LEE JENA

LEE JENA
BAB 17


__ADS_3

POV Yuta


Saat kolega ku memperkenalkan anaknya kepadaku aku sudah menaruh curiga kepadanya karena dari gerak geriknya padat ku baca kalau dia merencanakan sesuatu.


"Terimaksih pak Yuta sudah mau meluangkan waktunya untuk datang kecara saya". Ucap Tuan Wisnu selaku tuan rumah yang menyambut kedatanganku dan istriku.


" Sayang kesini, dan kenalkan ini anak saya Yolanda Wisnu ". lanjutnya


"Kenalkan saya Yolanda Wisnu" Ucap gadis itu dengan centil dan pdnya menyulurkan tanganya kepadaku untuk berkenalan.


Aku hanya menyambut jabatan tangan tuan Wisnu tanpa berminat menjawab sambutan tersebut. bahkan aku tak mempunyai niatan menanggapi gadis tersebut . Sambil meninggalkan sang memilik acara aku memilih menarik tangan Jena tanpa berminat berkenalan dengan gadis yang dikenalkan oleh tuan Wisnu. Saat aku berjalan dan mencari tempat duduk aku mendengarkan Jena yang berbisik kepadaku.


" tadi itu Cewek cantik lho mas sayang kalau gak dilirik".


Aku dibuat bingung olehnya apa apan orang dia kalau disamakan dengan istriku masih cantikan istriku. Sepintas ide jahil terlintas diotakku untuk menjahilinya dan melihat ekspresinya.


"Yang pasti ada kenapa cari yang tak pasti".


Dan sadar tak sadar eksperisi malah seperti orang bingung dan sialnya dia malah tidak peka dengan perkataanku.


"maksudnya". Tanya Jena dengan penasarannya


" Udah ayo". Ucapku kepadanya dari pada nanti dia malah bertanya -tanya. sebenarnya dia tahu yang aku maksud enggak sih heran deh.


Setelah aku dan Jena menemukan tempat duduk yang pas aku mengajak Jena untuk duduk disana untuk menyaksikan sambutan yang memilik acara , tiba-tiba Jena mengucapkan bahwa Tuan Wisnu ingin membahas sesuatu dengan kita malam ini dan aku mengiyakan saja tapi kenapa saat dia datang dia bersama anaknya dan anehnya lagi dia bilang bahwa sekretarisnya tidak dapat hadir masa bodohlah yang penting aku mendengarkan pembasan apa yang akan dibahsa dia.


Setelah pembahasan selesai tuan wisnu memanggil seorang pelayan untuk menyajikan makanan dan tanpa aku mencurigai sesuatu aku memakannya akan tetapi sebelum mengambil makanan aku mendengar seorang memanggilku .


"Kak Yuta suka udang sini aku ambilin". Ucap seorang gadis yang tak lain adalah Yolanda.


Aku hanya melirik orang yang menganggil namaku dan kemudian pandanganku jatuh kepada Jena yang terlebih dahulu mengambil makanan dan memakannya saat aku melihatnya dia terlihat kesal dan memakan makanannya dengan sedikit kasar dan aku tahu itu adalah sebuah tanda bahaya.


"Tidak usah biar sekretaris saya saja yang mengambilkan saya". Ucapku untuk menolak dan sambil melihat ekspresi Jena yang terlihat kesal.


Seketika Jena meletakan alat makannya dan menoleh kearahku.


" Bapak mau yang mana biar saya ambilkan". Ucap Jena


"Kamu pasti tahu". Jawabku dengan simpelnya


" baik pak".


Setelah Jena mengambilkan makanankua aku memakanya akan tetapi belum makananku selesai aku mendengar nama Jena dipanggil oleh seseorang yang tak lain adalah Pak Wisnu.


"Bu Jena ada yang ini saya sampaikan berdua mengenai kerjasama yang akan kita kerjakan mari ikuti saya".


"Baik pak". ucap Jena dengan melihat kearahku dan setelah mendapat anggukan dariku barulah Jena mengikuti arah perginya sang kolegan.


Terbesit dihatiku rasa aneh kepada bukan aku yang diajak kenapa Jena dan aku pun hanya ditinggal berdua dengan anaknya dan aku pun tak ada niatan untuk bercengkrama dengannya dan memilih menghabiskan makanannku. Saat sudah menghabiskan makananku aku meresakan ada yang aneh denganku setelah aku meminum minumanku.


" Ada apa dengan tubuhku seperti ada yang tidak beres kenapa rasanya panas sekali. Jangan sampai kesadaranku hilang" batin Yuta


" Sial sepertinya minumanku dicampuri oleh obat perangsang, kenapa Jena belum balik juga". lanjut batin Yuta


" Kak Yuta kenapa apa perlu bantuan". Tanya Yolanda kepadaku


" Mari saya bantu kak kak Yuta bisa mengikuti saya". Ucap Yola sembil berusaha memegang tubuhku.


"Tidak perlu"


Sebelum aku menjawa pertanyaan itu aku mendengar seseorang sambil menarik tubuhku sedikit kasar. Saat aku menoleh aku mengucap syukur ternyata Jena orangnya dan aku mencoba agar menjaga kesadaranku .


"Biar saya saja yang membantu bos saya". Lanjut Jena dengan memapah tubuhku.


Aku sudah tak memikirkan apa apa yang ku fikiranku sekarang adalah sampai dirumah dan segera mandi untuk menghilangkan panas ditubuhku.


"Tapi". potong Yola


" Biar sekretaris saya saja , Jena ayo". Ucapku dengan setengah kesadarannya karena selain merasaka panas aku juga merasakan gejolak aneh ditubuhku.


" Baik pak".


...🌱🌱🌱...

__ADS_1


 


Diperjalanan terjadi keributan antara aku dan Jena karena aku sudah tidak nyaman dengan ini semua.


" Jena cepetan dong lama amat nyetirnya". Ucapku dan justru malah mengundang dewi evil muncul kedalam tubuh Jena.


" Bentar ngapa mas kalau gue males gue turunin sini lu" . Ucap Jena dengan jengkelnya.


Sesampainya diparkiran apetermen Jena menawariku untuk dibantu atau tidak.


" Ayo cepat sini gue bantu turun". Lanjut Jena


skipp


Sesampainya diapatermen Jena memapahku dan membantuku sampai kekamarnya.


" Berat banget sih ". .


" Dah ya mas saya mau balek kekamar saya dulu bye".


Entah saat tangan Jena menyentuh tanganku aku merasakan Gejolah yang semakin aneh saja dan sebelum Jena meninggalkan kamarku aku terlebih dahulu menarik tangan Jena.


" pliase Jen tolongin saya". ucapku dengan paruhnya.


"maksud_ _ _". Belum selesai jena berbicara aku sudah teelebih dahulu menariknya dan membungkam mulutnya. saat aku melepaskan mulutnya dari mulutku aku mendengar Jena memohon kepadaku untuk dilepaskan.


" Mas lepaskan mas".


" Aku mohon".


"Maaf Jena tapi ini harus segera dituntaskan". Ucap ku sambil membanting Jena dengan pelan kearah kasur dan menindih tubuhnya persetan denga apa yang akan terjadi selanjutnya.


" Jangan". dengan luluhnya air mata Jena.


" Jangan pak saya mohon". Tangis Jena kian pecah


tanpa mendengarkan rengekan Jena dan perlawanan Jena. aku tetap melanjutkan aksiku dan berakhirlah sesuatu yang seharusnya tak terjadi antara aku dan Jena.


Karena capeknya menangis karena pemberontakkannya kepadaku akhirnya Jena tertidur pulas dalam dekapanku dan aku menyesal kenapa aku bisa lepas kendali dan seharusnya aku segera kekamar mandi bukan malah menarik tangan Jena.


Dan katakanlah aku ini pengecut bahwa aku telah jatuh kepesonanya akan tetapi aku tak berani mengungkapkanya biarlah semua berjalan seperti ini dan akan ku ungkapkan bila tepat waktunya.


...🌱🌱🌱...


cahaya yang masuk kekamarku belum berhasil membuatku membuka mataku akan tetapi tanganku mencoba mencari sesuatu disebelahku setelah tidak menemukan apa yang aku cara aku membelakkan mataku.


" Keman dia apakah dia sudah bangun?. Sebaiknya aku mandi lalu menemuinya aku harus meminta maaf atas kejadian tersebut". Ucapku.


Kemudian aku beranjak menuju kamar mandi sebelum menuju kamar mandi aku menghadap kearah tempat tidur kemudian tersenyum kecil karena mengingat kejadian semalam.


" apakah aku seganas itu tadi malam. Kasihan sekali Jena. Aku harus menemuinya". Batinku


Kemudian ia masuk kekamar mandi untuk melakukan ritual mandianya.


...🌱🌱🌱...


Setelah mandi aku menuju kedapur karena firasatku mengatakan bahwa Jena berada disana dan ternyata dugaanku benar dan disana sarapan sudah tersaji dengan rapi aku herapa apa dia tidak merasakan sakit diitunya?.


Kemudian aku berjalan kearah meja makan dan duduk ditempatku. baru duduk Jena menawarkanku ingin makan dengan apa?.


"Kamu sudah bangun mau makan sama apa roti atau nasi goreng?. Maaf aku bangun kesiangan". Ucap Jena


" Setelah kejadian tadi malam biasa - bisanya dia bilang bangun siang seharusnya malah dia istirhat dulu". Batinku.


" Jadi mau pakai apa mas?". Tanya Ulang Jena karena dari tadi tidak mendapat jawaban dariku.


" haaa sama nasi goreng saja". Jawabku setelah sadar dari lamunan.


kemudian Jena mengambilkan makan untukku dan dirinya. Setelah makan selesai saat Jena memberesi pada saat beranjak dan akan berjalan menuju westefel aku melihat Jena kesusahan berjalan kemudian aku berjalan kearah Jena dan mengambil setumpuk alat makan yang kotor


" Biar aku saja yang mencucinya kamu duduk saja temani saya dimeja makan saja". Ucapku sambil mengambil tumpukan piring kotor tersebut.


" Tidak usah mas aku bisa kok". Tolak Jena dengan halusnya.

__ADS_1


"Sudahlah sekali ini saja". Jawab Yuta dengan nada tidak mau dibantah.


Kemudian Jena kembali duduk dan melihatku mencuci peralatan makan tersebut. Setelah mencuci peralatan makan selesai aku kembali ketempatku sema.


" Jena ada yang mau saya sampaikan". Ucapku yang menyadarkan lamunan Jena


" Ada apa mas?". Tanya Jena


Karena keasikan melamun sampai tidak sadar bahwa Yuta telah selesai mencuci piring dan telah duduk dihadapannya.


" Soal tadi malam saya minta maaf harusnya saya bisa mengendalikan diri saya". Ucap Yuta dengan penuh penyesalan.


" Lebih baik tidak usah membahas itu saya sudah mengingikhlaskannya lagian itu juga hak kamu karena kan kamu suami saya". Jawab Jena


Bukan karena apa Jena tak mau membahas itu lagi karena bagi Jena itu kan mengungkit luka yang akan Jena tutup dan Jena sudah mencoba mengikhlaskan apa yang telah terjadi.


" Saya kekamar dulu ada pekerjaan yang harus saya selesaikan". Lanjut Jena dan beranjak dari meja makan meninggalkan Yuta dengan seribu pertanyaan dikepalanya.


Setelah Jena pergi dari pandangnnya Yuta menghubungi salah satu anak buahnya


" Cari informasi tentang makanan yang disajikan oleh Tuan Wisnu saya menaruh Kecurigaan "


"_ _ ".


" Secepatnya saya tunggu 24 jam kirim keemail saya". Kemudian Yuta mematikan telfonnya karena hari ini adalah hari libur Yuta memilih keruang kerjanya bukannya dia akan melakukan pekerjaan akan tetapi dia hanya ingin menyediri untuk merenungkan fikiranya yang sedang bercabang entah kemana.


POV OFF


Saat ini Yuta hanyalah berdiam diri didalam ruang kerjanya sekarang ini yang difikirkannya adalah Jena Jena dan Jena setelah kejadian tadi malam yang berhasil menjungkir balikkan dunianya, tiba-tiba terdengar deringan telpon dari sebarang sana.


"Saya sudah menemukan motivasinya bos bahwa Tuan Wisnu ingin menjebak anda sehingga belium meminta bertanggung jawaban anda".


" sialan bagus saya suka kerjamu. Saya akan mengirim bonusmu. Jawab Yuta


Tanpa menunggu Jawaban dari seberang Yuta lebih dulu mematikan telponnya kemudian menghubungi tangan kanannya.


" Hallo Jhon batalkan kerja sama kita dengan Perusahaan Gentara". Ucap Yuta saat Jhony mengankat telponnya.


" - - -"


" Gue kagak berdulu kalau gue harus rugi lagian itu tidak akan membuatku bangkrut".


"- - - "


Setelelah selesai menghubungi Jhony Yuta memilih melihat pemandangan dari ruang kerjanya sambil menyalakan sebatang rokoknya karena apa bila fikirannya sedang kalud maka dia belih memilih ditemani oleh sebatang rokok dari pada sebotol vodka.


" Jangan sepelekan aku karena bila engkau berani menyenggolku akanku balas 2 kali lipat". gumam Yuta sambil menyemburkan asap rokoknya.


"Kalau Jena tahu aku merekok apa dia akan marah ya". Ucap lirih Yuta


"Yuta Yuta elu kenapa sih . Dah lah". sambung Yuta kemudian menghisap nikotin itu kembali


...🌱🌱🌱...


Sedangkan orang yang sedang enak-enaknya tertidur dialam mimpi harus bangun karena mendengar panggilan dari sang teman yang merangkap menjadi bosnya.


Saat melihat nama Yuta yang tertera disana Jhony buru-buru mengangkatnya dan baru saja menggeser tombol hijau terdengar suara Yuta yang berhasil menyadarkan Jhony.


" Hallo Jhon batalkan kerja sama kita dengan Perusahaan Gentara". Ucap Yuta saat Jhony mengankat telponnya.


"Lha kenapa Yut bukannya itu proyek dah mau jalan ya. nanti rugi gimana?"


" Gue kagak berdulu kalau gue harus rugi lagian itu tidak akan membuatku bangkrut".


"oke akan gue jalankan "


Kemudian telpon pun diakhiri oleh Yuta.


" Tu bocah kenapa kagak biasanya, Lebih baik gue laksanakan aja deh dari pada gaji gue taruhanya". Gumam Jhony dan menghubungi sekretaris perusahaan Gentara untuk membatalkan kontrak


****


Huwaa part terpanjang dari semua part ini

__ADS_1


semoga kalian suka ya bye bye semua😇


__ADS_2