
Hubungan antara Jena dan Yuta semakin membaik paska mengakuan setatus Yuta didepan karyawanya. Saat ini Yuta dan Jena dengan berangkat kantor bersama karena sebelum berangkat kekantor mereka ada pekerjaan diluar perusahaan, sesampainya dikantor Jena memilih memisahkan diri dengan Yuta karena ia tidak ingin menjadi bahan gosipan dikantor karena ia semobil dengan bosnya.
"pak berhenti disini saja ?". Ucap Jena untuk memghentikan lagi mobil.
"Kenapa inikan masih jauh dari kantor". Jawab Yuta dengan penuh tanda tanya.
"Saya enggak mau pak diaggap Pelakor oleh orang kantor karena berangkat sama bapak. Bapak gak kasihan sama istri bapak kalau bapak cuma berdua sama saya dan bapak enggak kawatir istri bapak tahu .Kan kita tadi pergi enggak pakai supir kantor pak". Jawab Jena dengan takutnya karena dianggap pelakor.
*Cetak* terdengar suara sentilan yang sangat keras.
"Aduh pak kenapa bapak menyentil saya?". Tanya Jena karena tiba-tiba mendapat setilan dari bosnya.
"Kamu lupa Na kalau mau istri saya?". Tanya Yuta dengan geramnya karena omongan konyol dari Jena.
"Lho iya iya kenapa saya lupa kalau saya istri bapak?. kenapa bapak gak bilang juga sih?". Jawab Jena sambil menepuk jidatnya.
Bukannya menjawab pertanyaan Jena Yuta malah menanyakan hal lain kepada Jena karena dia sedang malas mencari keributan.
" Jadi turun dijalan apa mau di halte depan kantor?"
"Depan halte aja mas ". Jawab Jena
singkat cerita setelah mereka pulang dari taman Yuta meminta Jena untuk tidak memanggil Yuta dengan sebutan bapak dikira Yuta ini bapaknya apa dari pada Jena manggil Yuta dengan sayang bebeb atau yang lainnya Jena memilih panggil Yuta dengan sebutan mas, karena impian Jena kalau punya suami mau manggil mas. toh sekarang dia sudah menikah jadi tidak salahnya memanggil Yuta dengan sebutan mas walaupun hanya sesaat dan Yuta menyetujui dipanggil mas kataya manis gitu kalau dipanggil mas.
Setelah sampai didepan halte Jena segera turun dari mobil sang bos sambil mengerutu akan kebodohanya tadi.
" Jena kepana elu bisa lupa sih kalau elu istri dari si kulkas itu kan malu sendiri elu". monolog hati Jena.
kemudian Jena berjalan menuju kekantor baru saja akan mendudukkan diri kursinya Jena mendapat notif dihanphonya.
Bosgalak
Nanti pulangnya bareng saya saja tunggu saya diparkiran
^^^Jenabaek🙃^^^
^^^siap pak^^^
"Ngapain coba enggak bilang pakai wa segala bilang langsungkan bisa". Ucap Jena dengan umpatan kecilnya.
"Elu gila Jen bilang sendiri". Ucap teman Jena yang baru datang.
__ADS_1
" Enggak eh lu ngapain disini mau laporan ama bos ya?". Tanya Jena kepada temanya yang baru saja datang.
" Hehehhe. Kaya gak tahu aja sih Jen".
" Titip berkas buat pak bos ya karena gue males dapet omelan secara live". Jawab teman Jena dan meletakan sebuah map diatas meja Jena.
"Lha jadi gue dong yang kena omelan bos".
"Kan udah tugas sekretaris Jen. Udah ya gue mau balik keruangan gue bye Jena".
" Sekalian Jen ini laporan keuangan titip ya". Ucap teman Jena yang satunya
" woi kalain emang gak ada akhlak ya ". Ucap Jena dengan teriak untuk memanggil temannya.
" Kata pak bos suruh ngasih elu Jen". Jawab teman Jena sambil berjalan meninggalkan meja Jena
"Tul tu Jen bos tadi bilang gitu". Lanjut ucap teman satunya
"Kagak percaya gue. woi balik kalian". Teriak Jena
"Jen ini lapora pemasaran perusahan ". Ucap Jaehwa .
" Sebenarnya kalain kenapa sih enggak langsung laporan ama bos sendiri gue kagak mau kena omel juga kalik". Keluh Jena
" Ya tuhan emang gila tu bos lama lama, pantes baru datang map segini banyaknya". Ucap Jena dengan menerima map ditangan Jaehwa.
"Ya udah gue balik dulu semangat Jena". Ucap Jaehwa dan meninggalkan Jena.
" Ya tuhan semoga aku selamat". Ucap Jena dalam hati.
Kemudian Jena melakukan pekerjaannya terlebih dahulu seperti membuat jadwal, dan lain lain.
... 🌱🌱🌱...
setibanya diruangan bosnya Jena mengetuk pintu tersebuat untuk memastikan bahwa sang bos mengizinkan masuk
* tok tok tok* terdengar ketukan pintu sebanyak 3 kali
"Mohon maaf pak saya ingin menyampaikan hasil laporan dari perdivisi dan membacakan jadwal bapak". Ucap Jena
"Masuk ". Jawab Yuta dari dalam.
__ADS_1
" Buset ganteng banget laki gue kalau lagi menggalau lha sadar Jen lu kesini mau laporan bukan memandangi bos elu ". Monolog hati Jena.Kemudian Jena melanjutkan tujuan utamanya keruangan sang bos
" Mohan maaf pak ini laporan perdivisi dan jadwal bapak dari ini hanya meeting dengan perusahaan Narenda Grup kemudian setelah makan siang bapak ada pertemuan dengan Dimintri Grup dan malamnya bapak harus mendatangi acara pernikahan kolega anda bertepatan anda harus mendatangi acara penyambutan peruasahan Gentara. Sekian jadwal bapak".Ucap Jena dan meletakan map diatas meja bosnya.
" Jena tolong kalau bilang ke Jhony untuk mendatangi kepernikahan kolega saya dan kamu nanti malam ikut saya. Jangan bilang nanti istri bapak giaman atau saya harus izin dulu karena kamu istri saya faham". Ucap Yuta karena dia tidak mau mendengar kekonyolan yang istri.
"Buset panjang banget tu kata menusuk lerung hati lagi". Ucap Jena dengan lirihnya karena takut didengar sang bos.
"Jena kau tadi bilang apa". Ucap Yuta dengan dinginnya.
" Tidak pak saya izin undur diri". Ucap Jena tanpa menjawaban pertanyaan Yuta Jena memilih meninggalkan bosnya.
... 🌱🌱🌱...
Saat malam hari Jena dan Yuta mendatangi tempat dimana akan diadakanya sambuatan perusahan Gentara kolega perusahan Namikaze.
" Terimaksih pak Yuta sudah mau meluangkan waktunya untuk datang kecara saya". Ucap Tuan Wisnu selaku tuan rumah.
" Sayang kesini, dan kenalkan ini anak saya Yolanda Wisnu ". lanjutnya
"Kenalkan saya Yolanda Wisnu" Ucap gadis tersebut dengan centil dan pdnya gadis tersebut menyulurkan tanganya untuk berkenalan.
kemudian Yuta hanya menyambut jabatan tangan tuan Wisnu tanpa berminat menjawab sambutan tersebut. bahkan tak menanggapi gadis tersebut . Sambil meninggalkan sang memilik acara Yuta memilih menarik tangan Jena tanpa berminat berkenalan dengan gadis yang dikenalkan oleh tuan Wisnu.
" tadi itu Cewek cantik lho mas sayang kalau gak dilirik". Bisik Jena ke Yuta
"Yang pasti ada kenapa cari yang tak pasti". Ucap Yuta.
"maksudnya". Tanya Jena dengan penasarannya
" Udah ayo". Ucap Yuta sambil menarik tangan Jena tanpa berniat membalas Jena.
sedangkan itu disisih lain
"Sabar sayang setelah ini dia akan menjadi milikmu". Ucap nyonya Wisnu
" Tunggu saja ". Ucap Yolanda dengan amarah karena merasa diabaikan oleh Yuta.
*****
__ADS_1
Detik pencapaiian konflik ini harap bersabar