa sadar merka telah sampai di rumah Senja dan Jingga.


Senja turun dari motor Langit, begitu pula dengan Jingga yang turun dari motor Biru.


"Masuk dulu yuk" tawar Senja pada Langit dan Biru.


"Gak usah deh kita mau langsung pulang aja. Ya kan Langit?" tolak Biru


"Iya kita mau langsung pulang aja masih ada urusan juga soalnya kita" ujar Langit.

__ADS_1


"Oh gitu, ya udah hati-hati di jalan ya" ujar Jingga


"Iya ya udah kita pamit dulu ya. Bye" pamit Biru. Setelah itu mereka melajukan motor mereka.


Senja dan Jingga pun memasuki rumah mereka setelah motor Langit dan Biru tak terlihat oleh mata mereka.


"Assalamu'alaikum" ucap merka ketika memasuki rumah.


"Waalaikumsalam" jawab seorang asisten rumah tangga di rumah mereka yang sering di panggil bi Nani oleh Senja dan Jingga.


"Baru pulang non?" tanya bi Nani pada Jingga dan Senja.


"Iya nih bi, kita mau langsung ke atas ya bi" ujar Senja.


"Iya non kalo mau makan sudah bibi siapin di ruang makan ya non" ujar bi Nani.


"iya bi nanti kita makan. Kita ke atas dulu ya bi" pamit Jingga dan Senja yang langsung berjalan ke atas menuju kamar mereka yang ada di lantai dua rumah mereka.


Bi Nani pun pergi menuju dapur untuk melanjutkan pekerjaan nya.


Selang 20 menit Senja turun untuk makan. Dia berjalan menuju meja makan. Saat di ruang makan Senja berpapasan dengan bi Nani yang ingin pergi keluar untuk membuang sampah.


"Bibi mau buang sampah?" tanya Senja pada bi Nani.


"Iya non. Non mau makan siang ya?" ujar bi Nani.


"Iya bi, laper soalnya" ujar Senja menyengir menunjukan deretan gigi putih nya.


"oh ya udah non, langsung ke meja makan aja" ujar bi Nani.


"Iya bi, oh ya bi mama kemana ya kok gak keliatan dari tadi?" tanya Senja penasaran karena biasanya setiap pulang sekolah dia selalu melihat sang mama.


"oh nyonya tadi pergi ke kantor tuan non, mau nganter makan siang katanya" ujar bi Nani.


"tumben" ucap Senja heran, tidak seperti biasanya sang mama pergi ke kantor papa.


"kalo gitu bibi mau buang sampah dulu ya non" pamit bi Nani.

__ADS_1


"Eh iya bi, saya juga mau ke ruang makan dulu" ujar Senja setelah itu dia melangkahkan kakinya menuju ruang makan.


Dan bi Nani pergi keluar untuk membuang sampah.


__ADS_2