Last Twilight With Alaska

Last Twilight With Alaska
Traktir mau?


__ADS_3

Taman belakang, Basara gadis cantik dengan wajah tegas itu sekarang sedang sibuk mengomeli dirinya nya sendiri, bisa-bisanya dirinya ketahuan sama Bu guru kalau dirinya sedang menatap anak cowok di jam pelajaran.


"Akhh kesel Asu, bisa-bisanya gue di tegur sama Bu Rahmi gara-gara ngelihat Alaska waktu jam mampel berlangsung." Gerutu Basara sambil memukul kepalanya dengan tangan.


"Malu anjir, image gue hancur." Lanjut gadis itu penuh kekesalan. Kali ini bahkan dia menendang kerikil-kerikil kecil yang ada di tanah.


Dukkkk~


Mata Basara melotot saat batu kerikil yang ditendang nya mengenai laki-laki yang dikaguminya, siapa lagi kalau bukan Alaska Putra Cakrawala.


Basara langsung menghampiri Alaska yang sedang meng'aduh kesakitan.


"Ka, kamu gak kenapa-kenapa kan?" Tanya Basara penuh ke khawatiran. Yang ditanya hanya menujukan wajah kesalnya dan seperti sebentar lagi Basara akan mendapatkan ocehan pajang kali lebar dari laki-laki didepannya itu.


"Kagak kenapa-kenapa bangaimana! Nih kening memar tau gak, sakit." Kesal Alaska sambil memegang keningnya yang membiru akibat ulah Basara Senjaya itu. Basara hanya terkekeh sambil menuju gigi-gigi putih nya.


"Sorry Ka sorry, enggak segaja aku nya atuh." Ujar gadis itu sambil mengaruk tekuk leher nya yang tak gatal.


"Gak segaja, gak segaja...makanya kalau jalan itu yang bener, guna kaki untuk jalan bukan nendang-nendang." Ketus Alaska

__ADS_1


Lagi dan lagi Basara hanya menyengir bodoh.


"Gini aja deh, aku traktir makan aja mau? Sebagai ucapan minta maaf aku?" Ujar Basara.


"Mau yah?" Tanya Basara lagi.


"ogah." Alaska langsung pergi meninggalkan Basara disana, Basara kesal. gadis itu pun memutuskan untuk pergi juga dari sana.


...***...


Basara berdecak kesal, hari sudah sore namun diri nya masih berada di sekolah. bukan karena tidak punya alasan Basara datang kesekolah.


Basara, gadis berambut hitam panjang yang terurai bebas... gadis itu sekarang berada di roof. hanya sendirian bersama dengan kesunyian. Basara Senjaya, gadis itu tengah menikmati pemandangan indah di Bandung.


"gue ningalin mama disana sendirian." nguma Basara sambil menatap lurus kedepan, gadis itu membayangkan TPU tempat mama-nya di makamkan.


Basara menyekat keringat di pelipisnya. Mata hari sebentar lagi akan terbenam, senja datang dengan warna jingga nya.


para burung sudah kembali ke sarang nya masing-masing.

__ADS_1


Sementara disisi lain, di kos-san Alaska terdengar suara ribut-ribut, ibu-ibu dengan pakaian serba mencolok datang ke kosan Alaska, tujuan sang ibu adalah untuk meminta uang sewa kosan tentunya.


"Bu kan kemarin saya udah bayar uang kosan bulan ini, masa sekarang ibu nagih lagi." ujar Alaska, lelaki itu sudah membayar uang sewa bulan ini dan sekarang ibu kos nya datang lagi sedang tujuan menagih uang sewa.


"Uang sewa untuk bulan depan." ujar sang ibu dengan wajah judes nya.


"lah, kan ini baru tanggal 10 Agustus, jadi uang untuk sewa kosan bulan depan masih lama." nguma Alaska


"cepat bayar!" tagih sang ibu kosan lagi.


"untuk saat ini saya gak pegang uang Bu, jadi saya minta waktu untuk bayar uang sewa bulan depan yah Bu Sintia." perempuan dengan make up menor itu mendengus kesal lalu pergi dari kosan Alaska.


Alaska tersenyum masam, bagaimana dirinya mendapat uang dua juta setengah dalam waktu singkat.


Hufttt


Pengen pindah rasanya. batin Alaska.


lelaki itu kemudian berjalan masuk ke dalam kosannya kembali

__ADS_1


like komen vote favorit


__ADS_2