LEGENDA PEDANG WOEFUL GREAT WARHAMMER

LEGENDA PEDANG WOEFUL GREAT WARHAMMER
Binatang Kontrak Tujuh Ekor Emas


__ADS_3

Di dalam ruang rapat para master, atmosfer yang tegang terasa seiring dengan kehadiran Myrin, Hen Bun Xuashi, dan Leena. Ketiganya adalah para ahli yang penuh pengetahuan dan pengalaman, yang kini terpanggil untuk membahas sosok yang menarik perhatian mereka: Wang Yin, murid yang luar biasa di antara para siswa.


“Wang Yin benar-benar menarik perhatianku. Tidak diragukan lagi, dia adalah murid yang paling menonjol di antara semua siswa,” tutur Myrin seraya melayangkan bokongnya di kursi. Berhadapan dengan Leena.


"Aku juga merasa hal yang sama. Apalagi saat melihat senjatanya. Pedang itu bisa berubah menjadi tombak dengan cepat, dan kemudian berubah menjadi pedang kembali. Ini sungguh menakjubkan," sahut Leena sambil mengangguk puas.


Tiba-tiba, Hen Bun Xuashi mengeluarkan pernyataan mengejutkan. "Pedang yang Wang Yin pegang itu adalah Pedang Woeful Great Warhammer," ucapnya dengan nada tegas.


Leena dan Myrin terkejut mendengarnya. Wajah mereka mencerminkan kebingungan yang jelas. Leena menatap Hen Bun Xuashi dengan pandangan heran, sementara Myrin mengangkat alisnya dengan ekspresi tak percaya.


"Pedang Woeful Great Warhammer?" ucap Leena dengan suara ragu. "Aku belum pernah mendengar tentang itu sebelumnya. Apakah itu benar-benar pedang yang langka?"


Hen Bun Xuashi mengangguk mantap. "Ya, Leena. Pedang ini merupakan senjata yang sangat langka dan berharga. Hanya tiga tetua suku Yin yang memiliki hak untuk memilikinya. Wang Yin adalah satu-satunya murid yang pernah kita lihat memegangnya."


Myrin mencoba memproses informasi yang baru saja dia dengar. Ia menggosok dagunya sambil berpikir. "Aku tak bisa membayangkan betapa pentingnya pedang itu jika memang benar Wang Yin memilikinya. ”


Leena, yang masih mencoba mencerna berita tersebut, menyuarakan keraguannya. "Namun, mengapa tidak ada yang pernah membicarakannya sebelumnya? Kenapa kita baru mendengarnya sekarang?"


Hen Bun Xuashi memberikan penjelasan dengan hati-hati. "Pedang Woeful Great Warhammer adalah rahasia suku Yin yang dijaga dengan ketat. Hanya sedikit orang yang mengetahui keberadaannya. Mungkin ada alasan tertentu mengapa Wang Yin memegangnya, tetapi kita harus mencari tahu lebih lanjut."


Situasi menjadi hening sejenak, dan Hen Bun Xuashi membiarkan dirinya terperangkap dalam dialog dalam hatinya sendiri. Dia merasa ragu dan tidak sepenuhnya yakin dengan keberadaan Pedang Woeful Great Warhammer. Dalam hatinya, dia berusaha mempertimbangkan kemungkinan bahwa pedang yang dimiliki Wang Yin hanya sekilas mirip dengan senjata tersebut.


"Apakah mungkin ini hanya kebetulan? Hanya pedang yang tampak mirip secara kasat mata?" batin Hen Bun Xuashi. Dia terus berusaha menemukan pembenaran logis dalam pikirannya sendiri. Menurut pemahamannya, Pedang Woeful Great Warhammer hanya dimiliki oleh tiga suku Yin, dan suku Yin sendiri sudah sangat jarang ditemui. Generasi sekarang sudah jauh berbeda dengan generasi masa lalu.


 


Namun, di tengah keraguannya, Hen Bun Xuashi tidak ingin terburu-buru menyimpulkan sesuatu tanpa bukti yang kuat. Dia adalah seorang master yang cermat dan bijaksana. Dia tahu pentingnya mengumpulkan informasi yang akurat sebelum membuat kesimpulan.

__ADS_1


"Dalam hal ini, aku tidak boleh terjebak oleh prasangka atau asumsi. Aku harus mencari lebih banyak bukti dan fakta sebelum aku benar-benar yakin dengan keberadaan Pedang Woeful Great Warhammer," batin Hen Bun Xuashi dengan tekad. Dia mengumpulkan keberanian dan memutuskan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, menyusuri jejak sejarah suku Yin yang sudah punah itu.


Hen Bun Xuashi keluar dari ruangan rapat dengan langkah mantap, menuju ruang kerjanya yang terletak beberapa lantai di atas. Di tengah perjalanan, tanpa sengaja, matanya tertuju pada pemandangan yang mengejutkannya. Wang Yin, murid yang telah memikat perhatiannya, berdiri sendirian di tengah taman yang indah.


Dengan rasa penasaran yang membuncah, Hen Bun Xuashi melihat dengan seksama. Namun, yang membuatnya terkejut bukan hanya keberadaan Wang Yin, melainkan sebuah burung Guinea Mynah dengan ekor emas yang sedang menundukkan kepala dengan hormat di hadapan Wang Yin.


"Hmm, apa yang sedang terjadi di sini?" pikir Hen Bun Xuashi sambil mengamati dengan seksama. Pertemuan ini bukanlah hal yang biasa, karena burung tersebut tampaknya memberikan penghormatan yang sangat istimewa kepada Wang Yin.


Hen Bun Xuashi mendekati mereka dengan hati-hati, "Dalam semua tahun pengalamanku, aku belum pernah melihat burung seperti ini memberikan penghormatan kepada seseorang.”


"Apakah ada hubungan antara burung ini dan Pedang Woeful Great Warhammer?" batin Hen Bun Xuashi, mencoba menghubungkan benang merah di antara semua petunjuk yang dia temukan.


Beralih pada Wang Yin yang sedang terkejut dan bingung dengan kejadian di hadapannya. Pandangannya terpaku pada burung Guinea Mynah dengan bulu emas yang menghiasi taman. Dalam kebingungannya, dia tidak dapat menyembunyikan keheranannya yang tak terbendung.


Wang Yin terpesona oleh keindahan burung tersebut. Guinea Mynah Bird itu begitu luar biasa, dengan bulu emas yang berkilauan seperti sinar matahari terbenam. Bulunya yang berwarna keemasan itu terlihat begitu mempesona dan tidak lazim. Tak ada burung serupa yang pernah dilihatnya sebelumnya.


Mata merah yang mencolok pada burung itu memikat pandangan Wang Yin. Setiap detil burung itu tampak begitu sempurna, memberikan kesan anggun dan misterius sekaligus. Tujuh ekor emas yang menawan melengkapi kehadirannya yang unik.


Cahaya yang memancar dari kepalan burung Guinea Mynah dengan cepat memancar dan menyentuh dahi Wang Yin. Sensasi hangat menyapu pikirannya saat kekuatan magis saling berhubungan di antara mereka. Wang Yin merasa seolah-olah ada ikatan yang terjalin antara dirinya dan burung tersebut.


Tanpa sadar, Wang Yin menyadari bahwa burung Guinea Mynah telah menjadi binatang kontraknya. Pemilik burung tersebut adalah dirinya sendiri. Ini adalah suatu kejadian luar biasa yang jarang terjadi, mengingat keberadaan binatang kontrak merupakan hubungan yang intim antara seorang pemilik dan makhluk magis.


Dahi Wang Yin berkedip dengan sinar cahaya saat dia merasakan energi magis mengalir di dalam dirinya. Dia merasakan kehadiran burung Guinea Mynah dengan lebih dalam dan penuh keintiman.


"Dalam kehidupanku yang sederhana, aku tidak pernah membayangkan akan mengalami hal seperti ini," ujar Wang Yin dengan suara terdengar gemetar.


"Apa artinya kehadiran burung ini dan cahaya yang memancar dari kepalanya? Mengapa aku menjadi pemiliknya? Apakah ini pertanda atau takdir yang harus aku terima?"

__ADS_1


Wang Yin merenung sejenak, mencoba mencari jawaban dalam dirinya sendiri. Tatapannya tertuju pada burung Guinea Mynah yang berdiri di hadapannya dengan penuh keanggunan, bulu emasnya yang mempesona berkilauan di bawah sinar matahari.


Burung Guinea Mynah menatap Wang Yin dengan mata merah yang cerdas, seolah-olah memahami pertanyaan dalam pikiran pemiliknya. Kemudian, dengan suara yang halus dan tegas, suara burung itu mencapai telinga Wang Yin.


Wang Yin terkejut mendengar suara yang datang dari burung Guinea Mynah. Dia tidak pernah mengira bahwa burung itu bisa berbicara, apalagi memahami hasrat dan tujuannya. Dalam kebingungannya, Wang Yin berhenti sejenak untuk mendengarkan penjelasan dari burung magis itu.


"Dalam hakikatnya, aku adalah binatang yang langka dan tidak memiliki pemilik," ucap burung Guinea Mynah dengan suara yang tenang namun penuh kebijaksanaan. "Namun, setelah melihat ketulusan dan semangatmu, aku merasa terpanggil untuk bersama denganmu dalam perjalanan yang akan kau lalui."


Wang Yin memandang burung itu dengan rasa takjub dan terharu. Ia mengerti bahwa hadirnya burung ini adalah sebuah anugerah yang tak terduga, sebuah ikatan yang membentuk hubungan istimewa di antara mereka.


"Dalam perjalanan kita kelak, aku ingin menjadi temanmu, penuntunmu, dan sumber kekuatanmu," lanjut burung itu dengan penuh kehangatan. "Aku percaya bahwa bersama, kita dapat melampaui batasan dan menghadapi segala tantangan dengan lebih berani dan bijaksana."


Wang Yin merasakan kehadiran burung itu memberikan rasa nyaman dan keyakinan yang memenuhi hatinya. Dia menganggukkan kepala sebagai tanda pengertian dan menerima tawaran burung itu dengan tulus.


“Naiklah, tuanku.”


Burung Guinea Mynah dengan lembut membuka sayapnya yang indah dan menawarkan Wang Yin untuk menaikinya.


Dia dengan hati-hati menginjakkan kakinya pada punggung burung tersebut, merasakan getaran energi yang mengalir di bawah telapak kakinya.


Saat Wang Yin naik ke punggung burung itu, ia merasakan sensasi yang luar biasa. Mereka mulai terangkat dari tanah dan melayang di udara dengan lemah gemulai. Angin berdesir di sekeliling mereka, mengibaskan rambut Wang Yin dan membuatnya merasa segar dan bebas.


Mata Wang Yin memandang pemandangan yang luar biasa dari ketinggian. Dia dapat melihat hamparan gunung, lembah yang hijau, dan sungai-sungai yang mengalir dengan gemerlap airnya. Semuanya terlihat begitu kecil dan indah dari atas sana.


Burung Guinea Mynah melanjutkan penerbangannya dengan lemah gemulai, menuju air terjun yang tersembunyi di balik hutan. Wang Yin merasa gembira dan penasaran dengan apa yang akan ia temui di sana.


Namun, ketika mereka tiba di sana, mata Wang Yin terperangah melihat sesuatu yang tak terduga. Di tengah kolam air terjun yang indah, terdapat sosok tubuh yang terapung di permukaan air.

__ADS_1


 


 


__ADS_2