LEE JENA

LEE JENA
BAB 12


__ADS_3

Sudah sebulan yang lalu pernikahan Yuta dan Jena. Mereka memutuskan tinggal diapatermen milik Yuta sebenarnya Hinata menginginkan mereka ditanggal dikediaman Namikaze akan tetapi dengan alasan Yuta ingin tinggal berdua dan hidup mandiri akhirnya sang bunda mengizinkan dengan syarat selalu luangkan waktu untuk pulang atau sekedar mampir kemonsion Namikaze.


Kagiatan Jena dari pagi hingga malam ditak lah berpeda pada istri pada umumnya kecuali menyiapkan baju karena merek memilih berpisah kamar karena kata Yuta menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.


...🌱🌱🌱...


Saat ini seisi kantor sedang gempar-gemparnya karena bos besar mereka mengumumkan bahwa dia sudah menikah akan tetapi dia tidak memberitahukan kepada mereka semua siapa gerangan wanita yang telah dinikahinya.


"Ada apa kok kita suruh kumpul diaula". Bisik Jena ke Jaehwa


"Kagak tahu kan itu laki lho ngapain tanya gue". Jawab Jaehwa


Banyak karyawan berbisik-bisik ada apa gerangan bosnya mengumpulkan mereka disini.


(Tap tap tap). Terdengar langkah kaki dari arah lift khusu untuk CEO, sehingga pusat perhatian kini bertuju kepada petinggi mereka.


"Terimakasih karena kalian mau meluangkan waktu untuk berkumpul diisi. Saya Namikaze Yuta ingin menyampaikan babwa saya sudah menikah bulan lalu dan saya harap kalain jangan lagi menguntit kehidupan pribadi saya ataupun istri saya terimakasih". Ucap Yuta sambil melihatkan cincin pernikahannya kepada semua orang.


Setelah selesai Yuta meninggalkan kerumunan untuk kembali keruanganya. Sebenarnya dia mengumumkan itu karena dia sudah muak dengan anggapan karyawanya bahwa dia seorang gay.


Banyak karyawan yang tak menyangka bahwa bosnya yang selama ini dianggap gay sudah menikah dan banyak juga karyawan wanita yang patah hati mendengar pengumuman itu.


Tidak sadar dengan apa yang terjadi salah satu karyawan wanita dengan wajah merah padam seperti ingin memakan bosnya karena memperlihatkan cincin pernikahannya


"Nangapain dia nunjukkun cincin itu ini tidak bisa dibiarkan yang ada nanti mereka semua bisa tahu". Batin Jena kemudian Jena pergi dari kerumunan itu tanpa mendengarkan sahabatnya yang memanggil sejak tadi.


"Woi Jena lu mau keman, ya elah gue ditinggal"


 


(Brak ).


Terdengar pintu dibukak dengan kasar tanpa meminta persetujuan dari orang yang didalam terlebih dahulu.


" Jhony tolong dinggalkan kamu berdua". Ucap Yuta pada tangan kanannya.


"Baik tuan".


Setelah tangan kanannya keluar Jena segera menghampiri Yuta.


"APA MAKSUDMU KAU MENGUMUMKAN KAU SUDAH MENIKAH HAA". Marah Jena dengan nafas terengah-tengah karena kemarahanya.


"Emang ada apa toh aku hanya bilang sudah menikah dan tidak menyebutkan namamu".


" TAPI TIDAK USAH DENGAN MENUNJUKKAN CINCIN YANG KAU PAKAI BODOH BAGAIMANA KALAU MEREKA TAHU?". Ucap Jena dengan marahnya


Kemudian Yuta berjalan kearah Jena tanpa mrmikirkan kemarahan jena. Entah setelah menikah dengan Jena dan setiap melihat Jena marah-marah Yuta merasakan kesenangan tersendiri didirinya menang aneh sih.

__ADS_1


" ya bagus dong kalau mereka tahu  nanti tidak akan ada yang berani mendekati istri cantiku ini, bukan begitu Lee Jena". Ucap Yuta tepat ditelinga Jena


" Gila kau Yuta, sudahlah berbicara denganmu membuatku gila". Ucap Jena kemudian memilih meninggalkan suaminya.


Setelah kepergian Jena entah kenapa Yuta menjadi senyem- senyum sendiri melihat ekspresi sang istri


"Ngapain lu senyum-senyum sendiri udah gila?". Jena ngapain keluar dari sini marah-marah lu apain?". Tanya Jhony ke Yuta.


"Kagak cuma perdebatan kecil". Jawab Yuta sambil berjalan kekursinya jangan lupakan senyum kecil dibi.


"Sepertinya aku mulai menyukainya". Batin Yuta.


Sedangkan  Jhony menatap horor kearah bosnya sekaligus temannya. "Pasangan yang aneh". Batin Jhony


... 🌱🌱🌱...


POV Yuta


Toktoktok. Terdengar ketukan pintu kemudian masuklah orang yang tak lain tangan kanan Yuta.


" Yut gawat Yut gawat". Triak Jhony dari arah luar sambil berjalan kearah Yuta


" ada apa jhon". Tanya Yuta dengan terkejutnya.


"Gue mau kasih info buat elu. Selama ini ternyata karyawan elu bergosip kalau elu gay". Ucap Jhony


"Apa?". Ucap Yuta dengan kagetnya


Saat makan siang Jhony memilih pergi kekantin kantor untuk sekedar menikmati secangkir kopi akan tetapi iya mendengar suara-suara menyebut namanya.


"Elu tahu gak sih kalau pak Yuta itu gay?". Bisik wanitia A


"What tahu dari mama elu brita itu?". Tanya temannya.


" Ya ampun itu tu dah gosip dari dulu kalik dan lu tahu enggak yang dadi pasangannya tu kabarnya pak Jhony tangan kanan pak Yuta". Timpal wanita satunya


" Ya ampun ganteng-ganteng tapi sayang gay". Timpal wanita yang bertanya tadi.


What bentar-bentar gue dibilang gay pacaranya Yuta wah kagak bisa dibiarin ini.  Masa gue baru chuti 2 bulan dah dapat gosip aja


Ke 3 wanita tersebut tidak tahu bahwa yang mereka gosipkan ada didepan mereka.


...🌱🌱🌱...


" Yut gawat Yut gawat". Triak Jhony dari arah luar sambil berjalan kearah Yuta


" ada apa jhon". Tanya Yuta dengan terkejutnya.

__ADS_1


Gue mau kasih info buat elu. Selama ini ternyata karyawan elu bergosip kalau elu gay". Ucap Jhony


"APA". Teriak Yuta dengan kagetnya


"Wah gak bisa dibiarin ini, Jhon suruh semua orang kumpul diaula". Perintah Yuta. Dan tanpa menjawab atau pun menunggu perintah kedua kalinya Jhony menjalankan perintah Yuta


---flashback off---


Saat semuanya sudah berkumpul diaula Yuta pun datang sebelum dia naik keatas auditorium Yuta mencari keberadaan diaman gadisnya. "Apakah pantas dia menaggil gadisnya padahal dia itu bersetatus istrinya". Batin Yuta


"Terimakasih karena kalian mau meluangkan waktu untuk berkumpul diisi. Saya Namikaze Yuta ingin menyampaikan babwa saya sudah menikah bulan lalu dan saya harap kalain jangan lagi menguntit kehidupan pribadi saya ataupun istri saya terimakasih". Ucapku  sambil melihatkan cincin pernikahanku kepada semua orang, aku ingin melihat bagai mana ekspresi dia bila aku memperlihatkan ini.


Ternyata ekspresinya sungguh mengemaskan. Entah semenjak aku menikah dengannya aku suka melihat dia marah-marah emang aneh aku pun tak menyangkanya.


Saat aku selesai dengan apa yang aku bicarakan sekilas aku melihat wajah dia yang mereh menahan amarah." Pasti dia akan pergi keruanganku, oke aku akan menunggumu". Batin Yuta.


... 🌱🌱🌱...


Setibanya aku dirunganku aku terkejutkan oleh pinta yang dibuka dengan kasar oleh seseorang dari luar pada saat aku melihatnya ternyata dia adalah Jena


"Jhony tolong dinggalkan kamu berdua". Ucapku agar Jhony meninggalkanku dan Jena didalam.


"Baik tuan".


Jawab Jhony kemudian keluar baru beberapa detik Jhony meninggalkan ruanganku terdengar suara Jena sengan kerasanya karena amarahnya.


"APA MAKSUDMU KAU MENGUMUMKAN KAU SUDAH MENIKAH HAA". Marah Jena dengan nafas terengah-tengahnya.


Sebelum menjawab pertanyaan Jena aku tersenyum tipis aku pastikan dia tak akan melihatnya.


"Emang ada apa toh aku hanya bilang sudah menikah dan tidak menyebutkan namamu". Jawabku dengan santai


" TAPI TIDAK USAH DENGAN MENUNJUKKAN CINCIN YANG KAU PAKAI BODOH BAGAIMANA KALAU MEREKA TAHU?". Ucap Jena dengan marahnya


Entah fikiran dari mana aku  berjalan kearah Jena tanpa memikirkan kemarahan Jena. Entah setelah menikah dengan Jena dan setiap melihat dia marah-marah ada rasa aku


senang tersendiri.


" ya bagus dong kalau mereka tahu  nanti tidak akan ada yang berani mendekati istri cantiku ini, bukan begitu Lee Jena". Ucapku entah keberanian dari apa aku mengucapkan itu tepat ditelinganya.


" Gila kau Yuta, sudahlah berbicara denganmu membuatku gila". Ucap Jena kemudian lalu meninggalkanku.


Setelah kepergian Jena aku dikagetkan dengan kedatangan Jhony.


"Ngapain lu senyum-senyum sendiri udah gila?". Jena ngapain keluar dari sini marah-marah lu apain?". Tanya Jhony ke Yuta.


"Kagak cuma perdebatan kecil". Jawabku dengan senyum tipis dibibirku tanpa memperdulikan kebingungan Jhony.

__ADS_1


"Sepertinya aku mulai menyukainya". Batin Yuta.


 


__ADS_2