
Saat ini Jena dan Yuta sedang sibuk-sibuknya untuk pernikahan mereka dari mulai fitting, dekor dan lain-lain. Karena mereka memilih mengadakan pernikahan yang sederhana maka mereka mengadakannya dikediaman keluarga Namikaze.
Setelah melakukan fitting baju Jena memutuskan kembali kekantor sedangkan Yuta menemui teman-temannya dikarenakan suatu pekerjaan.
Sesampainya disana Yuta menghampiri teman-temanya dan mengeluarkan sesuatu yang menjadi pusat perhatian semua orang.
" Apa ini". Tanya Jaehyun
" omomomo undangan pernikahan, lu mau menikah hyung?". Sahut Jaemin sambil mengambil undangan yang diberikan oleh Yuta
" Iya gue harap kalian semua datang". Jawab Yuta.
" Siapa gerangan cewek yang mau sama elu Yut yang modalan kaya kulkas?". Canda Taeyong.
" wau ternyata sekretaris cantik elu hyung wah hilang sudah harapan gue untuk mendapatkannya". Ucap Jaemin
"Kalau gue berharap moga aja bisa Jaem karena dah males gue lihat elu godain adek gue mulu". Sewot Doyong karena geram melihat Jaemin yang suka godain Wilsya terus.
"Tol tu sebagai kembaran dari Wilsya sebenarnya gue tu kagak rela". Tambah Haechan untuk memancing keributan.
"Jaemin Jaemin belum berperang udah dapat penolakan dari kakaknya ayang". Ucap Renjun dan mengundang gelak tawa semua orang sedangkan Jaemin mendengkuskan nafas karena ucapan kakak beradik tersebut.
( DEG). kenapa saat mereka mengucapkan nama itu selalu terdengar tak asing bagiku apa dia yang gue cari selama ini. Entahlah mungkin hanya tuhan yang tahu. Batin salah satu diantara mereka.
...🌱🌱🌱...
__ADS_1
Sedangkan Jena sedang memikirkan apakah keputusanya sudah benar atau tidak untuk menikah dengan bosnya, sebenarnya Jena sangat ragu untuk mengiyakan ajakan bosnya apakah semua akan berjalan mulus sesuai angan meraka atau tidak? Tiba-tiba lamunan Jena buyar saat ada yang memanggilnya.
" Woi Jena lu ngapain, lu kagak mau balik apa atau mau jadi penunggu kantor?". Panggil Jaehwa sahabat Jena
"Sembarangan kalau ngomong perasan kakak elu kagak kaya elu deh kelakuanya?". Balas Jena
"Sadar Jen elu dah mau nikah jangan incar abang gue iya kalik abang gue mau rebutan ama bestinya". Jawab Jaehwa
"Jangan keras-keras Hwa nanti pada dengar, gue gak mau ya kalau orang kantor pada tahu". Pungkas Jena
"Iya-iya gue tahu calon bubos". Jawab jaehwa
Memang teman Jena sudah tahu akan berita pernikahan Jena siapa lagi kalau bukan Alentha yang menyebarkan. Awalnya mereka tidak percaya saat Alentha memberi tahu bahwa kakaknya akan menikah dengan Jena terutama Jaehwa karena secara bosnya itu yang diketahui hanyalah kerja dan dokumen lha ini kok tiba-tiba ngajak sahabatnya nikah kan membuat curiga, saat ditanya punitu dengan entengnya Jena menjawab kalau Jodoh bisa apa?.
"Suka banget bund ditinggal calon paksu pemotretan dengan kawannya". Ucap Jaehwa
"Jelas dong ". Jawab Jena sambil berjalan bersama Jaehwa keluar gedung.
... 🌱🌱🌱...
Saat malam hari seorang pemuda melewati kamar kedua orang tuanya ia mendengar tangisan orang tuanya.
"Seharusnya aku dulu memperhatikannya dan juga memberi kasih sayang padanya bukan malah membeda-bedakan mereka, sungguh aku menyesal memang aku ini ibu yang bodoh". Ucap wanita paru baya yang menangis sambil menyesali perbuatanya dimasa lalu.
"Sudah lebih baik kita mendo'akan dia semoga segera kembali pulang dan memaafkan kita". Ucap laki-laki paru baya untuk menenangkan sang istri sambil memeluknya.
__ADS_1
"Sampai kapan hyung semua ini kan berakhir". Ucap seorang pemuda yang baru saja datang dan menghampiri kakaknya yang berdiri didepan pintu kamar kedua orang tuanya sambil menangis karena memdengar pembicaraan orang tuanya.
"Aku pun tak tahu sudah sangat lama kita mencarinya tapi tidak ada hasil". Jawab hyungnya sambil menoleh keasal suara tersebut.
"Ini semua salahku hyung andai saja aku tidak lahir pasti tidak akan terjadi seperti ini". Sambung pemuda itu
"APA YANG KAMU BICARAKAN SUDAH BERAPA KALI KU KATAKAN DISINI BUKAN SALAHMU HAA". Ucapan hyungnya dengan marahnya karena selalu mendengar adeknya berbicara seperti itu.
"Jangan sampai mommy dan daddy mendengarnya karena itu bisa membuat hati mereka tambah terluka". Sambung pemuda itu
Alih- alih menenangkan sang adik dia memutuskan untuk meninggalkan adiknya karena ia tak mau tersurut emosi lagi saat mendengarkan ucapan adiknya.
"Maaf maaf, maafkan oppa Nana"
 ***
"Bila ditanya aku sangat merindukan kalian. Apa kalin merindukanku?"
***
Hai semua apa kabar?. Pasti dipart ini bisa menebak siapa yang dimaksud iyakan?. Apa dari awal cerita?
Author harap kalian suka dengan ceritanya kalau enggak boleh skip kok😇
--salam dari masa depan lee jeno--
__ADS_1