Langit Senja Dan Jingga

Langit Senja Dan Jingga
Curhat


__ADS_3

Malam hari tiba, Senja berjalan menuju kamar kakaknya, Bintang. Saat di depan pintu kamar kakaknya Senja mengetuk pintu sampai terdengar sahutan dari dalam yang menyuruhnya masuk. Senja membuka pintu dan masuk ke dalam kamar kakak laki-laki nya itu.


Pandangan pertama Senja saat masuk ke kamar kakak nya adalah Bintang yang sedang berbaring di tempat tidur sambil menatapnya. Senja berjalan terus hingga dia sampai di hadapan kakaknya.


"Kenapa hm? Tumben kamu ke kamar kakak?!" tanya Bintang saat Senja telah duduk di sampingnya.


"Mau curhat" ujar Senja.


"Curhat apa hm?" tanya Bintang dan menghadap ke adik tersayang nya.


Ya, Bintang adalah tempat paling sering Senja datangi untuk bercerita. Dia selalu bercerita tentang apapun pada Bintang. Termasuk tentang Langit teman semasa kecilnya.


Tak ada yang tau bahwa dulu Langit dan Senja sering bermain bersama kecuali Bintang dan keluarga Langit. Dulu Senja sering main ke rumah Langit, maka dari itukeluarga Langit sangat mengenal Senja.


Menurut Senja keluarga Langit adalah keluarga keduanya. Dia tak pernah sungkan jika bertemu dengan keluarga Langit. Dia akan menunjukan sisi lain dari dirinya yang tak diketahui orang banyak. Seperti sifat manja dan cerewet nya.


"Ini tentang Langit" ucap Senja sambil berbaring dengan paha Bintang sebagai bantal nya.


"Langit? Kayak pernah denger. Siapa ya?" ujar Bintang sambil mencoba berfikir siapa yang sedang di bicarakan oleh adik kesayangan nya ini.


"Langit loh. Teman kecil aku dulu. Masa gak inget sih, kan aku sering cerita" ujar Senja dengan wajah cemberut dan kedua tangan menyilang di dada.


"Ohhh yang itu. Maaf kakak lupa dek" ucap Bintang sambil mengelus rambut adik kesayangan nya itu.


"Jadi gimana? Kenapa sama yang namanya Langit itu?" tanya Bintang sambil terus mengelus rambut adiknya.


"Aku ketemu lagi sama dia. Setelah sekian lama gak ketemu sama dia, tiba-tiba dia dateng lagi sebagai murid baru di sekolah" ucap Senja.


"Terus?" tanya Bintang penasaran.


"Terus tadi pas istirahat sempet ngobrol. Katanya dia kangen sama aku, dia sempet ke rumah kita yang lama mau ngecek apa aku masih di sana apa enggak. Abis itu dia anterin aku pulang" ujar Senja.


"Masalahnya dimana Senja?" tanya Bintang bingung karena dia tak tau letak permasalahannya dimana.


"Ya tadi sore dia nganterin Jingga pulang abis dari supermarket tadi. Pas Langit pulang Jingga bilang kalo dia suka sama Langit. Kan aku jadi bingung?!" ujat Senja.


"Ya kalo Jingga suka sama langit kenapa?" tanya Bintang masih belum mengerti akar permasalahannya.


"Ishh kakak nih loh gak ngerti-ngerti. Aku kan suka sama Langit dari dulu, dari kita masih kecil" ujar Senja dengan wajah cemberut dan kedua tangan menyilang di dada.


"Ohh, Langit nya suka gak sama Jingga?" tanya Bintang.

__ADS_1


"Gak tau" jawab Senja.


"Ya kalo kamu gak tau Langit suka apa enggak sama Jingga ya gak usah dipikirin" ujar Bintang.


"Ishh kakak nih loh gak peka banget. Kalo Jingga suka sama Langit aku gak akan bisa jadian sama Langit karna aku gak mau nyakitin Jingga" ujar Senja.


"Terus kamu mau nyakitin diri sendiri gitu dengan melihat Jingga deketin Langit terus?!" tanya Bintang.


"Ya gak gitu juga kakak ishh" ujar Senja bangkit dari tidurnya.


"Terus gimana?" tanya Bintang.


"Ishh Senja cerita sama kakak itu biar dapet solusi bukan bikin Senja tambah pusing" ujar nya dengan wajah cemberut.


"Ya udah kamu deketin Langit aja" usul Bintang.


"Kalo Jingga sakit hati gimana? " ujar Senja bimbang.


"Ya udah kalo gak mau Jingga sakit hati ya kamu deketin aja mereka" ujar Bintang.


"Ya kayaknya aku harus ngerelain Langit buat Jingga dan menghilangkan perasaan aku" ujar Senja.


Senja kembali membaringkan dirinya di samping Bintang dengan paha Bintang sebagai bantal. Mereka terdiam sejenak, sibuk dengan handphone masing-masing.


"Kak Senja mau tanya boleh?" tanya Senja menatap Bintang.


"Tanya apa?" ujar Bintang balik bertanya.


"Kakak punya pacar gak sih?" tanya Senja penasaran.


"Punya donk" jawab Bintang dengan pede nya.


"Kok gak pernah ngenalin ke Senja?" tanya Senja.


"Belum sempat adik ku sayang" ucap Bintang mencubit hidung Senja.


"Terus kapan mau ngenalin pacar kakak?" tanya Senja.


"Nanti kalo udah waktunya pasti kakak kenalin kok" ucap Bintang dengan mengusap kepala Senja.


"Kakak pacaran nya udah berapa lama sih?" tanya Senja terus mengintrogasi Bintang.

__ADS_1


"Sekitar satu tahun yang lalu kakak jadian sama pacar kakak" jawab Bintang.


"Ish udah lama pacaran tapi gak sempet-sempet ngenalin ke adek nya sendiri" ucap Senja dengan wajah cemberut.


"Ya dia nya yang gak mau di ajak kerumah" ujar Bintang.


"Namanya siapa kak?!" tanya Senja penasaran.


"Kepo ya kamu" ucap Bintang mencubit hidung Senja.


"ishh kakak nih lohh. Siapa kak namanya Senja itu penasaran" paksa Senja.


"Namanya Bulan Putri Abraham" jawab Bintang.


"Ohh satu kampus ya sama kakak?" tanya Senja masih penasaran.


"Kamu penasaran banget ya" ucap Bintang.


"Banget banget banget" ucap Senja menyengir menunjukan deretan gigi putihnya.


"Iya dia satu kampus sama kakak, satu jurusan malah" jawab Bintang.


"Ohhh gitu" ucap Senja menganggukkan kepalanya.


"Udah gak penasaran lagi?" tanya Bintang sambil mengusap kepala Senja.


"Masih sih tapi ya gak terlalu lah" ucap Senja menyengir kuda.


"Belum ngantuk?" tanya Bintang yang masih terus mengusap kepala Senja.


"Belum Senja masih mau disini" jawab Senja masih nyaman di posisi berbaring nya.


"Ya udah" ucap Bintang masih mengelus kepala Senja sambil bermain handphone.


Bintang masih terus mengelus kepala Senja, hingga tanpa terasa Senja terlelap tidur di kamar Bintang. Bintang yang melihat Senja terlelap pun langsung membenarkan posisi tidur Senja.


Bintang membiarkan Senja tidur di kamarnya. Dia memeluk Senja yang terlelap seperti memeluk bantal guling. Tapi sebelum Bintang terlelap menjemput mimpi dia mematikan lampu kamarnya terlebih dahulu, karena dia tau bahwa Senja tidak nyaman jika lampu kamar menyala. Dan Bintang pun ikut terlelap dengan Senja di pelukannya.


Senja dan Bintang memang dekat dari dulu. Senja sering tidur di kamar Bintang, begitu juga sebaliknya kadang Bintang yang tidur di kamar Senja. Bintang memang lebih dekat dengan Senja dari pada Jingga, walau kadang dia juga tidur di kamar Jingga.


Senja dan Jingga tidur di kamar terpisah. Walau mereka kembar tetapi selera mereka berbeda. Baik itu tentang warna, makanan kesukaan, ataupun tentang berbagai kesukaan mereka. Dan saat tidur pun Senja lebih suka di kegelapan sedangkan Jingga lebih suka tidur dengan lampu menyala.

__ADS_1


__ADS_2