
Happy reading
...🍒 Alaska ❄️...
Dia Alaska laki-laki yang menyukai indahnya senja dan mencintai tenangnya hujan. Laki-laki dengan sejuta luka yang hampir tak pernah merasakan bahagia, kebahagiaan seakan enggan mendekat dengannya, begitu juga dengan semesta yang selalu menentang seorang Alaska untuk bahagia. mereka seakan senang mempermainkan takdir seorang Alaska, senang melihat seorang Alaska memendam setiap lukanya, tak ada sandaran untuk Alaska, tak ada tempat mengadu selain tuhan yang Alaska punya. Alaska putra cakrawala laki-laki yang tak pernah mengembangkan tawa, tak pernah merasakan bagaimana rasanya bahagia, tidak pernah merasakan bagaimana dicintai dengan setulus hati, tidak pernah merasakan kasih sayang yang tulus.
Sebuah kosan dimana sang Alaska putra cakrawala tinggal, tempat laki-laki itu berteduh disaat hujan, tempat laki-laki itu melindungi diri dari sinar matahari yang panas seakan menusuk masuk ke dalam pori-pori kulit putih seorang Alaska putra cakrawala.
mengikat tali sepatunya lalu bangkit dari tempat duduk, Alaska mengambil tasnya lalu menenteng nya dibahu lebar nya. tersenyum sekilas untuk menyemangati dirinya, Alaska akan mulai masuk sekolah setelah hampir seminggu liburan akhir semester. liburnya dia habiskan untuk mencari puing-puing rupiah agar bisa memenuhi kebutuhan nya. jangan tanya kemana orang tua Alaska, karena mereka sudah direkuh oleh semesta dibawa pergi menjauh untuk sejauh-jauhnya dari dia, dimana hanya doa yang bisa dia panjatkan ketika merindukan ayah dan ibu pahlawan yang telah membesarkan nya dulu.
"ayah ibu, do'akan Alaska supaya sukses dan bisa membanggakan kalian." frasa itu dilontarkan Alaska di udara sebelum Alaska melangkah keluar meninggalkan rumah kosannya itu.
untuk seorang anak SMA akan sulit jika harus tinggal sendirian dan memenuhi kebutuhan sendiri, namun semua itu tidak bagi Alaska. laki-laki itu mencari puing-puing rupiah sendiri, membiayai kebutuhan nya, belum lagi membayar SPP sekolahnya. untung saja Alaska mempunyai IQ yang tinggi jadi dia mendapatkan Beasiswa hingga tamat SMA.
__ADS_1
laki-laki muda itu menendang-nendang kerikil jalan, langkahnya nampak sangat santai menuju sekolah. jam masih menunjukkan pukul setengah enam lebih lima menit, Alaska memang selalu berangkat pagi-pagi kesekolah, dia menyukai sekolah di pagi hari buta karena disaat itu para siswa belum ramai, Alaska membenci keramaian, dia lebih menyukai menyendiri, lebih tenang dan dia bisa fokus belajar.
Alaska mulai berjalan menelusuri koridor sekolah yang nampak sepi, hanya beberapa siswa yang berlalu lalang, ada yang sedang piket, ada juga yang hanya duduk santai.
Alaska memasuki kelasnya, ia meletakkan tasnya diatas meja lalu melangkah pergi menuju taman disebelah perpustakaan tak lupa tadi dia membawa sebuah buku mapel biologi ditangannya.
sesampainya ditempat tujuannya, yaitu tampan disebelah perpus, Alaska mendaratkan tubuhnya diatas kursi taman, ia membuka halaman buku tersebut dan mulai membacanya. suasana disekitar sana sangat mendukung, angin sepoi-sepoi menerpa wajah tampan seorang Alaska menambah karisma laki-laki itu, kulit putih, hidung mancung,mata sipit, tidak terlalu sipit juga sih, pokoknya semua yang ada didiri seorang Alaska sangat menarik. laki-laki itu mempunyai daya tarik tersendiri yang tak bisa dilihat sekilas.
......Alaska putra cakrawala......
visual Alaska putra cakrawala
..."*saya menyukai senja tapi saya tak menyukai warna jingga, saya menyukai tenang nya hujan tapi saya membenci cara hujan menangisi nasib saya"...
__ADS_1
jika typo dimaklumi.
harap saling menghargai
karya asli milik saya.
...like...
...komen...
...vote*...
...favorit...
__ADS_1