
Kedua anak manusia itu memilih diam, hening diantara keduanya, tak ada topik yang ingin dibicarakan. Basara sibuk memikirkan Alaska, kira-kira kemana laki-laki itu pergi sampai tak masuk sekolah dan tidak memberi tahu pada guru alasan nya tidak masuk.
"hm Suf!" laki-laki yang dipanggil pun menoleh kearah Basara, menaikan sebelah alisnya tanda bertanya.
"Lo kenal gak sama Alaska putra cakrawala?" tanya Basara.
"dia sekelas sama Lo! kok Lo malah nanya gue?" Yusuf balik nanya.
"iyah tapi kan gue mubar murid baru, mana gue kenal sama dia." Basara kembali melihat kedepan, melihat pemandangan Bandung dari atas roof. senyum tipis terukir dari kedua belah sudut bibir Basara.
"gue cuma tau dikit soal dia, hm dibilang si dia anak yatim piatu, dia pernah dirawat sama seseorang dan dijadiin anak angkat mereka, dia sering di-bully juga disini." ucap Yusuf dalam satu tarikan nafas, ia menoleh kearah Basara yang sedang fokus dengan pemandangan Bandung didepannya.
"Lo suka sama dia?" kata-kata itu keluar dari mulut Yusuf, Basara tidak kanget, malah dia menganguk tanpa melihat Yusuf disebelahnya.
"Alaska anaknya tertutup banget, tapi dia baik kok, gue dukung Lo ngejar dia." Yusuf menepuk pundak Basara pelan guna memberikan semangat untuk Basara. lalu Yusuf mengulurkan tangannya.
"ayok bersahabat!" Basara menoleh lalu menjabat tangannya Yusuf
"oke kita sahabatan sekarang." senyum manis dan tulus Basara di berikan pada yusuf sahabat barunya.
...****************...
__ADS_1
Alaska dengan setia menunggu Nika yang masih setia memejamkan matanya, kepala gadis itu diperban karena mengalami kebocoran, gak begitu parah, namun kalau gak di perban plus dijahit mungkin akan tambah parah.
Alaska mengengam tangan Nika dan sesekali mengelus tangan adik angkatnya dengan penuh kasih sayang. kedua orang tua Nika sedang pergi ke apotek rumah sakit sekalian kekantin untuk beli makan malam.
"Nika bangun dong!" frasa lirih itu keluar dari mulut Alaska.
"Nika panggil kakak, pasti ada yang mau dibicarakan kan?jadi ayok buka mata kamu!"
Alaska terlihat putus asa, pasalnya dia sudah menunggu Nika bangun dari tadi pagi setelah Nika dibawa ke ruang rawatnya.
...****************...
sementara disisi lain, dikediaman mewah di komplek elite White Lotus.
suara keras menggelegar di seluruh ruangan rumah itu, suara? suara tamparan keras.
"udah berapa kali Ayah hilang, jangan buat Tasya nangis, kamu bentak dia, dan sekarang penyakitnya kambuh, kamu gak ngerti bahasa manusia HAH." bentakan keras dan lantang itu disuguhi oleh Ayah Basara untuk Basara putrinya. Surya Ahmad suedirjo-Ayah Basara kesal pada Basara karena kejadian tadi sore
Flashback
Basara sedang sibuk dengan buku catatan, latihan dan satu buku paket Fisika, gadis itu sedang menulis catatan yang ia dapatkan pada teman sekelas nya, guru menyuruhnya untuk melengkapi catatannya supaya tidak tertinggal. namun dengan @njing nya Tasya adik tiri Basara menumpahkan orage jus keatas bukunya dan itu disengaja bukan tidak disengaja, Basara kaget saat bukunya basah, otomatis dia langsung memberikan tatapan tajam pada Tasha.
__ADS_1
"Lo kalau gak bisa megang gelas yah gak usah pegang." satu bentakan keluar dari mulut Basara, siapa sih yang tidak kesal kalau di perlakukan seperti itu, kita udah capek-capek nulis catatan panjang lebar eh datang-datang ditumpahin jus keatas nya.
"upsh sorry gue sengaja." Tasya menutup mulutnya dramatis lalu mengeluarkan smirk nya, meremehkan Basara.
Karena kesal, Basara mengambil buku catatannya dan melemparkannya ke muka Tasya.
"tulis ulang catatan gue kalau Lo gak mau bonyok." ancam Basara dengan nada tegas.
"gak mau, Lo tulis aja sendiri, gue mau skinkeran, bye kakak tiriku tersayang." Tasya ingin meningkatkan Basara begitu saja? tidak semudah itu wahai Tasya, anda sudah membangunkan Harimau yang sedang tidur! mau kabur? maka Basara akan mengejarnya.
"PERBAIKAN BUKU CATATAN GUE, ATAU BONYOK." teriakan keras itu milik Basara.
"GAK MAU." tolak Tasya dengan teriakan juga.
Tasya tersenyum miring dan menyeringai.
"PAPA TOLONG TASYA." tiba-tiba Tasya berteriak keras.
Flashback off.
"awas aja kalau sekali lagi kamu melukai Tasya, papah gak akan segan-segan buat berbuat hal yang sama." tegas Surya
__ADS_1
Basara mendengus kesal, ingin sekali dia berteriak mencaci maki dan menyumpah serapahin Tasya adik tirinya itu.