
Sinar matahari memasuki sebuah ruangan dan membangunkan dua gadis yang sedang bermimpi indah. mereka bangun dan menuju ke kamar mandi untuk bersiap-siap.
Setelah selesai mandi mereka turun kebawah secara bersamaan dari kamar yang berbeda yang berada di lantai atas. Mereka berjalan menuju meja makan yang sudah ada orang tua dan abang mereka.
"morning mah, pah, bang" sapa mereka mencium pipi orang tua mereka.
"morning sayang" jawab orang tua mereka.
"morning twins" sapa kakak mereka.
"sudah sayang sini sarapan dulu" kata mama Suci Alfahri.
"iya mah"jawab Senja Keira Alfahri sambil menarik kursi untuk ia duduki.
Dan saudara kembarnya Jingga kaira Alfahri duduk disebelahnya. Senja duduk disamping kakaknya Bintang Putra Alfahri. Jadi senja berada di antara Jingga dan Bintang.
Mereka pun memulai sarapan pagi mereka. Tak ada suara obrolan saat mereka makan hanya ada suara dentingan sendok dan piring yang beradu. Saat mereka selesai makan, Senja dan Jingga pergi ke kamar mereka untuk mengambil tas yang mereka taruh di dalam kamar.
Mereka kembali turun untuk berpamitan kepada kedua orang tuanya.
"mah pah Senja sama Jingga berangkat sekolah dulu ya" pamit Senja kepada kedua orang tuanya.
"ah iya sayang, hati-hati ya dijalan" kata sang mama.
"iya mah" ucap mereka bersamaan.
"assalamu'alaikum" salam mereka mencium punggung tangan dan pipi kedua orang tua mereka bergantian. Dan setelah itu mereka berjalan menuju mobil yang sudah terdapat sopir pribadi di dalamnya.
Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang menuju ke sekolahan Senja dan Jingga. Sesampainya mereka di sekolah, mereka langsung turun dari mobil dan berjalan menuju kelas mereka.
Di dalam kelas sudah terdapat sahabat Senja dan Jingga yaitu Embun Fransiska Williams.
"pagi Embun" sapa mereka kepada sahabatnya itu
"pagi juga" jawab Embun.
__ADS_1
"loe lagi apa Embun" tanya Jingga.
"lagi baca novel" jawab Embun sambil menunjukan novel yang ia baca.
"Ceritanya tentang apa Embun" tanya Senja
"Tentang cinta segitiga dan cinta bertepuk sebelah tangan" jawab Embun.
"wihh seru tuh kayak nya, nanti gue pinjam bukunya ya kalau loe udah selesai baca nya" kata Jingga antusias.
"iya nanti gue pinjemin deh bukunya" kata Embun.
"denger-denger mau ada murid baru ya" ucap Jingga penasaran
"katanya sih iya. katanya juga masuk kelas kita" kata Embun
"cowok apa cewek murid baru nya" tanya Jingga
"katanya cowok" jawab Embun
Jingga dan Embun sibuk mengobrol, sedangkan Senja dia memakai earphone nya untuk mendengarkan musik yang ia sukai sampai bell tanda masuk pun berbunyi. Senja masih belum melepas earphone nya sampai guru masuk bersama dengan satu pemuda tampan yang menjadi murid baru di kelas itu.
"pagi anak-anak" sapa bu guru (bu Rani)
"pagi bu Rani" jawab para murid serempak
"sekarang kita kedatangan murid baru. silahkan nak perkenalkan diri kamu" ucap bu Rani mempersilahkan murid tersebut untuk memperkenalkan diri.
"baik bu" ucap murid tersebut.
"perkenalkan nama saya Langit Alexander Graham, saya pindahan dari Bandung. salam kenal semua semoga kita bisa berhubungan dengan baik." ucap Langit memperkenalkan diri.
degh
Senja yang awalnya fokus kepada buku nya kini telah mendongakkan kepala nya untuk melihat pemuda yang bernama Langit tersebut. Karna dia merasa familiar akan nama Langit. Dan benar saja pemuda tersebut adalah sahabat kecil nya dan Langit adalah cinta pertama senja.
__ADS_1
Senja tersenyum tipis, dia senang dapat melihat sahabat kecil nya yang sangat ia rindukan sejak dulu.
Langit juga sangat terkejut dapat bertemu dengan sahabat kecil nya, dia tersenyum menatap Senja. Sampai Bu Rani mempersilahkan Langit untuk duduk.
"baiklah sekarang kamu bisa duduk di dekat Fajar" ucap Bu Rani mempersilahkan Langit untuk duduk.
Langit berjalan menuju meja yang di tunjukan Bu Rani. Saat ia melewati meja Senja ia tersenyum kepada Senja dan dibalas senyum tipis oleh Senja.
Langit duduk di samping pemuda tampan bernama Fajar Septio Putra yang terkenal akan kepintarannya.
Bu Rani melanjutkan pelajaran hingga bell istirahat pertama berbunyi. Bu Rani memberikan tugas untuk di kerjakan para murid di rumah.
"baiklah anak-anak sampai disini dulu pembelajaran kita hari ini. jangan lupa tugas yang ibu berikan dikerjakan. dan sekarang kalian boleh istirahat" ucap Bu Rani menutup pembelajaran.
"baik bu" ucap para siswa-siswi di kelas.
semua siswa-siswi berhamburan keluar kelas dengan berbagai tujuan. ada yang ke kantin, perpus, atau pun taman.
"Senja kamu mau ikut ke kantin gak" tanya Jingga
"enggak deh aku mau ke perpus aja" jawab Senja
"ya sudah kita ke kantin duluan ya" ucap Jingga meninggalkan Senja
"hmm iya" ucap Senja
Saat Senja ingin keluar kelas, ada yang memanggilnya dari belakang dan membuat langkah nya terhenti. Saat Senja menengok kebelakang ia melihat Langit sedang berjalan ke arah nya.
"mau kemana" tanya Langit saat dia telah tepat di hadapan Senja.
"ke perpus" jawab Senja dengan senyum manis nya yang tak pernah ia perlihatkan kepada siapapun kecuali keluarga dan sahabatnya.
"boleh ikut" tanya Langit dengan senyum nya.
"boleh" jawab Senja
__ADS_1
"yaudah yuk" ajak nya kepada Langit
"ayo" sahut Langit