
Takdir memang sulit tuk di tebak dan untuk dipahami sulit juga untuk di mengerti, semua nya dijalankan menurut kemauannya sendiri, tak mau tahu apa seseorang akan sakit dengan jalan cerita yang dimainkan nya, takdir itu egois, dia hanya ingin melakukan apa yang dia ingin lakukan, tak peduli kesakitan yang dialami seseorang, takdir jahat? Tidak, takdir tidak jahat, dia hanya memainkan skenario yang sudah ditulis oleh Yang Mahakuasa.
Begitu pula dengan takdir Alaska, takdir nya begitu sial, sangat sial malahan, tapi dia harus tetap kuat dan tabah, hanya itu yang bisa dilakukan Alaska, mau memberontak pun sia-sia karena semuanya memang begitu adanya, tak bisa diubah dan di ganggu gugat.
Begitu juga dengan takdir Nika yang harus tutup usia di usia yang begitu muda...Akibat benturan yang begitu dikepala Nika dan menyebabkan geger otak, dan juga komplikasi yang terjadi disaat operasi.
Keluarga yang ditinggal hanya bisa pasrah, walaupun dentuman keras dirasakan di ulu hati paling dalam, mereka hanya bisa sabar dan tabah. Alaska merasa bersalah kala mengigat kejadian naas yang dialami sang adik angkatnya itu.
*
*
*
Siang harinya yang mendung, acara pemakaman Nika dilangsungkan, mayat mungil Nika di turunkan ke liang lahat. menit demi menit berlalu akhirnya acara pemakaman Nika diakhiri dengan suara lantunan adzan, kini Nika sudah pergi untuk selama-lamanya, dan hanya meninggalkan sejuta kenangan. kini tak ada lagi ocehan dari gadis kecil itu, tak ada lagi gadis imut dengan mata binar indah...semuanya telah pergi bersama dengan tutup nya usia nya, semuanya berakhir di setumpuk tanah basah.
__ADS_1
itu bukan akhir dari cerita ini melainkan awal mula cerita yang akan mengisahkan perjuangan seorang Basara meraih cinta lelaki berpakaian cupu tapi tampan itu.
semua orang yang turut mengikuti acara pemakaman Nika satu persatu mulai meninggalkan TPU itu, ucapan bela sungkawa terus beriringan mereka ucapkan pada keluarga yang ditinggal kan. Bima dan Miranda hanya sanggup terisak, keduanya merasa bersalah, gara-gara ego masing-masing mereka harus kehilangan Nika—putri tunggal mereka.
setelah berpamitan pada Nika, Alaska langsung meninggalkan area TPU. lelaki itu berjalan melewati trotoar jalan, sekali-kali menendang kerikil jalanan.
"hilang lagi, semua orang yang ada buat ku semuanya berakhir di pemakaman, pertama ayah dan ibu, dan sekarang Nika juga pergi AKHHH." Alaska mengusap rambutnya kasar.
sementara disisi lain, seorang gadis cantik berambut hitam panjang sedang duduk disalah satu kursi taman, tatapnya terlihat begitu kosong, bekas tamparan yang diberi sang Papa masih membekas, ingin sekali Basara menangis sekencang-kencangnya, tetapi air matanya terlihat kering, menangis karena hal ini? ah itu bukan tipe Basara banget, dia gadis tomboy yang tak mudah menumpahkan cairan kristal dari mata bulatnya itu. seingatnya dia tak pernah menangis, dia itu gadis kuat jadi tak boleh menangis.
"annyeong Alaska." sapa Basara sambil menyunggingkan senyum termanis itu.
Alaska hanya melirik malas Basara yang masih tersenyum.
sok sok'an nyapa pakek bahasa Korea, padahal bahasa Korea aja gak tahu, dasar aku- batin Basara.
__ADS_1
"maaf saya tak punya waktu untuk meladeni kamu." ketus Alaska lalu berjalan melewati Basara.
"eh kok buru-buru amat sih." Basara menahan tangan Alaska, terpaksa laki-laki itu harus berhenti
"aku mau curhat boleh?" tanya Basara lalu mengedip-ngedipkan matanya, Alaska memutar bola matanya malas.
"hari ini saya tak punya waktu."
"kalau begitu besok disekolah boleh?" tanya Basara yang masih berharap laki-laki didepannya mau mendengarkan curhatan nya itu. Alaska menggeleng kan kepalanya, Basara tak mau kalah, dia terus merengek sampai-sampai ingin membuat kepalanya Alaska pecah saat itu juga. dengan sangat terpaksa Alaska mengangguk setuju, wajah Basara langsung berubah, dia terlihat sumringah dengan respon Alaska tadi.
"oke, kalau gitu besok, jam istirahat kita ketemu di roof." seru Basara sambil tersenyum lebar. lagi-lagi hanya anggukan kepala yang dia dapatkan dari Alaska
"oke, kalau gitu aku pergi dulu, bye-bye Alaska, sampai jumpa besok di roof." Basara langsung meninggalkan Alaska sambil melambaikan tangannya.
like komen vote favorit
__ADS_1