LEE JENA

LEE JENA
BAB 15


__ADS_3

Terdengar tepuk tangan yang sangat meriah bertanda acara sedang dimulai sebelum itu terdengan sambutan dari sang pemilik acara


" Terimakasih telah mendatangi acara saya dan saya akan memgenalkan putri saya Yolanda Wisnu Saya harap kalian semua bisa menikmati hidangan yang telah disajikan".


setelah pemilik acara membuka acara para hadirin menikmati jamuan yang telah disiapkan. Sementara itu


" Gue bingung mau panggil mas apa pak?". Ungkap Jena


" panggil pak aja kalau ada orang". pungkas Yuta


"Kalau gitu tadi sekretaris pak Wisnu menghubungi saya katanya ada sedikit pembahasan mengenai kerja sama". Ucap Jena untuk memberitahukan tentang info yang baru saja didapat.


"Hem". Jawab Yuta dengan singkatnya


Tidak begitu lama datanglah pak Wisnu yang berjalan kearah meja Jena dan Yuta.


"Aneh katanya datang dengan sekretarisnya kenapa ini dengan anaknya?". batin Jena


"Selamat malam pak Yuta mohon maaf saya baru datang dan saya meminta maaf karena sekretaris saya sedang berhalangan dan digantikan oleh anak saya". Ucap Pak Wisna sambil duduk dan diikuti oleh anaknya.


" Langsung saja keintinya". Ucap Yuta karena sebenarnya dia muak melihat gaya centil gadis didepannya.


Kemudian pembahasaan pun dimulai. Setelah pembahasan tersebut Pak Wisnu memanggil seorang pelayan untuk menyajikan makan yang telah dipersiapkan untuk koleganya.


"Silahkan dinikmati Pak Yuta".


Tanpa menjawab Yuta pun menikmati sajian yang telah disajikan baru saja akan mengambil makannan Yuta mendengar namanya disebut dan menghentikan aktivitasnya.


"Kak Yuta suka udang sini aku ambilin". Ucap seorang gadis yang tak lain adalah Yolanda.


"ngapin sih tu cewek centil banget ama laki orang kagak tahu apa bininya disini pengen tak hih banget tu". Batin Jena sambil memasukkan makan kedalam mulutnya dengan sedikit kasar.


"Tidak usah biar sekretaris saya saja yang mengambilkan saya". Ucap Yuta untuk menolak dan sambil melihat ekspresi Jena yang terlihat kesal.


" Bapak mau yang mana biar saya ambilkan". Ucap Jena karena karena mendengar namanya dipanggil oleh bosnya.


"Kamu pasti tahu". Jawab Yuta


" baik pak".


" sialan lihat saja kali ini aku jamin enggak bakal gagal lagi". bantin gadis tersebut.


"Bu Jena ada yang ini saya sampaikan berdua mengenai kerjasama yang akan kita kerjakan mari ikuti saya". Ajak seorang yang tak lain adalah Pak Wisnu


"Baik pak". ucap Jena dengan melihat kearah Yuta setelah mendapat anggukan barulah Jena mengikuti arah perginya sang kolegan.

__ADS_1


Saat sudah menghabiskan makannyan Yuta meresakan ada yang aneh dengan tubuhnya


" Ada apa dengan tubuhku seperti ada yang tidak beres kenapa rasanya panas sekali. Jangan sampai kesadaranku hilang" batin Yuta


" Sial sepertinya minumanku dicampuri oleh obat perangsang, kenapa Jena belum balik juga". lanjut batin Yuta


" Kak Yuta kenapa apa perlu bantuan". Tanya Yolanda kepada Yuta. "Yes sebentar lagi pasti berhasil". Batin Yolanda dengan senyum dibibirnya menandakan ada maksud tertentu


" Mari saya bantu kak kak Yuta bisa mengikuti saya". Ucap Yola sembil berusaha memegang tubuh Yuta


"Tidak perlu".


... 🌱🌱🌱...


Sedangkan Jena yang diajak membahas proyek oleh kolegan bisnis Yuta merasakan ada kejanggalan tersendiri.


" Aneh kenapa aku yang diajak membahas bukan Yuta dan kenapa fikiranku terus mengarah keYuta ada apa ini". monolog hati Jena


" Bagaimana Bu Jena menurut anda ini merupakan ide yang bagus tidak karena apa bila kita bekerjasama kita akan mendapat untung yang sangat besar". Tanya Pak Wisnu yang berhasil menyadarkan Jena dari lamunan.


" Kalau menurut saya itu harusnya dibahas dengan Pak Yuta bukan saya. Mohon maaf pak permisi". Pamit Jena karena sekarang fikiranya hanya tertujuh pada Yuta.


"Sial jangan sampai rencanaku gagal".


... 🌱🌱🌱...


" Kak Yuta kenapa apa perlu bantuan". Tanya Yolanda kepada Yuta.


" Mari saya bantu kak kak Yuta bisa mengikuti saya". Ucap Yola sembil berusaha memengan tubuh Yuta


" Ngapain dia pengang pengan sibos lha kenapa sih bos kagak nolak tunggu bos kenapa aneh banget tuh wah ada yang enggak beres nih". Pungkas batin Jena.


Kemudian dengan Jena berjalan Yuta dengan tergesa-gesa.


"Tidak perlu".


Bukan Yuta yang menjawab melainkan Jenalah yang menjawabnya. Sambil menepis tangan gadis tersebut dari tubuh Yuta.


"Biar saya saja yang membantu bos saya". Lanjut Jena dengan memapah tubuh Yuta.


"Tapi". potong Yola


" Biar sekretaris saya saja , Jena ayo". Ucap Yuta dengan setengah kesadarannya.


" Baik pak".

__ADS_1


"sial rencanakau gagal. Jena sialan awas kau ". ucap batin Yola


... 🌱🌱🌱...


Diperjalanan terjadi keributan antara Yuta dan Jena.


" Jena cepetan dong lama amat nyetirnya". Ucap Yuta dengan menahan sesuatau pada dirinya.


" Bentar ngapa mas kalau gue males gue turunin sini lu" . Ucap Jena dengan jengkelnya karena dari tadi Yuta tak berhenti mengoceh.


Sesampainya dipatkiran apetermen Jena menawarkan bantuan kepada Yuta.


" Ayo cepat sini gue bantu turun". Lanjut Jena


skipp


Sesampainya diapatermen Jena memapah Yuta dan membantu Yuta sampai kekamarnya.


" Berat banget sih ". Ucap Jena setelah berhasil menaruh Yuta dikasurnya Jena mengehela nafasnya.


" Dah ya mas saya mau balek kekamar saya dulu bye". lanjut Jena


Sebelum meninggalkan kamar Yuta. Tangan Jena ditarik oleh Yuta


" pliase Jen tolongin saya". ucap Yuta dengan paruhnya


"maksud_ _ _". Belum selesai jena berbicara Yuta terlebih dahulu menarik dan mencium paksa Jena


" Mas lepaskan mas".


" Aku mohon".


"Maaf Jena tapi ini harus segera dituntaskan". Ucap Yuta sambil menindih tubuh Jena.


" Jangan". dengan luluhnya air mata Jena.


Yuta tak menjawabnya dan seakan akan ia tuli akan sekitarnya.


" Jangan pak saya mohon". Tangis Jena kian pecah


tanpa mendengarkan rengekan dan perlawanan Jena. Yuta tetap melanjutkan aksinya. dan berakhirlah sesuatu yang seharusnya tak terjadi


Karena capeknya menangis karena pemberontakkannya kepada Yuta akhirnya Jena tertidur pulas dalam dekapan Yuta.


"Maafkan saya Jena dan terimakasih karena saya yang telah menjadi yang pertama untukmu". lirih Yuta dan mencium kening Jena yang tertidur pulas dalam pelukannya.

__ADS_1


*****


diharap jangan kepo dengan apa yang terjadi biarlah Yuta dan Jena yang tahu


__ADS_2