LEE JENA

LEE JENA
BAB 10


__ADS_3

POV


Saat aku berjalan keluar dari toilet. Tak sengaja aku bertabrakakan dengan seorang gadis yang berjalan tergesa- gesa.


(Bruk).


Terdengar suara barang berjatuhan karena ketidak sengajaanku menabrak seseorang karena kelalaianku bermain saat berjalan.


"Maaf saya tidak sengaja, apa anda tidak apa-apa?". Ucapku untuk menanyakan kepada orang yang kutabrak


"Tidak apa-apa tuan ini juga salah saya berjalan tidak melihat-lihat". Ucap orang yang telah kutabrak.


"Jena kau tidak apa-apa? sini aku bantu, kau sudah ditunggu pak bos". Ucap orang yang menolong Jena.


Saat aku menoleh ke orang yang ku tabrak "Deg". ( kenapa orang ini mirip sekali dengan  orang aku cari ?, apakah itu dia?, tapi kalau itu dia kenapa tidak mengenaliku?). Suara batinku yang bertanya-tanya.


"Maaf pak saya harus segera pergi, permisi". Pamit orang yang telah ku tabrak.


Aku pun berperang dengan fikiranku sendiri apakah itu dia atau bukan. Sampai terdengar notif dari hpku yang bertandakan terdapat pesan masuk saat aku melihatnya ternyata hyungku menanyakan keberadaanku dan meminta keruangan pemilik perusahaaan ini. Saat aku menoleh lagi ternyata dia telah pergi.


...🌱🌱🌱...

__ADS_1


Sesampainya aku diruangan pemilik perusahan ini aku terkejutkan karena orang aku tabarak berada disana. Ingin aku menyapanya dan menanyakan apakah itu dia yang ku cari selama ini atau bukan. Mungkin saat waktu yang tepat aku akan menanyainya dengab empat mata saja.


"Maaf hyung terjadi kecelakan kecil saat kesini". Ucapku saat memasuki ruangan


"Kau tidak apa-apakan apa ada yang terluka".terdengar pertanyaan denga kawatirnya hyungku mendengar ucapanku


"Tidak hyung. Bisa kita mulai pembahasanya". Ucapku untuk meyakinkan bahwa aku tidak apa-apa sambilku lirik kearahnya untuk melihat tanggapanya apakah kawatir atau tidak dan ternyata ekspresi dia biasa saja malah memilih melihat berkas-berkas yang akan dibahas.


Sejujurnya dari awal pembahasan sampai akhir aku hanya memperhatikan dia aku berharap bahwa yang didepanku ini benar-benar dia.


"Tuhan berilah semoga harapanku terkabulkan". Doanku dalam hati


Akan tetapi harapanku musnah saat melihat dia berpamitan untuk mengundurkan diri untuk kembali keruangnya. Saat dia pergi aku merasakan lagi sebuah kehilangan dengab melihat dia rindu kepada orang yang aku cari sedikit terobati.


 


Didalam sebuah kamar yang minim pencahayaan terdapat dua persaudahara yang sedang membahas proyek yang akan dikerjakan.


"Hyung apakah kau merasakan bahwa yang bertemu kita tadi adalah dia". Ucap seorang pemuda dan berhasil mengubah atensi pandangan kakaknya dari leptopnya kearah dia.


"Aku merasakan bahwa itu dia dari matanya, cara bicaranya itu adalah dia".jawabnya

__ADS_1


"Aku berharap bahwa itu dia, jika benar itu dia akan ku pastikan dia tinggal disini lagi sampai pertemu pangeran impiannya". Ucap pemuda itu denga  senyum diwajahnya.


"Kau benar". Jawab kakanya


...🌱🌱🌱...


Setelah adeknya meninggalkan kamarnya pemuda tersebut mengambil hpnya untuk menghubungi anak buahnya.


* Sepertinya dia ada kota ini fokuskan pencarian dikota ini*.


*- - - *


* ha dan kau cari identitas atas nama Jena*


Tanpa menunggu jawaban dari anak buahnya dia mematikan hpnya.


"Ya tuhan semoga dia adalah orang yang aku cari karena aku tak bercaya dengan penemuan barang kesayangan dia ditepi sungai waktu itu". Ucap lirih sang pemuda itu dan peranjak untuk tidur.


...🌱🌱🌱...


Sedangkan didalam rumah yang sama akan tetapi dikamar yang berbeda terdapat pasangan paru baya yang sedang berpelukan dan menangis

__ADS_1


"Semoga dia masih hidup dan dapat kembali pada kita". Ucap wanita paru baya tersebut.


"Semoga saja sayang". Ucap lelaki paru baya tersebut untuk menenangkan sang istri.


__ADS_2