LEE JENA

LEE JENA
BAB 11


__ADS_3

Tibalah hari yang dimana  semua orang akan mengalaminya dan akan menjadi hari berbahagia untuk pasangan kekasih yaitu hari pernikahan.


Akan tetapi berbeda dengan ke 2 orang tersebut karena mereka menikah hanya untuk sementara dan tanpa adanya cinta.


Dulu Jena berangan - angan menikah dengan sederhana, yang mana hanya didatangi teman,saudara dan tangis bahagia kedua orang tuanya melepas putrinya untuk dipinang oleh laki-laki yang diimpikan seperti cerita putri dongeng yang menikah dengan pangeran, akan tetapi keinginanya hanya tinggal kenangan. Tak terasa air matanya pun turun tanpa diminta segera dia menghapusnya saat mendengar suara temannya.


"Wah selamat Jena akhirnya teman gue Sold juga". Ucap teman Jena yaitu Wilsya


"Iya nih nanti bakal susah kita kumpul bareng-bareng lagi". Timpal Jaehwa


"Tenang gaes nanti kalau kita mau kumpul-kumpul gue bakal culik Jena". Ucap Alentha dengan bangganya.


"Iya-iya yang sekarang jadi adik iparnya Jena". Ucap Jaehwa dengan malasnya.


"Gue jadi pengen nikah deh". Tiba-tiba terdengar ucapan randem dari Wilsya.


"Sama Jaemin aja sya". Jawab enteng Jaehwa.


"Ogah yang ada nanti jadi perang dunia ke 4 antara kakak-kakak gue ama dia". Ucap Wilsya


"Awas lho Sya nanti jodoh". Ucap Jena yang mengundang gelak tawa tiga orang tersebut kecuali Wilsya yang udah misuh-misuh ama temanya yang minim akhlak tersebut.


*toktoktok* terdengar ketukan pintu dan muncullah seorang paru baya yaitu Namikaze Hinata ibu dari Yuta dan Alentha


"Sudah siap Jena ayo acara sudah mau dimulai". Ucap Hinata

__ADS_1


"Sudah kaacan". Jawab Jena


Kemudian ketiga teman Jena menuntun Jena ketempat acara tersebut. Sesampainya disana Jena disambut oleh Yuta. Acara dimulai dan semua tamu undangan pun datang untuk mengucapkan selamat kepada kedua pengantin dan apa pula yang meminta foto bersama.


"Wih gak nyangka gue lu balakan nikah duluan dari gue". Pungkas Jaehyun yang datang untuk memberi selamat ke Yuta.


"Hyung request ponakan yang manis and kelakuan jangan kaya haechan hyung". Ucap Jisung


" Selamat  ya Jena". Ucap Chenle.


"Lu kenapa cuma ngucapin ke Jena aja?. Tanya mark dan dijawab Chenle dengan menggangkat bahu sebagai jawaban tidak tahu. " BTW selamat ya buat kalain". Lanjut Mark


" Selamat Yut semoga langgeng". Kini giliran taeil yang mengucapkan


" iya nih selamat ya broo". Sambung yang lain ( iya kalik author tulis satu satu untuk ngucapin wkwkwk).


"Tolong bapak Jaehyun adeknya diamankan selain menggoda adek saya dia suka menggoda istri orang". Ucap  sengit Doyong ke Jaemin.


"Sepertinya gue harus cepat-cepat cari pawang buat Wilsya". Sambung Haechan melanjutkan kata-kata hyungnya.


Belum sempat Jaemin membalas ucapan kedua kakak adek tersebut ia sudah mendengar suara orang yang memutuskan niatnya untuk berucap.


"Udahlah cepetan gantian yang lain kasihan udah pada ngantri dibelakang". Lerai Jhony.


"Thanks ya broo". Ucap Yuta untuk menjawab ucapan temannya

__ADS_1


Memang saat ini teman-teman Yuta datang dan memberikan ucapan satu persatu.


" Bahkan dia pun tak datang saat pernikahku". Batin seseorang yang ada disana


Karena sudah tidak betah berdiri terlalu lama Jena membuka percakapan dengan Bosnya yang sekarang bersetatus sebagai suaminya.


"Aku fikir akan cuma sedikit yang datang ternyata banyak juga dan membuatku lelah". Ucap Jena


"Ini hanya sebagian yang diundang belum yang lain". Jawab Yuta


"Aku lelah sekali kapan semua ini berakhir". Keluh Jena


"Sudahlah nikmati saja apa yang terjadi". Ucap Yuta.


... 🌱🌱🌱...


Sedangkan rumah sakit diruang VVIP


"Cepat sembuh Mommy kami akan mencari dia lebih baik lagi karena aku yakin dia akan kembali kepada kita". Ucap seorang pemuda yang mengenggam tangan seorang wanita paru baya yang tertidur dan walaupun Ibunya tidak mendengarkan yang dia katakan akan tetapi dia sedikit lega karena bisa bercerita walaupun tanpa ada balasan dari sang bunda.


Sementara diluar rungan terdapat seorang pemuda yang mendengarkan apa yang kakaknya bicarakan ia merasa sedih karena dia merasa dialah faktor perginya seseorang yang berarti dalam hidupnya.


"Kembalilah kepada kami, kami semua merindukanmu". Ucap pemuda itu sambil menangis dalam diam.


 

__ADS_1


Wah gak nyangka udah part ke 11 aja . Author harap kalain tetap suka dengan cerita randem ini ya


Terimakasih😇


__ADS_2