Last Twilight With Alaska

Last Twilight With Alaska
ketangkap basah


__ADS_3

"Lo kenapa, kok ketawa, gue lagi serius nanya nih." Protes Yusuf


"Lo khawatir sama gue Suf?" Tanya Basara yang masih terkejeh. Yusuf langsung menarik kedua tangannya yang menangkup pipi Basara.


"Gue khawatir? Yah jelas anying, Lo Sabahat gue, mana ada sahabat yang kagak khawatir kalau ngelihat sahabat nya babak belur kayak begini.." oceh Yusuf sekali tarikan nafas.


Basara kembali terkekeh geli mendengar penuturan Yusuf.


"Lo aja khawatir sama gue...tapi bokap gue yang ngelakuin ini gak ada saja khawatir sama sekali, bahkan dia seneng menyiksa gue...miris banget yah Suf hidup gue." ujar Basara, entah kenapa rasanya sedih mendengar kan penuturan Basara tadi, tangan Yusuf terulur mengelus surai hitam Basara sambil berucap. "Lo gak sendirian Ra, Lo masih ada gue untuk menjadi tempat Lo pulang disaat Lo sedih, gue bakalan jadi rumah yang akan selalu menampung semua keluh kesah Lo." entah kenapa saat mendengarkan ucapan tulus dari mulut Yusuf, hati Basara menjadi menghangat.


"makasih Suf, akhirnya tuhan mengabulkan doa gue." lirih Basara.


"aish kok jadi sad gini sih." Basara mengusap wajahnya yang kusut.


"yah Lo yang sad duluan jadi gue ikut aja lah, biar lebih sad gitu." ujar Yusuf lalu tertawa terbahak-bahak begitu juga dengan Basara yang ikut tertawa bersama Yusuf.

__ADS_1


tiba-tiba Yusuf menujukan jari kelingkingnya, Basara mengerutkan keningnya tanda bertanya, Yusuf yang peka pun berujar


"janji sama gue kalau Lo gak bakalan nangis and kalau Lo sedih cuma gue yang bisa mendengar keluh kesah Lo, Lo gak boleh sedih atau pun nangis di depan orang lain, karena gue kagak mau dibilang sahabatan sama cewek cengeng." Basara langsung menyugihkan senyumnya lalu mengunci kelingking nya dengan kelingking Yusuf


"janji." ucap Basara yang masih tersenyum.


*


*


*


"bisa gak gak usah lihat-lihat, risih tau gak sih." kesal Alaska, yah Alaska laki-laki yang tak luput dari pandangannya Basara tadi. Basara uang ditegur pun hanya terkekeh lalu menjawab. "gak bisa, siapa suruh kamu nya kegantengan." ucap enteng Basara sambil menyunggingkan senyum nya.


Alaska yang kesal pun memutuskan tak menghiraukan Basara dan kembali menfokuskan diri nya pada buku latihan nya dan melanjutkan menyelesaikan tugasnya.

__ADS_1


dua puluh menit berlalu, bel pergantian jam pelajaran pun berbunyi.


"tugas nya dikumpulkan sekarang." ujar Bu Rahmi, guru yang mengajarkan pelajaran sejarah. semua murid lainnya mengumpul buku latihan mereka.


"astaga gue belum selesai lagi." Basara dengan tergesa-gesa menulis di buku latihan nya


"Basara cepetan kumpulin tugas kamu, ibu mau balik kekantor guru ini." ucap Bu Rahmi


"Bu bentar Bu, ini sedikit lagi Bu." ujar Basara sedikit berteriak


setelah selesai menyelesaikan nomor terakhir, Basara pun dengan cepat mengumpulkan buku latihan nya.


"maaf Bu saya telat." ucap Basara sambil menyengir


"iya gak apa-apa, lain kali kalau tugasnya belum siap jangan natap Alaska lagi, kan jadi begini." tegur Bu Rahmi yang tadi memang melihat gelagat Basara yang terus mengangguk Alaska, Basara yang mendapatkan teguran langsung gelagapan lalu menyengir.

__ADS_1


Bu Rahmi pun pamit keluar dari kelas tersebut, Basara kembali ke tempat duduknya sambil bernafas lega.


like komen vote favorit


__ADS_2