
...Happy reading...
...harap bijak yah dalam membaca....
Dia Alaska, laki-laki penyuka hujan dan pegangum indahnya senja, menurutnya senja itu indah dengan warna kuning berpadu dengan warna jingga menyalah, yah walaupun Alaska benci jingga tidak bisa dipungkiri bahwa senja tidak ada apa-apa jika tidak ada jingga sebagai pelengkap nya.
Malam ini Bandung diguyur hujan lebat, laki-laki bernama Alaska putra cakrawala sedang berada disebuah warung kopi pinggiran jalan. Menyeruput kopi hangat ditemani dinginnya hujan adalah hal yang dilakukan oleh Alaska saat ini.
Akhir-akhir ini Bandung memang sering diguyur hujan, yah mungkin memang sudah masuk musim penghujan maka nya sering hujan, begitu pikir Alaska.
Disaat Alaska dengan sibuk dengan kopi nya tiba-tiba seorang gadis masuk ke dalam warung kopi itu, gadis itu memakai Hoodie hitam, kepalanya ditutup oleh tudung Hoodie. Gadis itu duduk di kursi kosong tepat didepan Alaska, eh tenang, mereka dibatasi oleh meja ditengah-tengah.
"Hi." Gadis itu melepaskan tudung Hoodie nya.
"Masih Ingat gue?" Tanya gadis itu memperlihatkan senyum termanis nya. Seketika raut wajah Alaska berubah malas dia kenal gadis didepannya itu. Basara Senjaya, gadis yang menurut Alaska SKSA alias sok kenal sok akrab.
__ADS_1
"Kita ketemu lagi...apa ini yang dinamakan jodoh gak akan kemana yah." Gadis bernama Basara itu terkekeh saat mengatakan kalimat itu.
Alaska merotasi kan bola matanya malas menanggapi gadis bernama Basara itu.
Alaska tidak berniat membalas berkata gadis itu. Hening menyapa kedua anak manusia itu, Alaska sibuk dengan kopi nya sedangkan Basara sibuk memerhatikan wajah tampan milik Alaska, menompang dagu nya sambil tersenyum-senyum sendiri gila mungkin, tapi ketampanan seorang Alaska dapat menghipnotis seorang Basara senjaya.
"Ka kok kamu ganteng banget sih, jadi suka." Basara masih setia melihat setiap inci wajah Alaska, hidup mancung, mata indah, pipi mulus dan bibir tipis, sangat sempurna bukan? Basara saja sampai tak berkedip saat melihat wajah seorang Alaska.
Tak terasa malam semakin larut, hujan barusaja berhenti, setelah selesai membayar kopi, Alaska pun keluar dari warung itu. jalanan masih terlihat basah, aroma tanah setelah hujan itu sangat menenangkan, Alaska suka itu.
"Ka tungguin gue." seorang gadis terus berlari mengejar Alaska, siapa lagi kalau bukan Basara Senjaya. gadis itu mencoba menyeimbangkan langkah kakinya dengan Alaska.
"Lo setan nya." santai Alaska tanpa melihat Basara sedikit pun. terdengar suara gelak tawa dari Basara.
"ternyata Lo bisa bercanda juga yah Ka." Basara masih tertawa terbahak-bahak, menurut nya perkataan Alaska tadi sangat lucu tapi tidak dengan Alaska.
"Ka!" panggil lirih gadis itu.
__ADS_1
"hm?" Alaska hanya berdehem menangani panggilan dari Basara.
"dunia gak adil yah Ka." suara Basara terlihat mengecil.
"gak ada gimana nya?" tanya Alaska.
"yah gak adil aja, dia misahin gue dari orang yang gue sayang, terus orang itu kembali saat gue udah ngelupain dia." jelas Basara.
"semesta sama takdir suka mempermainkan kita, tapi setidaknya ada pesan tersembunyi dari semua permainan takdir, semesta dan takdir mengajak kan kita cara nya untuk kuat, jadi jangan salahkan takdir dan semesta." Alaska begitu serius saat mengucapkan kata-kata tersebut.
"Ka gue boleh gak jadi temen Lo? gue pengen punya temen kayak Lo, bijak."
Alaska menghentikan langkahnya begitu pula dengan Basara.
"kenapa Ka?" tanya Basara heran karena tiba-tiba Alaska berhenti.
"Lo boleh jadi temen gue." ucap Alaska menanggapi tawaran Basara tadi. wajah gadis bernama Basara itu terlihat sangat senang.
__ADS_1
"beneran Ka?" Alaska mengangguk menjawab pertanyaan Basara.