LEE JENA

LEE JENA
BAB 18


__ADS_3

Setelah kejadian ketidak sengajaan antara Yuta dan Jena kini Jena kembali kerunitas seperti biasa dan menganggap semua itu hanya angin lalu begitupun dengan Yuta.


Saat ini keduanya sedang melalukan sarapan bersama, setelah sarapan selesai Yuta membuka percakapan terlebih dahulu


" Tadi kacaan menelfonku katanya dia rindu dan mengundang kita makan malam disana". Ucap Yuta setelah menghabiskan sarapannya.


" Iya, nanti aku akan kesana naik grab aja " Jawab Jena.


" Tidak usah nanti kau tunggu diparkiran seperti biasa aja". Pungkas Yuta.


" Kalau begitu aku berangkat dulu". ucap Jena


Tiba-tiba Yuta beranjak dari duduknya dan mengambil tas ya " Ayo tunggu apa lagi, tenang nanti saya turunkan ditempat biasa". Ucap Yuta karena dia sudah hafal apa yang ada dikepala Jena.


Kemudian mereka berangkat bersama menuju kantor bersama


...🌱🌱🌱...


Sesampainya dikantor Jena memilih menyelesaikan pekerjaaanya karena hari ini tidak ada jadwal untuk pertemuan diluar.


Saat makan siang pun Jena hanya makan siang dikantin bersama jaehwa.


" Lu kenapa Na kagak gak mood gitu ada masalah". Tanya Jaehwa yang sedari tadi memperhatikan Jena yang hanya diam saja.


" Kagak tahu ni kayak ada beben difikiran gue tapi lagak tahu itu apa". Jawab Jena sambil menghela nafasnya.


" Gimana sih na ". Tanya Jaehwa lagi


" Tentah". Jawab Jena dengen entengnya.


" Entah kenapa perasaanku tiba-tiba tidak enak dan fikiranku melalu tertuju kepada kejadian itu aku berharap kejadian itu tidak membuahkan hasil". Monolog hati Jena


Kemudian mereka melanjutkan makan siang mereka sampai jam makan siang habis setelah makan siang selesai mereka memilih kembali keruangan masing - masing.


...🌱🌱🌱...


Saat ini keadaan kantor sudah sepi mungkin karena para penghuni kantor sudah pulang dan saat ini Jena berjalan menuju diamana Yuta berada.


" Maaf baru sampai masih ada sedikit pekerjaan". Ucap Jena dan kemudian masuk kedalam mobil dan disusul oleh Yuta.


kurang lebih sekitar 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai dikediaman Namikaze dan kedatangan mereka disambut oleh nyonya rumah.


"Akhirnya kalain sampai juga pasti kalain belum makan ayo kita makan dulu kacaan sudah menyiapkan menu spesial hari ini". Sambut Hinata


" Iya kacaan . Alentha mana kacaan apa belum pulang". Tanya Jena yang mencari beberadaan temanya yang sedari tadi tidak terlihat batang hidungnya.


" Ngapain lu garain gue kangen". Ucap Alentha yang baru saja datang dan mengagetkan semua orang.


"Ku kalau gak jadi kunti bisa kagak tiba-tiba dibelakang gue". Ucap Yuta dengan kagetnya karena ditiba- tiba adeknya berada disampingnya.


" Hilih lebai lu eh lu ngapain Yut dirumah gue". Ucap Alentha apa lagi tujuannya kalau bukan membuat kakaknya marah marah karena kakaknya itu paling sebel kalau Alentha panggil nama doang.


" Yut Yat Yut Lu pikir gue adek elu apa panggil yang benar ngapa". Jawab Yuta dengan sedikit marah karena adeknya memanggil namanya tidak menggunakan kata nisaan.


" Kok ngamok dasar bocil prik ". Tantang Alentha

__ADS_1


" Apa lu bilang mau gue hih elu maju sini kagak takut gue". Tantang Yuta balek


" Mau apa lu gue dah disamping lu mau berantem iya sini kita by one to one". Ucap Alentha dengan menantang


Belum Yuta menjawab terdengar suara lain yang tak kalah lantangnya sehingga membuat dua orang tersebut menghentikan adu tantangnya.


" teros teros mau dibuatkan indour apa outdour?". Tanya orang yang baru saja datang dari arah lift yang tak lain adalah Tuan Namikaze.


" Ya ampun Tousan alen yang ganteng ". Ucap Alentha sambil berlari kearah tousanya sekaligus untuk menghalihkan perhatiannya tousanya.


" Jangan mulai lagi Alentha pasti kamu mau mencari pembelaan tousan untuk melawan nisaanmu kan?". Ucap Tuan Namikaze yang tetap sasaran.


" Tau saja tousan ini". Jawab Alentha dengan diiringi senyum manisnya.


" Tidak , lebih baik kamu mandi kemudian turun untuk makan malam". Ucap tuan Namikaze dengan tidak mau dibantahnya.


" siap tousan". Jawab Alentha akan tetapi sebelum pintu lift tertutup Alentha melunjurkan lidahnya untuk mengejek nisaannya.


Jangan tanyakan bagaimana dengan Yuta tentu saja dia sedang seperti kebakaran jengot baru saja akan membalas sang adek Yuta disadarkan dengan sentuhan hangat dilenganya saat menoleh kesamping ternyata dia adalah Jena siapa lagi pelakunya kalau bukan sang istri.


" Sudah biarkan saja dia". Ucap Jena dan mendapat anggukan oleh Yuta.


" Kacaan Yuta sama Jena kekamar dulu mau membersihkan badan". Pamit Yuta kepada kedua orang tuanya.


" Oke son". Jawab sang ayah


Kemudian Jena dan Yuta berjalan menuju dimana kamar Yuta berada. Sesampainya disana Jena memilih mandi yang pertama dan setelah Jena selesai kemudian kini giliran Yuta. Setelah mereka selesai dengan ritual mandi mereka segers turun untuk makan malam bersama.


Saat ini semua orang sedang menikmati makan malam setalah makan malam kini Hinata membuka obrolan


Dan saat itu juga Yuta merasakan ada remasan kuat dilenganya saat menoleh ternyata Jenalah pelakunya.


" Kamu sepakat menunda dulu kacaan karena kami masih mau menikmati masa berdua". Jawab Yuta karena dia tahu bagaimana gugupnya Jena saat ini.


"Jika itu keputusan kalian kacaan hanya bisa mendukung semoga kalian selalu bahagia dan langgeng sampai nanti". Do'a Nyonya Namikaze.


"Amiin ". Ucap Jena


"*Dan aku berharap itu akan terjadi kacaan karena aku sudah mulai jatuh hati dengan putra kacaan". Batin Jena


" Aku tak bisa menjamin itu kacaan maafkan nisaan". Batin Yuta*.


Tiba-tiba terdengar suara memanggil nama Jena


" Jen spil dong selama 3 bulan jadi istri nisaan gue gimana". Tanya Alentha dengan randomnya entak anak itu dapet fikiran seperti itu dari mana.


" Eh imouto jangan kepo lu". Jawab Yuta kepada adiknya.


" ya gue kan tanya Jena bukan elu".


" sudah sudah ribut terus, Yuta mending kalain tidur disini saja hari sudah malam lagian besok juga libur tidak ada salahnya kalian tidur disini". Ucap Hinata untuk menengahi anaknya dan menawari anaknya untuk menginap.


" Baik kacaan ".


...🌱🌱🌱...

__ADS_1


Sesampainya dikamar kini Jena bingung dengan fikiranya. Dan Yuta hanya melihat Jena dari kasurnya tanpa niatan menanyai Jena atau menutup ipadnya.


" ee mas ada yang mau saya tanyakan". Ucap Jena yang sedari tadi mengumpulkan niatnya .


" Mau tanya apa". Jawab Yuta sambil menutup ipadnya dan menaruhnya diatas meja samping tempat tidur.


" Kalau semisalnya kejadian satu bulan lalu membuahkan hasil gimana". Tanya Jena sambil ******* ***** tanganya.


" Maaf Jena saya tidak bisa dan kamu tahu kan kita hanya sebatas apa". Jawab Yuta dengan lugasnya tanpa memikirkan Jena.


" Emang kamu hamil". Tanya Yuta ke Jena


" Enggak sih kan saya cuma tanya. Heheh". Jawab Jena dengan cengiranya bohong kalau fikiran Jena tidak Cemas.


" Lagian saya juga tahu apa yang harus saya lakukan". lanjut Jena


" Syukurlah kalau begitu saya harap itu tidak akan terjadi". Ucap Yuta dengan lugasnya.


" Sudah malam sebaiknya mau tidur jangn tidur dikursa dikasur saja". Ucap Yuta.


" Tapi ".


" Tenang saya tidak akan apa apakan kamu".


" Baiklah kalau begitu".


Kemudian Jena berjalan kearah kasur dan memjamkan matanya untuk tidur.


...🌱🌱🌱...


Sedangkan disebuah monsion lain terdapat seorang pemuda dengan memandang sebuah foto yang dimana terdapat 2 laki-laki memeluk seorang wanita.


"Oppa berharap kamu tidak hidup menderita diluran sana".


" Dan Oppa janji akan mencarimu sampai ketemu dan membawamu kembali kedalam keluarga kita".


* tok tok tok* Terdengar ketukan pinta


" Hyung apakah kau sudah tidur". Tanya seorang pemuda dengan cemasnya.


" kenapa?". Tanya balik hyungnya sambil membuka pintu.


" Gawat Hyung mommy kambuh lagi". Ucap pemuda itu.


"Cepat kita harus bawa mommy kerumah sakit". ucap Hyungnya dengan panik sambil berlari kekamar mommynya karena saat ini daddynya sedang ada tour pekerjaan yang tak bisa diwakilkan memereka.


" Kamu siapkan mobil dan aku akan membawa mommy kebawah dan suruh maid menyiapkan keperluan mommy dan minta bodyguard untuk menyusul.


" Baik hyung".


Kemudian dia berlari menuju lift agar lebih cepat sampai kegarasi berada dan menjalankan perintah hyungnya.


...🌱🌱🌱...


" Mangapa aku menjadi sangat cemas dan berfikiran terhadap mommy , Ya tuhan lindungilah mommyku". Ucap seseorang yang terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2