
"Maafkan saya Jena dan terimakasih karena saya yang telah menjadi yang pertama untukmu". lirih Yuta dan mencium kening Jena yang tertidur pulas dalam pelukannya.
Skip--
matahari masih bersinar dengan malu malaunya melewati gorden kamar kedua insan tersebut larat lebih tepatnya kamar seorang pria tersebut yang tengah tidur memelih sang wanita. cahaya tersebut mengusik tidur seorang wanita yang tak lain adalah Jena.
"Kenapa dia melakukan ini kepadaku ". lirih Jena dengan isak tangisnya kembali
"Lalu bagaimana nasibku yang akan datang". Lanjutnya
" Lebih baik aku kembali kekamarku dahulu". Ucap Jena sambil turun dari kasur dan memunguti baju-bajunya yang tergeletak dilantai.
Sesampainya dikamarnya Jena berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri. akan tetapi Jena malah menangis sejadi jadinya untuk meluapkan amarah dihatinya karena tidak bisa menghentikan Yuta, setelah merasa puas menangis Jena bergegas mandi dan menyiapkan sarapan.
" Biarlah berjalan sesuai takdir dan aku tidak tahu bagaimana jika kontrak ini selesai ".batin Jena dan menghela nafas untuk menghilamgkan sesak didadanya.
Skip
Sedangkan seorang pria terbangun karena terusik oleh cahaya yang masuk kekamarnya belum membuka matanya tangan pria tersebut mencoba mencari sesuatu disebelahnya setelah tidak menemukan apa yang dicara dia membelakkan matanya.
" Keman dia apakah dia sudah bangun?. Sebaiknya aku mandi lalu menemuinya aku harus meminta maaf atas kejadian tersebut". Ucap Yuta.
Kemudian Yuta beranjak menuju kamar mandi sebelum menuju kamar mandi Yuta menghadap kearah tempat tidur kemudian tersenyum kecil karena mengingat kejadian semalam.
" apakah aku seganas itu tadi malam. Kasihan sekali Jena. Aku harus menemuinya". Batin Yuta
Kemudian ia masuk kekamar mandi untuk melakukan ritual mandianya.
...🌱🌱🌱...
Sedangkan didapur Jena bersusah payah berjalan untuk menyiapkan sarapan. Jangan ditanya bagaimana sakitnya Jena ia saja tidak tahu bagaimana mendiskripsikannya oke lanjut.
Saat semua masakan yang sudah jadi Jena sajikan diatas meja makan dan saat itu bertepatan datangnya Yuta.
"Kamu sudah bangun mau makan sama apa roti atau nasi goreng?. Maaf aku bangun kesiangan". Ucap Jena
" Setelah kejadian tadi malam biasa - bisanya dia bilang bangun siang seharusnya malah dia istirhat dulu". Batin Yuta
" Jadi mau pakai apa mas?". Tanya Ulang Jena karena dari tadi tidak mendapat jawaban dari Yuta
" haaa sama nasi goreng saja". Jawab Yuta setelah sadar dari lamunannya.
__ADS_1
kemudian Jena mengambilkan makan untuk Yuta dan dirinya. Setelah makan selesai saat Jena memberesi pada saat beranjak dan akan berjalan menuju westefel Yuta melihat Jena kesusahan berjalan kemudian Yuta berjalan kearah Jena dan mengambil setumpuk alat makan yang kotor
" Biar aku saja yang mencucinya kamu duduk saja temani saya dimeja makan saja". Ucap Yuta sambil mengambil tumpukan piring kotor tersebut.
" Tidak usah mas aku bisa kok". Tolak Jena dengan halusnya.
"Sudahlah sekali ini saja". Jawab Yuta dengan nada tidak mau dibantah.
Kemudian Jena kembali duduk dan melihat Yuta mencuci peralatan makan tersebut sambil melamunkan bagaimana nasibnya yang akan datang.
" Sepertinya aku sudah mulai nyaman denganmu tapi aku harus sadar bahwa kalau kau bukanlah milikku dan aku harus menjaga jarak agar aku tak terjatuh kedalam pelukkanmu karena aku tidak mau merasakan sakit hati untuk kedua kalinya". lirih batin Jena
" Jena ada yang mau saya sampaikan". Ucap Yuta yang menyadarkan lamunan Jena
" Ada apa mas?". Tanya Jena
Karena keasikan melamun sampai tidak sadar bahwa Yuta telah selesai mencuci piring dan telah duduk dihadapannya.
" Soal tadi malam saya minta maaf harusnya saya bisa mengendalikan diri saya". Ucap Yuta dengan penuh penyesalan.
" Lebih baik tidak usah membahas itu saya sudah mengingikhlaskannya lagian itu juga hak kamu karena kan kamu suami saya". Jawab Jena
Bukan karena apa Jena tak mau membahas itu lagi karena bagi Jena itu kan mengungkit luka yang akan Jena tutup dan Jena sudah mencoba mengikhlaskan apa yang telah terjadi.
Setelah Jena pergi dari pandangnnya Yuta menghubungi salah satu anak buahnya
" Cari informasi tentang makanan yang disajikan oleh Tuan Wisnu saya menaruh Kecurigaan "
"_ _ ".
" Secepatnya saya tunggu 24 jam kirim keemail saya". Kemudian Yuta mematikan telfonnya karena hari ini adalah hari libur Yuta memilih keruang kerjanya bukannya dia akan melakukan pekerjaan akan tetapi dia hanya ingin menyediri untuk merenungkan fikiranya yang sedang bercabang entah kemana.
... 🌱🌱🌱...
Sedangkan Jena alih-alih mengerjakan pekerjannya ia malah melamunkan kejadian tadi malam.
" Bagaiamana kalau kejadian tadi malam membuahkan hasil?."
" Apakah dia akan meneriamnya sementara kita tak saling mencintai".
" Ya tuhan apa yang harus kulakukan". Ucap lirih Jena
__ADS_1
"Ayo Jena fokus keperjaanmu terlebih dahulu masalah itu biarlah ikut alur tuhan saja". Ucap Jena untuk menyemangati dirinya.
"Tiba-tiba aku meindukan mommy , bagaimana kabarmu apakah saat kita bertemu nanti kamu bisa menerimaku?". Batin Jena dengan tak terasa mengalirlah air matanya.
... 🌱🌱🌱...
Sedangkan dibagian lain terdapat dua pemuda yang menanti kabar dari anak buahnya
" Bagaimana sudah ada kemajuan ?".
"_ _ _ ".
" Bagus saya tunggu informasi yang akurat". Ucap pemuda itu sambil mematikan telfonnya
"Bagaimana Hyung ada kemajuan ". Tanya adiknya kepada sang kakak
" Dari informasi yang dia dapat bahwa adik kita masih hidup akan tetapi saat anak buahku akan menemuinya dipanti terakhir data yang ditemukan dia sudah tidak tinggal disana lagi dan kemungkinan dia masih tinggal dikota ini ". Ujur sang kakaknya
" Kemungkinan dia masih ada disekitar sini hyung. aku jadi tidak sabar menanti adik cantikku".
" Berdo'alah agar ia cepat ditemukan".
" Pasti itu hyung".
" Saat dia ditemukan aku akan memberikan apa yang dia mau ". Lanjutnya dengan senyum dibibirnya dan jangan lupakan matanya yang menghilangan
" bukan kamu saja aku pun sama apapun akan kuberikan padanya". Ucap pemuda satunya dan senyum diwajahnya.
"Lebih baik kau kembali kekamarmu dan ingat rahasiakan ini kepada mommy masalah daddy biar aku yang bilang tentang perkembangan ini".
"Baik hyung jangan lupa istirahat aku tidak mau mihatmu sakit".
" Selamat malam hyung mempi indah". lanjut pemuda tersebut kemudian menutup pintu ruang kerja hyungnya menuju kekamar.
" Semoga kamu dilindungi oleh tuhan dimana pun kau berada my love". Ujur pemuda tersebut dan beranjak menuju kamarnya.
Â
********
Dipart ini udah ada sepoilernya siapa yang dicari dan siapa yang mencarai.
__ADS_1
dan author ucapkan terimakasih untuk yang membaca cerita ini semoga kalain suka ya
--- terimakasih^^----