
Banyaknya orang yang berlalu lalang bertanda bahwa kesibukkan aktivitas telah dimulai begitupun dengan Jena yang harus kembali kerutinitas pekerjaannya.
(Bruk).
Terdengar suara barang berjatuhan karena ketidak sengajaan seseorang yang menubruknya.
"Maaf saya tidak sengaja, apa anda tidak apa-apa?". Tanya pemuda itu
"Tidak apa-apa tuan ini juga salah saya berjalan tidak melihat-lihat". Ucap Jena kepada orang yang menabraknya
"Jena kau tidak apa-apa? sini aku bantu, kau sudah ditunggu pak bos". Ucap orang yang menolong Jena.
Saat pemuda itu menoleh kepada orang yang ditabraknya "Deg". ( kenapa orang ini mirip sekali dengan orang aku cari ?, apakah itu dia?, tapi kalau itu dia kenapa tidak mengenaliku?). Batin laki-laki itu.
"Maaf pak saya harus segera pergi, permisi". Pamit Jena pada orang yang menabraknya.
...🌱🌱🌱,...
Sesampainya Jena diruangan bosnya Jena terkagetkan karena disana ia melihat orang dimasa lalunya.
Tetapi Jena mengontrol ekspresi terkejutanya karena dia tidak ingin dicurigai oleh bosnya dan terutama orang tersebut dengan meminta maaf karena baru sampai.
"Maaf pak saya baru datang". Ucap Jena saat masuk ruangan bosnya kemudian ia memilih duduk didekat bosnya
"Oh iya Tae kenalkan ini sekretarisku, berati kita tinggal menunggu Jeno saja dan pembahaaan ini bisa dimulai". Ucap bosku dan memperkenalkan aku sebagai sekretarisnya.
Tak berselang lama sejak kedatanganku terdengar ketukan pintu bertanda ada orang dari luar. Saat bos ku mempersilahkan masuk muncullah seorang pemuda yang menabrakku tadi.
"Maaf hyung terjadi kecelakan kecil saat kesini". Ucap pemuda itu
__ADS_1
"Kau tidak apa-apakan apa ada yang terluka". Tanya kakaknya
"Tidak hyung. Bisa kita mulai pembahasanya". Ucap pemuda itu
Kemudian pembahasan tersebut dimulai sampai menemukan titik terangnya bosku menjabat tangan kepada 2 bersaudara dan sekretarisnya. Saat sudah selesai aku melilih undur diri keruanganku karena sudah tidak ada lagi pembahasan yang memeperlukan aku, karena aku tahu laki-laki juga punya privasi dengan temannya.
POV JENA
saat aku berjalan tergesa- gesa menuju ruangan bosku berada muncul lah seorang laki-laki dari arah toilet tanpa melihat jalan laki-laki tersebut menabrakku.
(BRUK).
"Maaf saya tidak sengaja, apakah anada tidak apa-apa?". Tanya pemuda karena ketelodorannya saat berjalan.
(DEG).
"Tidak apa-apa tuan ini juga salah saya berjalan tidak melihat-lihat". Ucapku kepada orang tersebut.
Aku melihat wajahnya apa dia mengenaliku kalau ia mengenaliku harusnya dia memanggil namaku kenapa dia hanya diam saja.
"Jena kau tidak apa-apa? sini aku bantu, kau sudah ditunggu pak bos".
Lamunanku buyar saat temanku menganggilku dan memberitahukan bahwa bosku telah meungguku karena hari ini ada pembahsan proyek mendadakan dengan perusahaan temanya.
"Maaf pak saya harus segera pergi, permisi". Pamitku pada laki-laki tersebut karena sedari tadi aku menunggunya menyapaku atau sekedar berbasa basi untuk menyanyakan kabarku akan tetapi dia diam saja dari pada menambah sakit hatiku aku memilih pergi.
...🌱🌱🌱...
__ADS_1
Sesampainya Jena diruangan bosnya Jena terkagetkan karena disana dia melihat orang dimasa lalunya.
"Ya tuhan ada apa ini kenapa mereka muncul dihadapanku secara persamaan". Ucap batinku
Tetapi Jena mengontrol ekspresi keterkejutannha dengan meminta maaf karena aku baru sampai.
"Maaf pak saya baru datang". Ucapku kepada bosku dan orang yang ada disana kemudian aku memilih duduk didekat bosku.
"Oh iya Tae kenalkan ini sekretarisku berati kita tinggal menunggu Jeno saja dan pembahaaan ini bisa dimulai". Ucap bosku untuk mengenalkanku sebagai sekretarisnya. Aku percaya bahwa tanpa mengenalkanku dia pasti mengenaliku.
Tak berselang lama sejak kedatanganku terdengar ketukan pintu bertanda ada orang dari luar. Saat bos ku mempersilahkan masuk muncullah seorang pemuda yang menabrakku tadi. Ternyata dia adalah teman bosku sempit sekali dunia ini.
"Maaf hyung terjadi kecelakan kecil saat kesini". Ucap pemuda itu
"Kau tidak apa-apakan apa ada yang terluka". Tanya kakaknya
Lihatlah semua tak berubah bahkan hanya dia yang dihawatirkan sungguh miris hidup ini.
"Tidak hyung. Bisa kita mulai pembahasanya". Ucap pemuda itu
Kemudian pembahasan tersebut dimulai sampai menemukan titik terangnya bosku menjabat tangan kepada 2 bersaudara dan sekretarisnya.
Saat sudah selesai aku melilih undur diri keruanganku.
Dan saat aku akan keluarpun mereka tak menghalangiku atau hanya menanyakan bagaimana kabarmu. Sunggu itu nemambah luka hatiku.
...🌱🌱🌱...
__ADS_1
Sebentar lagi kita akan bersama tunggu sampai bukti-bukti untuk menguatkan kau adalah dia. Tunggu aku sayang". Ucap pemuda dalam gelapnya malam.