
Desa Mueren, sebuah tempat yang menggemaskan dan penuh kehidupan. Di tengah-tengah jajaran rumah-rumah tradisional yang terhampar dengan apik, warga desa riang melintasi pasar yang ramai. Senyum sumringah menghiasi wajah mereka saat mereka berinteraksi dengan pedagang yang ramah, sementara aroma rempah-rempah dan makanan lezat menyegarkan udara.
Anak-anak berlarian di antara jalan-jalan berbatu, riuh suara mereka dipenuhi tawa keceriaan.
Sementara itu, di dekat sungai yang jernih, para nelayan dengan penuh semangat melemparkan jala mereka dan menangkap ikan-ikan yang berkilauan di bawah sinar matahari yang hangat. Suara riak air dan semburan keceriaan mereka mengiringi keseruan di sekitar.
Desa Mueren adalah tempat yang harmonis, di mana kehidupan berjalan dengan damai dan kebahagiaan melingkupi setiap sudutnya. Meski sederhana, mereka menikmati kehidupan dengan penuh sukacita, menciptakan ikatan yang kuat dan persahabatan abadi.
Di balik keindahan ini, mereka tidak menyadari ancaman gelap yang mengintai di kejauhan.
Ketika matahari terbenam di cakrawala, sebuah kegelapan tak terbayangkan menyelimuti Desa Mueren. Tiba-tiba, sebuah portal besar terbentang di udara, bercahaya hitam pekat, memancarkan aura kejahatan yang mempesona. Dari dalamnya, binatang buas melompat keluar, mengamuk dengan keganasan yang tak terbendung.
Monster berkepala anjing dengan gigi tajam seperti pisau menerkam penduduk desa yang tak berdaya.
"Lari! Selamatkan diri!" Warga berusaha melarikan diri dari serangan mengerikan ini, namun keputusasaan merasuki setiap langkah mereka.
"Tolong! Jangan biarkan aku mati!"
Shret!
Dengan gerakan yang cepat dan lihai, seseorang mengayunkan pedangnya ke arah iblis tersebut. Pedang tersebut berdesing di udara dan mengenai iblis dengan pukulan yang keras. Iblis itu meringis kesakitan, terlempar jauh ke belakang.
Dia adalah Wang Yin, seorang anak lelaki berusia 16 tahun, melihat kepanikan dan teror di wajah warga yang diserang oleh iblis dan para monster lainnya.
Wang Yin terpaksa berhadapan dengan situasi sulit dan segera mengetahui bahwa pertarungan melawan tiga iblis yang ini jauh lebih sulit daripada yang dia duga. Dalam sekejap, serangan iblis-iblis itu datang bertubi-tubi, menyebabkan Wang Yin terjepit dalam pertarungan yang tidak bisa dihindari.
Iblis Pertama melompat ke udara dan meluncurkan serangan cakarannya ke arah Wang Yin. Dalam usaha untuk menghindari serangan tersebut, Wang Yin berusaha berguling ke samping. Namun, cakaran iblis tersebut masih mengenainya, meninggalkan luka yang dalam di lengan Wang Yin.
Wang Yin Menggertakkan giginya, "Aku tidak boleh menyerah!"
Saat Wang Yin berusaha bangkit kembali, Iblis Kedua menyerang dari belakang. Dengan sekali sapuan, cakar iblis itu mendarat di punggung Wang Yin, menyebabkan rasa sakit yang menusuk. Wang Yin terjatuh ke tanah dengan kekuatannya yang semakin melemah.
Tak mengenal belas kasihan, Iblis Ketiga mengangkat cakarnya yang besar dan bersiap untuk serangan mematikan. Saat iblis itu meluncurkan serangannya …
Brak!
Seorang pria paruh baya – Zhang Hao Yin- dengan raut wajah yang penuh ketegasan muncul di depannya. Mengenakan jubah mewah yang mengisyaratkan kedudukan pentingnya, dia dengan penuh kekuatan menendang tubuh iblis yang hendak menyerang Wang Yin, menghentikan serangan mematikan itu dengan tegas.
__ADS_1
Pedang pria paruh baya itu menerjang udara dengan gemuruh, memenggal kepala iblis dengan presisi yang menakjubkan. Darah hitam iblis itu menyembur keluar, menandakan kemenangan yang menggetarkan hati.
"Bagus putraku! Biar Ayah yang menyelesaikan semuanya dan pergilah untuk melindungi teman-temanmu."
Wang Yin Mengangguk dengan penuh tekad, "Terima kasih, Ayah! Aku akan melindungi mereka dengan segala kekuatanku."
Dalam pertempuran yang sengit, saat Zhang Hao Yin berdiri menghadapi musuh yang kuat, kekuatan spiritualnya yang tinggi mulai bergelombang di sekelilingnya. Cahaya hitam yang misterius dan kuat melingkupi tubuhnya, memancarkan aura yang menakjubkan.
Zhang Hao Yin menatap dengan mata yang tajam, melihat melampaui batas fisik musuh-musuhnya.
"Kekuatan roh jiwa binatang berusia dua juta tahun... ”
Semua yang melihatnya amat terkejut apalagi para monster tidak menyangka mereka harus bertemu dengan Zhang Hao Yin, tetua suku Yin yang memiliki roh jiwa binatang dengan seribu kekuatan.
Melihat siapa yang harus mereka hadapi, para monster dan yang lainnya memilih untuk mundur dan kembali ke tempat semulanya. Lebih baik mereka kalah sebelum berperang daripada harus mati mengenaskan.
Keesokan harinya…
Pemandangan di Desa Mueren sangat berbeda. Tempat yang dulu menggemaskan dan penuh kehidupan kini terlihat kacau balau. Rumah-rumah terbakar, pasar berantakan, dan warga yang terlihat ketakutan. Wang Yin berdiri tegap di hadapan Ayahnya, wajahnya penuh pertanyaan.
"Ayah, kenapa tiba-tiba desa kita diserang oleh mahluk-mahluk menyeramkan?"
Zhang Hao Yin menatap Wang Yin dengan serius, memperhatikan ekspresi kebingungannya.
Wang Yin mendengarkan penjelasan Ayahnya dengan penuh perhatian dan kekhawatiran. Dia kemudian bertanya dengan suara penuh harap, "Apakah ada cara untuk memperbaiki portal itu, Ayah?"
Namun, Zhang Hao Yin menggelengkan kepala dengan pelan, memberikan jawaban yang tidak diharapkan.
"Maafkan Ayah, sayangnya tidak ada cara untuk memperbaiki portal itu."
Tiba-tiba, seorang dayang datang dengan langkah lembut. Dia membungkukkan badan hormat kepada Zhang Hao Yin dan Wang Yin, lalu memberitahu mereka tentang kehadiran seorang tamu yang ingin berkunjung.
"Permisi, Tuan Zhang, Tuan Wang Yin," ucap dayang dengan sopan, "Ada seorang tamu yang datang ke desa kita. Dia meminta izin untuk bertemu dengan Anda."
-Aula Kediaman Tetua Suku Yin-
Di dalam aula yang terhias megah, terlihat tiga tetua suku duduk di kursi-kursi yang tertata rapi. Suasana tegang dan penuh misteri terasa menyelimuti ruangan tersebut. Zhang Hao Yin memasuki aula dengan rasa hormat yang mendalam.
Salah satu tetua suku, yang memiliki wajah berkerut dan mata tajam, bangkit dari kursinya. Suaranya bergema di ruangan tersebut saat ia dengan tegas mengeluarkan sebuah usulan.
__ADS_1
"Tuan Zhang Hao Yin, masa depan suku Yin tergantung pada Anda. Anda harus segera memiliki pewaris yang tangguh untuk meneruskan warisan kita. Kita tidak bisa lagi menunda-nunda masalah ini!"
Sedikit bingung dengan pernyataan tersebut. Zhang Hao bisa merasakan tekanan dan tanggung jawab yang mendesak.
Zhang Hao Yin menjawab dengan penuh ketenangan, "Tuan, saya memahami pentingnya memiliki pewaris yang handal untuk suku Yin. Namun, kami juga harus menghadapi ancaman dari dunia luar yang terus meningkat. Kami perlu waktu untuk melindungi dan memperbaiki desa kami sebelum memikirkan pewaris."
“Terlebih lagi Wang Yin belum cukup usia untuk menerima warisan suku Yin. Jadi aku memutuskan untuk menundanya sedikit lebih lama.”
Tetua suku itu tidak terkesan dengan penjelasan Zhang Hao Yin. Ia tetap mendesak dengan tegas, "Kami tidak bisa menunggu lebih lama. Kalian harus segera mencari dan melatih seseorang yang layak menjadi pewaris. Masa depan suku Yin ada di tangan mu!"
“Kuperingatkan kau bahwa dunia ini sedang di ujung kehancuran!”
__ADS_1