
Dengan kecepatan kilat, Wang Yin meluncur melalui lapangan yang luas, menaklukkan setiap inci tanah yang dilaluinya. Dalam pergerakannya yang penuh keanggunan, makhluk magis muncul dari kegelapan, memancarkan pesona yang tak terhingga. Itu adalah Rubah Api Musim Panas yang menakjubkan dan itu soul beast milik Naevys, bulu oranye membara memancarkan cahaya yang mempesona. Dengan gesitnya, makhluk itu mengejar Wang Yin, melompat-lompat dengan lincah dan memancarkan energi yang tidak dapat dihindari.
Tiba-tiba, dengan kejutan yang mengejutkan, Summer Ice Fox muncul di tengah aksi. Bulunya yang putih memancarkan sinar kebiruan yang memukau, saat ia meluncur dengan keanggunan yang memesona di samping Wang Yin. Sifat dingin yang melekat padanya menciptakan aura misteri yang memikat, seolah-olah ia adalah pasangan yang sempurna bagi Summer Fire Fox.
Tidak berlangsung lama, Zac dan Naevys pun turut bergabung dalam latihan dengan semangat yang sama. Zac, dengan kekuatan busur yang perkasa, menghancurkan setiap rintangan dengan keanggunan yang mempesona dan kekuatan alam yang menakjubkan. Sementara itu, Naevys melayang di udara dengan kecepatan yang mengagumkan, memanfaatkan tongkat sihirnya yang indah dengan penuh kepiawaian.
"Latihan ini benar-benar memacu adrenalin!" teriak Wang Yin, sembari berlari begitu cepat.
Wang Yin memegang pedangnya dengan teguh, memancarkan keberanian dan kegigihan. Di seberangnya, Zac menggenggam busur panahnya dengan penuh keyakinan, siap mengirimkan serangannya dengan presisi yang mematikan. Di belakang mereka, Naevys mengendalikan kekuatan sihirnya dengan penuh keanggunan, siap memberikan dukungan kepada rekan-rekannya.
"Letusan panah!" seru Zac, melepaskan panah dengan kecepatan yang luar biasa.
Dalam sekejap, Wang Yin meluncur maju dengan kecepatan kilat, pedangnya bergerak seperti kilatan petir yang menghancurkan segala yang ada di depannya. Zac tak mau kalah, ia menarik busurnya dan melepaskan panah-panah yang melintas di udara dengan kecepatan yang sulit diikuti. Sementara itu, Naevys, dengan gerakan lembutnya, menciptakan mantra sihir yang membentuk gelombang energi yang memperkuat serangan mereka.
Naevys melemparkan sihir api yang membingkai serangan mereka, "Fire Frost!"
Serangan bergulir deras di langit, menciptakan medan pelatihan yang memukau. Dengan gerakan lincah, Wang Yin menghindari serangan dengan melompat dan berguling, mengelak dengan cekatan. Zac terus meluncurkan panah-panah presisi yang menembus target dengan kepastian yang menggetarkan. Sementara itu, sihir Naevys membekukan dan membingkai serangan dengan sentuhan es yang memukau.
Wang Yin, Zac, dan Naevys bersiap untuk pertarungan intens. Masing-masing dari mereka didampingi oleh Soul Beast yang kuat, memancarkan kehadiran mereka yang magis.
Zac memandang setia Summer Ice Fox yang tegar berdiri di sisinya, bulu putihnya yang bersinar seperti salju. Zac merasakan energi es yang membangkitkan kekuatannya, memungkinkannya mengendalikan elemen dengan gemilang.
Sedangkan Naevys melihat dengan kagum dengan Summer Fire Fox-nya, yang mengendus udara dengan penuh semangat. Bulu-bulunya yang membara berwarna merah menyala, mengingatkan akan api yang membakar dengan kekuatan magis.
Summer Fire Fox menggoyangkan ekornya dengan antusias, memancarkan aura kehangatan yang membara. Api berdansa di sekitar tubuh mereka berdua, memberikan Naevys kekuatan sihir yang tak terbatas. Naevys menggerakkan tongkat sihirnya, menyulut api yang membentuk lambang-lambang magis di udara.
__ADS_1
Dalam pertarungan yang bergulir, mereka berlatih dengan semangat dan kekuatan yang saling melengkapi. Serangan Wang Yin yang mematikan seperti kilat, panah yang menembus target dengan akurasi sempurna dari Zac, dan sihir membara yang mempesona dari Naevys, menyatu dalam harmoni yang menakjubkan.
“Setiap serangan yang dilancarkan, efek kekuatan Soul Beast terlihat jelas. Elemen es Zac membekukan dan memperlambat lawannya, sementara api Naevys melahap dan membara dengan kekuatan yang mematikan. Kekuatan mereka semakin meningkat dengan dorongan kekuatan Soul Beastnya,” gumam Wang Yin seraya terus memberikan serangan balasan.
Setelah pertarungan pelatihan yang intens, Wang Yin, Zac, dan Naevys selesai berlatih dan beristirahat di halaman luas Akademi Trancendent Elite. Mereka duduk bersama di bawah naungan pohon rindang, menikmati angin sejuk dan menenangkan tubuh mereka yang terasa letih.
"Pertarungan tadi benar-benar menyenangkan," kata Wang Yin sambil mengusap keringat di dahinya. "Tapi sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kita."
Zac mengangguk setuju sambil memandangi panah-panahnya yang tersusun rapi di sebelahnya. "Benar, setiap latihan seperti ini membantu kita memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing."
Wang Yin mengangguk penuh antusiasme.
"Mengingatkanmu, pertarungan itu akan diadakan dalam tiga hari," kata Zac sambil menatap Wang Yin. "Ini kesempatan bagus untuk menguji kemampuanmu dan membuktikan bahwa kamu mampu menghadapi tantangan apa pun."
“Seberat apapun lawanmu nanti, jangan pernah ragu untuk mundur. Pastikan dahulu keamananmu.”
Wang Yin, di tengah semangatnya yang membara, mendedikasikan dirinya sepenuhnya untuk latihan. Setiap pagi, sebelum mentari menyinari langit, dia sudah berada di lapangan pelatihan, siap untuk menghadapi tantangan yang menantang. Terik matahari tak menyurutkan semangatnya, dan dia berlatih dengan tekun dalam panas yang menyengat.
Tak hanya itu, saat langit terik dan matahari mencapai puncaknya, Wang Yin terus melanjutkan latihannya. Teriknya sinar matahari tak mampu meredam semangatnya yang membara. Dia mengejar setiap panah yang dilemparkannya dengan keakuratan yang memukau, terus mengasah kemampuannya dengan penuh tekad.
Malam hari tiba, dan hujan deras mengguyur langit. Namun, itu bukan alasan bagi Wang Yin untuk berhenti. Dalam hujan yang membasahi tanah, dia melanjutkan latihannya dengan penuh semangat. Setiap serangannya begitu gesit dan penuh keanggunan, seolah hujan deras itu tidak mampu menghalangi langkahnya.
Di sepanjang hari, Zac dan Naevys tetap setia mendampingi Wang Yin. Mereka berdiri di sisinya, memberikan dukungan tak tergoyahkan. Saat Wang Yin melepaskan setiap presisi pedangnya, Zac dengan tangkas menunjukkan kepiawaiannya dengan busur panah, sementara Naevys dengan penuh keanggunan menggerakkan sihirnya, menciptakan pemandangan yang menakjubkan.
Mereka melintasi waktu dan cuaca, tanpa kenal lelah. Latihan mereka mengukir jejak di lapangan pelatihan, menjadi saksi ketekunan dan semangat yang tak tergoyahkan. Bersama-sama, mereka membuktikan bahwa kekuatan persahabatan tak terbatas, dan mereka siap menghadapi tantangan apapun yang menghadang di depan mereka.
__ADS_1
Dan saatnya tiba di hari yang akan menjadi kesempatan Wang Yin untuk menunjukkan kemampuannya. Wang Yin, dengan hati yang berdebar-debar, melangkah menuju panggung arena tarung yang luas. Matanya dipenuhi oleh pemandangan yang menakjubkan, panggung yang menghadap ratusan penonton yang penuh antisipasi. Cahaya sorotan yang terang memancar dari langit-langit, menciptakan atmosfer yang mempesona.
Dia melangkah dengan langkah mantap, menatap hadapannya dengan tekad yang teguh. Setiap serat ototnya bergetar, siap untuk melepaskan kekuatannya yang terpendam. Di sampingnya, Zac dan Naevys berdiri dengan penuh keyakinan, siap memberikan dukungan tanpa ragu.
Wang Yin menoleh ke arah mereka, senyuman kecil terukir di wajahnya. Dia tahu bahwa saat ini, dia tidak sendirian. Mereka adalah teman sejatinya, yang telah menemani dalam setiap latihan dan perjuangan. Kekuatan persahabatan mereka memberikan semangat dan keyakinan yang tak tergoyahkan.
Mereka berdiri di tengah panggung, merasakan getaran energi yang mengalir di udara. Suara gemuruh penonton yang menanti pertarungan memenuhi telinga mereka. Wang Yin menghela nafas dalam-dalam, merasakan adrenalin yang mengalir dalam dirinya. Inilah saatnya untuk menunjukkan kemampuan dan kelayakan yang telah ia perjuangkan begitu keras.
“Ini pertarungan pertamaku. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini! Siapapun lawanku akan kuhadapi tanpa terkecuali!”
__ADS_1