LEGENDA PEDANG WOEFUL GREAT WARHAMMER

LEGENDA PEDANG WOEFUL GREAT WARHAMMER
Naga Berkepala Tiga


__ADS_3

Wang Yin dan Hen Bun Xuashi berada dalam perjalanan kembali ke Akademi Trancendent Elite. Mereka berlayar melintasi lautan yang luas, mengarungi gelombang yang tinggi. Pemandangan sekitar mereka terbentang luas, hanya air laut yang tak berujung dan langit yang cerah.


Namun, di tengah perjalanan mereka, suatu kejadian tak terduga terjadi.


Muncul di hadapan mereka, sebuah naga besar berkepala tiga muncul dari dalam lautan. Hewan buas tersebut merupakan makhluk yang dikenal sebagai ancaman di perairan ini.


Naga itu memiliki tubuh yang besar dan bersisik, dengan tiga kepala yang ganas. Mata mereka berkilau dengan kekuatan dan nafasnya memuntahkan api. Wang Yin dan Hen Bun Xuashi merasa terkejut dan terancam oleh kehadiran naga itu.


Wang Yin melihat dengan ekspresi terkejut ketika wajah Naga yang besar dan menyeramkan tiba-tiba muncul tepat di hadapannya.


Matanya membesar, dan dia merasakan kengerian yang tak terkatakan di wajahnya. Tanpa sadar, dia mundur beberapa langkah, ingin menjaga jarak dengan makhluk buas yang hadir begitu tiba-tiba.


“Wah! Naga besar berkepala tiga! Ini... ini luar biasa!”


Namun, pandangan Wang Yin teralih saat ia melihat pelaut yang membawa perahu itu mengalami reaksi yang jauh lebih dramatis.


“Oh, Tuhan... Naga... Aku... “ Pingsan


Pelaut itu, terkejut dengan munculnya Naga, langsung pingsan tak sadarkan diri. Tubuhnya ambruk dan ia jatuh ke atas perahu, sepertinya tak bisa menghadapi kejutan yang begitu besar.


Situasi yang seharusnya serius seketika berubah menjadi adegan lucu. Wang Yin terkekeh melihat tingkah polah pelaut yang pingsan dengan sikap yang konyol. Dia berusaha menahan tawanya, sambil menggelengkan kepala atas reaksi yang berlebihan.


"Ini benar-benar menghibur ketakutanku," gumam Wang Yin sambil menahan senyumnya. "Tapi sekarang bukan waktunya untuk bercanda. Ada tugas yang harus kita lakukan!"


Wang Yin kembali berfokus pada Naga yang masih berdiri tegak di hadapannya.

__ADS_1


Sementara itu, Hen Bun Xuashi tetap tenang di hadapan ancaman Naga Berkepala Tiga. Dalam sikapnya yang tegak, kedua tangannya terentang di belakangnya. Pandangannya terlihat tenang, namun sebenarnya dia tengah menganalisis situasi dengan cermat.


Dia memperhatikan gerak-gerik naga itu, mengamati setiap gerakan dan ekspresi yang ditunjukkan.


Dalam keheningan, Hen Bun Xuashi berpikir dengan fokus. Dia meneliti setiap aspek yang terkait dengan naga tersebut. Ia mencoba mengenali pola perilakunya, kemampuan yang dimilikinya, dan cara terbaik untuk menghadapinya. Tidak ada kepanikan dalam dirinya,


“Naga ini cukup menakutkan, tapi sebenarnya tidak terlalu berbahaya. Naga Berkepala Tiga ini memang memiliki kemampuan yang mematikan, terutama di dalam air,” gumam Hen Bun Xuashi dalam hati.


“Hanya perlu mencari celah di pertahanan naga. Naga ini memiliki titik lemah di bagian perutnya. Jika kita bisa menyerangnya di sana, kemungkinan besar naga akan melemah,” lanjutnya.


Hen Bun Xuashi memalingkan wajahnya ke arah muridnya, Wang Yin.


“Wang Yin, ini saatnya kamu melatih kemampuanmu. Hadapilah Naga Berkepala Tiga itu sendirian.”


“Menghadapi Naga Berkepala Tiga sendirian? Tapi itu sangat berbahaya!” seru Wang Yin dalam hatinya seraya menggenggam erat gagang pedangnya.


Hen Bun Xuashi melihat keraguan dalam mata Wang Yin dan dia bisa merasakan ketidakpastian yang melingkupi muridnya. Dengan penuh pengertian, dia mendekati Wang Yin dengan lembut.


“Pertama, kau harus menjaga jarak dengan naga. Hindari terlalu dekat dengannya. Selain itu, naga ini lebih dominan di dalam air, jadi kamu harus menghindari terjatuh atau terseret ke dalam laut. Dan harus menggunakan kecepatan dan ketangkasanmu sendiri atau kau yang akan ditelan oleh Naga itu.”


Hen Bun Xuashi melihat ke arah Naga Berkepala Tiga yang besar itu yang mulai mengelilingi perahu mereka.


Dia memandangnya dengan ketenangan yang mengesankan, tanpa sedikit pun terpengaruh oleh keberadaan makhluk buas di sekitarnya. Matanya yang tajam dan tenang menerobos pandangan naga tersebut, menunjukkan ketegasan dan keberanian yang tersembunyi di balik sikapnya yang santai.


“Wang Yin, aku tahu ini tidaklah mudah bagimu. Namun, kadang-kadang kita harus menghadapi ketakutan kita untuk tumbuh dan berkembang.”

__ADS_1


Jantung Wang Yin berdegup kencang, mencerminkan kecemasan dan ketegangan yang ada dalam dirinya.


Dia menghela napas dalam-dalam, berusaha menenangkan diri sebelum menghadapi tantangan yang besar di hadapannya. Dalam keheningan yang terbentang di atas perahu, Wang Yin menganggukkan kepalanya pelan, mengisyaratkan kesiapannya untuk menghadapi apa pun yang akan datang.


“Aku tidak boleh membiarkan ketakutan menghalangi langkahku. Aku telah berlatih keras, dan saat ini adalah saatnya untuk membuktikan kemampuanku. Aku siap.”


Dengan sikap yang tegar dan tekad yang kuat, Wang Yin bersiap untuk melawan Naga Berkepala Tiga dengan segenap kemampuan dan keberanian yang dimilikinya.


Dia melihat ke depan, siap menghadapi ujian berat yang akan menguji nyali dan ketangguhannya.


Wang Yin mengangkat pedangnya dengan mantap, pandangannya terfokus pada Naga Berkepala Tiga yang mengelilingi perahu. Dengan satu lompatan yang gesit, dia mendarat di atas tubuh naga itu,


Hen Bun Xuashi terkejut melihat tindakan Wang Yin. Memilih strategi bertarung jarak dekat yang bertentangan dengan saran Hen Bun Xuashi sebelumnya.


"Wang Yin, apa yang sedang kau lakukan? Aku sudah mengatakan untuk tidak bertarung dengan jarak dekat!"


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2