
Di tengah mentari yang terik, lapangan Akademi Transcendent Elite dipenuhi oleh kerumunan siswa. Sekitar tiga ratus siswa berkerumun dengan antusias, siap untuk menerima misi epik yang akan diumumkan. Myrin dan Leena, dua guru yang penuh semangat dan karisma, berdiri di panggung dengan sikap tegap. Di antara siswa-siswa tersebut, terlihat Wang Yin yang menonjol dengan kehadirannya yang kokoh dan penuh misteri.
Myrin, dengan sorot mata yang tajam dan suara yang memenuhi ruang, mulai berbicara.
"Hari ini, kita akan menantang batas-batas kita dan memasuki hutan magis yang telah lama menjadi misteri bagi banyak orang. Kalian semua dipilih karena potensi luar biasa yang kalian miliki. Tugas kalian adalah menemukan dan mengambil jiwa binatang magis yang cocok untuk keahlian kalian masing-masing. Harap bijak dalam menggunakannya."
Seketika, lapangan itu menjadi semarak dan berdenyut dengan semangat, siswa-siswa yang saling berbisik-bisik membawa kegembiraan dan kebahagiaan yang meluap-luap.
Leena dengan senyum yang hangat dan penuh kebijaksanaan, melanjutkan, " Terletak tak jauh dari sini, hanya lima menit perjalanan dari Akademi. Tapi ingatlah, hutan ini memiliki pesona yang menipu dan makhluk-makhluk buas yang bersiap menantang keteguhan kalian. Jangan pernah meremehkan keajaiban yang ada di dalamnya."
Dengan langkah-langkah mantap, para siswa Akademi Transcendent Elite memasuki pintu gerbang menuju hutan magis yang dikelilingi oleh pepohonan tua dan misterius. Myrin dan Leena, guru-guru yang penuh pengalaman, mengikuti dari belakang, memantau setiap langkah yang diambil oleh para siswa.
Saat mereka berjalan lebih dalam ke dalam hutan magis, Myrin dan Leena terus memantau dan memberikan bimbingan melalui komunikasi mental yang hanya mereka berdua yang bisa mengerti. Mereka memperhatikan setiap keputusan yang diambil oleh siswa-siswa, memastikan keselamatan dan keberhasilan mereka.
Melangkah lebih dalam ke dalam kerimbunan hutan magis, Wang Yin, Zac, dan Naevys berjalan bersama, mengisi setiap langkah mereka dengan semangat yang tak terbendung.
Di dalam hutan yang penuh misteri, Wang Yin, Zac, dan Naevys memutuskan untuk berhenti sejenak dan saling berkenalan lebih dalam.
Wang Yin, dengan wajah ramahnya, memulai percakapan, "Kita belum berkenalan sejak kemarin. Namaku Wang Yin, berasal dari suku Yin. Bagaimana dengan kalian berdua?”
Zac dengan ekspresi antusias, melompat dan menunjuk ke arahnya sendiri, "Hei, aku Zac! Orang paling ganteng dan lucu di seluruh Akademi Transcendent Elite. Aku ahli dalam seni bela diri menggunakan busur!"
Naevys, dengan sorot mata misteriusnya, tersenyum kecil dan menyapa, "Salam, aku Naevys Vlaven. Aku seorang penyihir dari Negeri Sihir.”
Mereka terus berjalan menyusuri hutan untuk mencari binatang magis semakin dalam, tiba-tiba terdengarlah suara gemuruh yang datang dari kejauhan. Suara itu seolah-olah adalah geraman binatang buas yang terbangun dari tidurnya yang panjang.
Wajah Wang Yin, Zac, dan Naevys berubah serius saat mereka saling memandang, mengerti bahwa ada bahaya yang mengancam. Dalam sekejap, suasana berubah dari riang gembira menjadi ketegangan yang penuh perhitungan.
Wang Yin memusatkan perhatiannya dan mendengarkan dengan seksama, "Suara itu berasal dari arah sana."
Zac, dengan mata melirik ke sekitar, "Kurasa kita tidak lagi berada di puncak daftar makanan binatang itu, 'kan? Tapi baiknya kita tetap waspada."
Summer Ice Fox, rubah berbulu putih yang hidup di daerah bersalju, tiba-tiba melepaskan suara geraman yang mengancam. Dalam sekejap, rubah itu melompat ke udara dan meluncur dengan cepat menuju Zac, mengeluarkan serangan tajam dengan cakar-cakarnya yang membeku.
Dengan sigap, Wang Yin menggenggam pedangnya dengan mantap, Zac mempersiapkan busurnya, sementara Naevys memegang erat tongkat sihirnya. Mereka membentuk barisan yang kompak, siap menghadapi serangan mendadak dari Summer Ice Fox.
Rubah itu melompat ke udara, mengeluarkan serangan cakar es yang tajam. Wang Yin dengan lincah mengayunkan pedangnya, membelah cakar es menjadi dua dengan gesekan yang memancarkan percikan-percikan kecil. Dia mengamuk dengan kemahirannya yang mengesankan, mempertahankan kelompok itu dari serangan rubah tersebut.
Sementara itu, Zac mengarahkan busurnya dengan presisi yang mengagumkan. Dia menembakkan panah-panah berkecepatan tinggi ke arah rubah itu, menghindari serangan es yang diluncurkannya. Setiap panah yang melesat menuju rubah itu membawa kekuatan magis, menciptakan ledakan es yang menghentikan serangannya.
Naevys melambaikan tongkat sihirnya dengan penuh kefasihan. Dia mengucapkan mantra-nya dengan jelas, menghasilkan serangkaian mantra sihir yang mengarah ke rubah itu. Gelombang energi magis berputar-putar di sekitar mereka, membentuk perisai yang melindungi mereka dari serangan rubah tersebut.
__ADS_1
Tanpa ragu sedikit pun, Wang Yin melompat maju, menghadapi Summer Ice Frostfire Fox yang sedang menyiapkan serangan berikutnya. Dia memutar tubuhnya dengan keahlian yang luar biasa, mengayunkan pedangnya dengan kecepatan yang menakjubkan.
Serangan Wang Yin membentuk jejak cahaya yang memotong udara, meninggalkan jejak kejut di belakangnya. Setiap gerakan pedangnya tepat dan presisi, membagi serangan rubah itu menjadi pecahan-pecahan es yang hancur di udara.
Wang Yin menunjukkan keahlian tempurnya yang tak tertandingi, menari dengan lincah di antara serangan Summer Ice Fox. Pedangnya menyapu udara dengan indah, menghasilkan dentingan logam yang menggetarkan hati.
Wang Yin mengayunkan pedangnya dengan lihai, "Zac, Naevys, kita harus segera menghentikan rubah ini! Zac, kau siap dengan busurmu?"
Zac membidik panahnya, "Siap, Wang Yin!"
Wang Yin memberikan instruksi, "Baik. Zac, fokuslah pada serangan jarak jauh. Tembakkan panahmu dengan tepat, cari titik lemahnya. Naevys, gunakan kekuatan sihirmu untuk membatasi pergerakan rubah itu. Aku akan mengambil kesempatan saat ia terjebak. Bersiaplah!"
Zac memanjangkan busurnya dan membidik dengan cermat, mencari celah di tubuh rubah yang melawan. Dia menggenggam panahnya dengan mantap.
Naevys memberi tahu Zac, "Arahkan busurmu tepat pada bagian bahunya yang terbuka! Lakukan dengan benar. Matra sihirnya hanya bertahan selama tiga detik saja!”
Zac memperhatikan saran Naevys dan mengarahkan busurnya ke titik yang dimaksud. Dia mengatur napasnya, membidik dengan hati-hati. Naevys mengambil napas dalam-dalam, memusatkan energi magisnya untuk melontarkan mantra sihir yang menghantam kaki rubah.
"Kegelapan yang Membelenggu, batasi Gerakan Sang Rubah! Terpakulah Dia pada Kehendakku!"
Mantra ini dipenuhi dengan aura magis yang kuat, menyebabkan kaki rubah terbelenggu dan kehilangan kemampuan geraknya. Dalam tiga detik yang terbatas, rubah tidak bisa bergerak dengan bebas, memberikan keuntungan bagi Wang Yin dan Zac untuk melancarkan serangan mereka.
Dengan menggunakan mantra ini, Naevys berhasil membatasi pergerakan rubah dengan kekuatan magisnya, memungkinkan rekan-rekannya untuk melumpuhkan musuh mereka dengan lebih efektif.
Zac melepaskan panah dengan cepat.
"Panah terbang menuju sasaran!"
Wang Yin melihat peluang dan tanpa ragu melompat maju, menerjang rubah dengan pedangnya. Rubah instingnya menggerakkan tubuhnya, berusaha menghindar dari serangan pedang Wang Yin. Namun, ketangkasan dan kekuatan serangan Wang Yin tidak dapat dihindari.
Dengan gerakan lincah, Wang Yin mengayunkan pedangnya dengan kekuatan penuh, "Matilah!" Serangan pedangnya menghantam rubah dengan kekuatan senjatanya. Rubah terlempar ke belakang, terdorong oleh kekuatan serangan Wang Yin.
"Hebat, Wang Yin! Serangannya sangat tepat!" takjub Zac seraya bertepuk tangan saat melihat aksi Wang Yin yang luar biasa.
Wang Yin mengambil napas dalam-dalam, menyadari betapa kuatnya binatang magis jenis Summer Ice ini. Dia menatap Zac dengan penuh keyakinan.
"Zac, rubah Summer Ice ini sangat cocok denganmu. Aku bisa merasakan kekuatan dan jiwa binatang ini, dan aku yakin kau juga bisa."
Zac menatap Wang Yin dengan ragu, teringat bahwa Wang Yin adalah orang yang membunuh binatang ini. Namun, melihat kepercayaan diri yang memancar dari mata Wang Yin, Zac merasa ada sesuatu yang berbeda.
Wang Yin menepuk bahu Zac dengan lembut.
__ADS_1
"Aku tahu aku yang membunuhnya. Aku merasakan bahwa rubah ini tidak cocok denganku. Jika kau mau, cobalah menyerap jiwa binatang ini. Kekuatan Summer Ice akan menjadi bagian darimu."
Zac ragu sejenak, namun akhirnya mengangguk setuju dengan perkataan Wang Yin, "Baiklah, aku akan mencobanya." Dia mulai menghubungkan dirinya dengan energi magis yang tersisa dalam jiwa Rubah Summer Ice.
Dengan penuh kesadaran, Wang Yin mengamati proses itu, memastikan keberhasilannya. Dia merasa lega bahwa binatang magis itu menemukan tempat yang tepat dalam tubuh dan jiwa Zac.
Naevys melirik Wang Yin dengan penuh perhatian, lalu bertanya, "Bagaimana denganmu, Wang Yin? Apakah kau juga akan mencari binatang magis yang cocok untukmu?"
Wang Yin menghela nafas dalam-dalam, memikirkan pertanyaan itu.
"Aku merasa ini mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Aku ingin menemukan binatang yang benar-benar cocok dengan diriku."
Naevys mengangguk mengerti, "Pergilah dan cari binatang yang tepat untukmu, Wang Yin. Aku akan menjaga Zac selama prosesnya selesai. Kau tahu, kekuatan kita masing-masing akan semakin berkembang jika kita memiliki ikatan yang kuat dengan binatang magis kita."
Wang Yin mengucapkan terima kasih pada Naevys, merasakan dukungan dan pemahaman dari teman mereka. Namun, rasa penasaran tidak bisa ditahan, sehingga ia bertanya balik, "Lalu bagaimana denganmu, Naevys? Kau juga belum menemukan binatang magismu."
Naevys tersenyum, mengisyaratkan ketenangan.
"Tenang saja, Wang Yin. Setelah proses Zac selesai, aku akan mencari binatang yang sesuai untukku. Aku akan memintanya untuk menemaniku. Kita perlu fokus pada Zac terlebih dahulu. Jangan khawatir, yang penting dapatkan dulu binatang yang tepat untukmu."
Wang Yin menghargai sikap penuh tanggung jawab Naevys. Dia merasa senang memiliki teman seperjuangan yang dapat diandalkan seperti Naevys.
___
Wang Yin melangkah sendirian dalam hutan magis yang semakin lebat. Setiap langkahnya disertai dengan perasaan yang semakin dalam, merasakan kehadiran dan aura yang berbeda di sekitarnya. Dengan hati yang penuh penasaran, dia bergumam dalam hati, "Aura ini terasa begitu kuat dan berbeda. Sepertinya aku semakin dalam menyusuri hutan ini."
Kakinya melangkah dengan hati-hati, menyusuri lorong-lorong gelap hutan magis yang semakin dalam. Cahaya yang remang-remang menyentuh pepohonan, menciptakan bayangan aneh yang bergerak di sekelilingnya. Setiap langkahnya menghasilkan desiran kaki yang memecah kesunyian, membangkitkan kegelisahan dalam dirinya.
Namun, semakin dalam ia berjalan, semakin merasakan kehadiran yang tidak wajar. Atmosfer hutan berubah menjadi gelap dan mencekam. Udara terasa berat, menyelimuti tubuhnya dengan sensasi yang tidak menyenangkan. Wang Yin mempercepat langkahnya, berusaha menahan kecemasan yang merayap dalam hatinya.
Tiba-tiba, ia melihat kilatan cahaya hitam yang memancar dari kejauhan. Sebuah siluet raksasa terbentuk di hadapannya, menutupi sebagian besar cakrawala hutan. Wang Yin memejamkan mata sejenak, mencoba memahami apa yang ia lihat. Ketika ia membuka mata, kejutan dan kengerian menyapu seluruh tubuhnya.
Binatang itu terungkap di hadapannya, sebuah makhluk yang luar biasa besar dan menakutkan. Tubuhnya setinggi puncak pohon tertinggi, ditutupi dengan bulu hitam yang tampak seperti ribuan jarum yang mengintai. Taringnya yang tajam berkilauan di bawah sinar cahaya remang-remang, memberikan kesan kehausan dan keganasan yang mengerikan.
Wang Yin terdiam, melihat kehadiran binatang itu dengan ngeri. Ia merasakan aura kegelapan yang mengelilingi makhluk tersebut, mengancam untuk melahap segala cahaya yang ada. Semangat petualang dalam dirinya bergumul dengan ketakutan yang membeku di dalam hatinya.
Namun, seiring dengan heningnya hutan, suara aneh yang tak terduga mulai terdengar dari kejauhan.
Mampukah Wang Yin mengalahkan binatang raksasa itu dengan kekuatan yang belum sepenuhnya teruji? Ataukah ini hanya permulaan dari bahaya yang lebih mengancam yang menanti mereka dalam hutan magis yang penuh misteri ini?
__ADS_1