
Hari sudah berganti lagi. Kini adalah hari senin hari yang paling tidak di sukai oleh para murid-murid. Karena di hari ini mereka diharuskan mengikuti upacara. Berdiri di tengah lapangan selama 45 menit, belum lagi amanat dari pembina upacara. Sangat membosankan.
Kini semua siswa/siswi Teor High School telah berkumpul di tengah lapangan guna memulai upacara. Setelah mengikuti berbagai rangkaian upacara akhirnya barisan di bubarkan.
Semua siswa/siswi bubar. Banyak yang pergi ke kantin atau ke kelas. Sudah biasa setelah selesai upacara selalu di beri waktu 15 menit untuk istirahat sebelum para guru memasuki kelas.
Sama seperti yang lain, Senja dan Langit serta teman-temannya pergi ke kantin untuk menghilangkan haus setelah upacara. Sampai di kantin mereka langsung memesan minum dan duduk di bangku kosong.
Mereka mengobrol dengan cukup asik, sampai pesanan mereka datang. Setelah cukup lama di kantin Senja dan Langit juga teman-temannya kembali ke kelas.
》》》
Waktu bergulir dengan cepat, kini sudah tiba waktu pulang sekolah. Senja dan Jingga pulang dengan di jemput oleh supir mereka.
Sesampainya di rumah Senja dan Jingga langsung pergi ke kamar masing-masing dan mengganti pakaian mereka. Setelah itu mereka makan siang di meja makan bersama. Hanya ada mereka berdua di meja makan karena Bintang dan kedua orang tua mereka belum pulang.
Setelah makan Senja dan Jingga mengobrol di ruang tengah sambil menonton.
Saat mereka sedang asik menonton dengn beberapa kali di selingi dengan mengobrol, handphond Senja berbunyi dan menampilkan nama Bintang di sana.
Senja pun pamit mengangkat telfon kepada Jingga.
"Halo" ucap Senja saat sambungan telefon telah terhubung.
"Iya kak kenapa nelfon Senja?" tanya Senja setelah mendengar sahutan dari seberang sana.
"Buku kakak yang mana?" tanya Senja lagi saat Bintang meminta untuk mengantarkan bukunya yang tertinggal.
"Ohh yang di atas meja belajar kakak" ulang Senja saat Bintang memberi tahu letak buku yang tertinggal.
"Yang warna biru ya?" tanya Senja memastikan.
"Ohh yaudah nanti Senja anterin ke tempat kakak" ujar Senja kemudian mematikan sambungan telfon mereka.
Sementar itu, selama Senja mengangkat telfon Jingga menyibukkan diri dengan memainkan handphond nya dan melihat ada buku novel yang baru saja terbit.
__ADS_1
Jingga ingin mengajak Senja untuk mencari novel tersebut karena ia ingin memiliki nya. Melihat Senja berjalan mendekat Jingga pun langsung mengajak Senja untuk mencari novel yang ia inginkan itu.
"Ja temenin gue cari novel yuk" ucap Jingga saat Senja telah berdiri di hadapan nya.
"Gue gak bisa. Gue mau ketemu sama kak Bintang dulu" ucap Senja.
"Ya udah gue ikut lo aja ya nanti abis nemuin kak Bintang kita langsung nyari" ujar Jingga.
"Gak bisa soalnya gue mau langsung pergi sma kak Bintang" ujar Senja.
"Terus gue pergi sama siapa dong?" tanya Jingga bingung.
"Ajak Embun aja" saran Senja.
"Kan loe tau sendiri Embun lagi ada acara di rumah nya" ucap Jingga.
"Ohh iya gue lupa" ucap Senja menepuk dahi.
"Ya udah loe ajak Biru aja pasti dia mau" saran Senja.
"Ya loe ajak yang lain lah" ucap Senja.
"Huhh yaudah deh gue coba ajak Biru" ucap Jingga mendengus kesal.
Melihat itu Senja hanya bisa mengulum senyum tipis, kemudian dia pergi ke atas untuk bersiap-siap. Setelah bersiap-siap Senja pergi ke kamar Bintang untuk mengambil barang yang ingin ia antarkan ke Bintang.
Saat turun Senja masih melihat Jingga yang menekuk wajahnya. Ia pun menghampiri Jingga sejenak.
"Kok masih cemberut aja. Gimana bisa gak Biru nya?" tanya Senja.
"Sebel banget kenapa pada sibuk banget sihh. Biru katanya lagi ada acara juga di rumah nya jadi gak bisa keluar" gerutu Jingga.
"Ya udah selain Biru siapa lagi yang bisa kamu ajak?" tanya Senja.
"Gada" jawab Jingga dengan wajah menyedihkan.
__ADS_1
"Emm loe ajak si Langit aja pasti dia mau" ucap Senja memberi solusi.
"Ide bagus" ujar Jingga langsung menghubungi Langit.
"Halo" ucap Jingga mengawali pembicaraan.
"Ini gue Jingga" ujar Jingga.
"Loe bisa gak nemenin gue pergi ke mall?" tanya Jingga langsung ke inti.
"Mau beli novel baru" jawab Jingga saat Langit bertanya untuk apa.
"Pada gak bisa. Senja mau pergi ketemu kak Bintang, Embun ada acara, Biru juga lagi ada acara" jawab Jingga lagi.
"Serius bisa?" tanya Jingga memastikan.
"Ya udah gue siap-siap dulu. Loe jemput aja kerumah" ujar Jingga.
"Oke. See you" ucap Jingga mengakhiri telfon.
"Gimana bisa?" tanya Senja saat Jingga telah meletakkan handphon nya di meja.
"Bisa dia mau jemput gue nanti" jawab Jingga.
"Ya udah gue berangkat ya" ujar Senja.
"Iya gue juga mau siap-siap. Loe hati-hati ya di jalan" ujar Jingga.
"Hmm iya" sahut Senja.
Senja berjalan keluar meninggalkan Jingga sendiri.
Sebenarnya Senja tidak rela jika Jingga harus pergi bersama dengan Langit, tapi ya mau bagaimana lagi. Dia bukan siapa-siapa bagi Langit. Tidak ada hak untuk melarang Langit pergi bersama Jingga.
Senja harus mencoba ikhlas jika benar nanti Jingga bersama dengan Langit. Harus rela menjadi saudara ipar bagi Langit.
__ADS_1
Untuk saat ini kebahagiaan Jingga adalah prioritasnya. Tak akan ada yang bisa mengganggu gugat keputusannya. Baik itu Langit ataupun orang tua mereka.