
Sudah terhitung 3 hari dari dimana Jena makan malam dirumah bosnya dan berati tinggal 4 hari lagi Jena harus memberikan keputusan kepada bunda dari bosnya.
" Jadi bagaimana Jena apakah kamu terima". Tanya seorang pria kepada Jena
" Saya tidak yakin pak dengan keputusan saya apa lagi kita tidak saling mencintai bagaimana kita bisa menikah". Jawab Jena
Yah betul orang yang bertanya kepada Jena adalah bosnya Namikaze Yuta hari ini Jena dan bosnya membahas apa yang diminta oleh sang Nyonya besar Namikaze.
" Saya tidak suka penolakan Jena dan satu lagi keinginan kaacan saya adalah perintah mutlak lagi saya dan tidak bisa dibantah". Pungkas Yuta
" Tapi pak bagaimana keluarga bapak nanti tahu kalau sebenarnya tidan saling mencintai".
" Itu sangatlah gampang Jena". Jawab Yuta sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
" Apa ini pak?". Tanya Jena
" Bukalah dan fahami apa isinya, siapa tahu kamu ingin merubahnya".
Kemudian tangan Jena terulur untuk membuka map berwarna kuning tersebut entah kenapa hatinya merasa tidak enak, baru membukan halaman pertama. "DEG", Apa ini surat perjanjian ( batin Jena)
Jena membaca dengan teliti semua kata kata yang ada dalam surat perjanjian itu yang berisikan.
*****
...SURAT PERJANJIAN...
Pihak pertama Namikaze Yuta
Pikah kedua Lee Jena.
Dengan ini kami menyatakan persetujuan pernikahan dengan syarat sebagai berikut:
Tidak adanya kontak fisik yang berhubungan dengan hub suami istri.
__ADS_1
Pihak kedua mendapat uang bulanan dari pihak pertama.
Urusan masing-masing tidak oleh kepo antara satu dan yang lain.
Berhubungan baik layaknya suami istri didepan keluaraga.
Pihak kedua boleh bekerja seperti biasa.
Kontrak akan berakhir selama 6 bulan atau sampai menemukan pasangan hidup masing-masing.
Kontrak akan batal dengan sendirinya apa bila kedua pihak berhasil jatuh cinta.
^^^Disetujui oleh kedua pihak^^^
^^^Namikaze Yuta dan lee Jena.^^^
****
" Bagaimana jena kamu setuju?".
" Kalau begitu lakukan itu demi kaacan saya". Pungkas Yuta
" Dari kontrak yang bapak berikan tidak merugikan untuk saya jadi saya setuju dengan permintaan bapak". Jawab Jena
" oke dael Jena kita akan menemui kaacan saya untuk memberi tahukan bawah kamu mau menikah dengan saya". Ucap Yuta
"Iya pak". Jawab Jena akan tetapi dengan bodohnya Jena saat mendatangani dia tidak membaca poin terakhir dari isi perjanjian tersebuat karena fikir Jena yang depan isinya aman maka belakang aman aja.
Kemudian kedua insan tersebut mendatangani kontrak tersebut sebagai tanda bahwa kedua pihak setuju dengan kontrak yang mereka buat.
" Kalau begitu tunggu apa lagi ayo kita temu kaacan saya pasti dia akan senang mendengar ini". Ajak Yuta kepada Jena dengan tidak sadarnya mereka berdua bergandengan tangan sampai didepan parkiran cafe.
" Mohon maaf pak bisa lepaskan tangan saya?". Ucap Jena
__ADS_1
" ah sorry Na saya tidak sengaja". Jawab Yuta dengan gugupnya sambil melepaskan gandengan tangannya dari jena. ( Goblok banget sih lu Yut Yut ngapain acara gandeng tangan Jena segala kan jadi salting lu). Umpatan batin Yuta.
" Ayo pak jalan tunggu apa lagi?". Tanya jena
" Hmm". Terdengar daheman dari Yuta sebagai Jawaban untuk pertanyaan Jena, tapi sebenarnya Yuta seperti itu untuk menghilangkan kegugupannya.
... 🌱🌱🌱...
Sesampainya mereka didepan monsion Namikaze mereka segera masuk untuk menemui ibunegara untuk memberitahukan tujuan mereka.
" Kaacan kaacan lihat siapa yang datang". Teriak Yuta saat memasuki monsion emang Yuta itu kalau diluar irit bicara akan tetapi kalau sudah didepan keluarganya suka ngomong terus kaya rel kereta.
" Jangan teriak-teriak boy ini rumah bukan hutan". Sahut sang bunda kala mendengar teriakan sang anak.
" Selamat sore kaacan tousan". Ucap Jena
" Ya ampun Jena kok ngak bilang kaacan kalau mau kesini? Ayo duduk dulu sini dekat kaacan". Tanya sang Nyonya Namikaze degan terkejutnya saat melihat kebelakang.
Kemudian Jena dan Yuta pun duduk setelah disambut hangat oleh pasangan paru baya tersebut.
" Jadi gini kaacan Jena meyetujui untuk menikah dengan nissan". Ucap Yuta
" Apa benar itu Jena?". Tanya ibunda Yuta untuk memastikan apa benar yang diucapkan putranya itu benar.
" Iya kaacan. Tapi Jena meminta satu hal apa bolah pernikahan ini diadakan secara sederhana dan hanya dihadiri orang terdekat saja?". Ucap Jena dengan gugupnya, ya secara Jena mengucap kaya gitukan untuk mengantisipasi serangan dan para fans bosnya ditambah lagi nanti saat mereka pisahkan biar pada gak tahu mantan suaminya itu siapa? yang jelas tuh Jena cari amannya aja.
"Yuta setuju kaacan, Apa lagi diluaran sana banyak fans Yuta. Yuta juga takut nanti Jena malah jadi incaran saingan Yuta kaacan". Ucap Yuta untuk meyakinkan kaacannya.
"Baiklah jika itu mau kalian tousan hanya bisa menyetujuinya karena yang menjalankan kalain tousan dan kaacan hanya bisa mendukung kalian". Ucap Tuan Namikaze.
"Jadi pernikahan kalian akan diadakan 2 bulan dari sekarang serahkan semua kekaacan semua pasti beres". Ucap Nyonya Namikaze dengan semangatnya.
Sebenarnya Yuta itu heran yang mau nikah itu Yuta apa Kaacannya sih kok yang semangat kaacannya tapi Yuta akan melakukan apa saja demi kaacanya bahagia sekalipun dia harus mengorbankan sesuatu itu.
"Baik kaacan". Jawab Yuta dan Jena bersaman.
__ADS_1
*****
hallo semua gimana menurut kalain cerita ini apakah membosankan? . kalau iya author minta maaf ya