LEGENDA PEDANG WOEFUL GREAT WARHAMMER

LEGENDA PEDANG WOEFUL GREAT WARHAMMER
Kuil Batu


__ADS_3

Wang Yin terlelap dengan damai, tubuhnya terbungkus dalam tidur yang pulas. Namun, saat kelopak matanya mulai bergerak perlahan, ia merasakan sesuatu yang tidak biasa di lehernya. Dalam keadaan setengah sadar, ia membuka matanya perlahan dan terkejut dengan pemandangan di depannya.


Hen Bun Xuashi, sosok yang dikenal dengan misterius dan jarang tersenyum, berdiri di sampingnya dengan ekspresi serius. Di leher Wang Yin terlihat bekas luka dari pertarungan kemarin, dan perban yang menempel membantu melindunginya.


Wang Yin terkejut melihat kehadiran gurunya di sini, terutama dengan tatapan serius yang terpancar dari matanya. Ia merasa sedikit gugup dan penasaran tentang alasan kedatangan Hen Bun Xuashi.


"Dalam keadaan apa Anda ada di sini, Master?" tanya Wang Yin dengan suara terbata-bata, berusaha mencari tahu niat sebenarnya.


Hen Bun Xuashi melihat Wang Yin dengan serius, lalu dengan suara tegas, ia meminta Wang Yin untuk segera bersiap untuk pergi bersamanya.


“Bersiaplah. Aku akan membawamu ke suatu tempat.”


Wang Yin merasa terkejut mendengar permintaan tersebut. Ia tidak pernah menduga bahwa gurunya akan memintanya untuk pergi pada saat yang begitu mendadak. Dengan cepat, Wang Yin berdiri dan melangkah menuju lemari, mengambil pakaian dan segera mandi.


Setelah Wang Yin bersiap, dia kembali ke hadapan Hen Bun Xuashi dengan wajah yang penuh penasaran. Ia ingin tahu apa tujuan perjalanan mereka dan apa yang menanti di depan.


Hen Bun Xuashi melihat dengan tatapan tajam, seolah-olah membaca pikiran Wang Yin. Dia menganggukkan kepala, memberikan sinyal bahwa Wang Yin sudah siap untuk memulai perjalanan.


Mereka pun pergi keluar dari area Akademi. Perjalanan mereka dimulai, mengarungi lembah-lembah yang dalam dan melewati medan yang menantang. Setiap langkah yang mereka ambil membutuhkan keberanian dan ketahanan fisik. Meskipun Wang Yin merasa lelah, dia tetap mengikuti gurunya tanpa ragu.


Mereka melewati hutan yang lebat dan menyusuri sungai yang mengalir deras.


Mereka melintasi hutan-hutan yang rimbun dengan pepohonan yang menjulang tinggi. Suara hewan-hewan liar memenuhi udara, menciptakan suasana yang liar dan memikat. Dia melompati batu-batu yang licin di sungai-sungai yang mengalir deras, berusaha menjaga keseimbangan dengan penuh ketelitian.


Perjalanan mereka membawa mereka melewati tanah terjal yang menantang, melintasi jurang yang dalam dan melompati bebatuan besar.


Hari berganti malam, dan malam kembali berubah menjadi hari saat mereka terus bergerak menuju tujuan yang tidak diketahui. Wang Yin terus merasa penasaran tentang alasan di balik perjalanan ini, tetapi Hen Bun Xuashi tetap diam dan misterius seperti biasanya.


Wang Yin merasa tubuhnya lelah dan keringat mengalir di wajahnya saat mereka mencapai puncak gunung yang curam.

__ADS_1


Dari sana, mereka bisa melihat pemandangan yang spektakuler, lembah yang luas dan alam yang megah membentang di hadapan mereka. Wang Yin merasakan kekuatan alam yang mengalir di sekitarnya, membuatnya terpesona dan merasa kecil di hadapan kebesaran alam semesta.


“Pemandangannya begitu indah!”


Tiba-tiba, Hen Bun Xuashi berhenti di hadapan Wang Yin dan menoleh ke arahnya.


"Wang Yin, kita sudah sampai," katanya dengan suara yang lembut.


Wang Yin melihat dengan penuh kekaguman, mereka berdiri di depan gerbang besar yang menjulang tinggi. Gerbang ini terbuat dari batu-batu besar yang terukir dengan simbol-simbol yang aneh. Wang Yin merasa hatinya berdesir, merasakan energi yang kuat memancar dari gerbang itu.


Wang Yin melangkah dengan hati-hati di samping Hen Bun Xuashi, matanya tertuju pada gerbang yang menjulang tinggi di depan mereka. Ia merasa semakin penasaran tentang tujuan sebenarnya di balik perjalanan ini.


“Master, sebenarnya tempat ini?”


Hen Bun Xuashi berhenti sejenak, memandang Wang Yin dengan tatapan yang tenang dan serius.


“Tempat ini adalah sebuah kuil batu. Di sinilah para Ksatria terdahulu berlatih dan mengasah kemampuan mereka. Dan aku membawa kamu ke sini bukan untuk berlatih, tapi untuk menguji sejauh mana kemampuanmu.”


Wang Yin berdiri di tengah ruangan, memandangi batu besar yang berdiri tegak di tengah kuil.


Batu tersebut tidak seperti batu biasa. Permukaannya terlihat mulus dan mengeluarkan aura yang kuat dan misterius. Wang Yin merasakan getaran energi yang melingkupinya, seolah batu itu memiliki kehidupan sendiri.


Sementara itu, Hen Bun Xuashi terlihat berbincang dengan seorang tetua kuil yang berpenampilan penuh wibawa. Suara mereka bergema di ruangan yang sunyi, namun Wang Yin tidak dapat memahami sepenuhnya apa yang mereka bicarakan.


Wang Yin menggumam sendiri, mencoba mengurai misteri di sekitarnya.


“Batu ini sungguh luar biasa. Aku merasa ada sesuatu yang istimewa di dalamnya. Tetapi apa yang sebenarnya batu ini? Mengapa Master Xuashi membawa aku ke sini?”


Wang Yin terkejut saat suara tetua kuil menggema di ruangan.

__ADS_1


Tetua kuil itu menatap Wang Yin dengan ekspresi serius, dan Wang Yin merasa kehadiran tetua tersebut begitu kuat dan memikat.


“Wang Yin, datanglah ke dekat batu ini.”


“Batu ini adalah pusat kekuatan dalam kuil kita. Aku memanggilmu untuk meletakkan tanganmu padanya.”


Wang Yin melangkah mendekati batu megah tersebut dengan perasaan campuran antara kagum dan kecemasan. Wang Yin menghela napas panjang, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Langkahnya ragu namun mantap, saat ia semakin dekat dengan batu megah yang memancarkan kekuatan yang luar biasa.


Ketika Wang Yin menempelkan telapak tangannya pada batu besar tersebut, ada reaksi yang menakjubkan yang terjadi.


Batu itu, yang sebelumnya terlihat diam dan tak bergerak, mulai memancarkan cahaya lembut yang memenuhi ruangan. Sinar-sinar keemasan dan kebiruan berdenyut-denyut dari permukaan batu, seolah-olah menandakan adanya energi yang terbangun.


Tangisan lembut terdengar dari dalam batu, menggetarkan udara di sekitarnya.


Getaran itu berdenyut-denyut, sejalan dengan detak jantung Wang Yin yang semakin cepat. Batu itu tampak hidup, menyampaikan kekuatan dan esensi yang terkandung di dalamnya.


|Ah... apa ini?” ucap Wang Yin seraya mengerenyitkan keningnya dengan bingung.


Perlahan, bagian permukaan batu yang bersentuhan dengan telapak tangan Wang Yin berubah menjadi warna yang berkilauan. Garis-garis simbolik dan pola-pola yang rumit terukir di atasnya, membentuk kombinasi yang indah dan mengesankan.


Wang Yin menghela nafas dengan dalam, mencoba mengatasi sensasi dingin yang menyelimuti tubuhnya.


“Dingin... ada sensasi dingin yang menusuk tulangku!”


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2