LEGENDA RATU TERKAYA

LEGENDA RATU TERKAYA
146.9 LANGKAH BAYANGAN.


__ADS_3

Ye Chen sedikit mengangkat alisnya ketika mendengar ini, seperti nya dia tidak bisa naik ke atas tanpa memiliki kartu keanggotaan khusus.


Mau tidak mau Ye Chen harus menggunakan metode untuk sampai ke lantai paling atas.


“Sayang sekali aku tidak punya kartu anggota maksudmu, sepertinya aku tidak bisa naik ke atas.” Ye Chen berpura-pura meninggal kan tempat ini.


“Bagus, jangan dekat-dekat sini lagi, hahahaha” Kedua penjaga itu menendang Ye Chen keluar dari tempat ini lagi, mereka berdua tampak bahagia ketika Ye Chen meninggal kan tempat ini.


Ye Chen tidak me nanggapi kata-kata kedua orang ini, dia segera pergi ke sudut tidak jauh dari tangga di lantai satu.


Setelah mencapai sudut, Ye Chen mengeluar kan jubah hitam untuk menutupi dirinya,


setelah selesai menutupi tubuh nya, sudah waktu nya bagi Ye Chen untuk menyelinap ke atas.


“Sembilan Langkah Bayangan” Ye Chen menggunakan Sembilan Langkah Bayangan untuk melewati dua penjaga yang menjaga tangga menuju lantai dua.

__ADS_1


“Kamu orang bodoh.” Ketika Ye Chen melewati dua orang ini, dia tidak lupa menyebut kedua orang ini bodoh.


“Apakah kamu baru saja mengatakan bahwa aku bodoh?” Kedua penjaga yang menjaga tangga itu saling bertanya,


mereka mendengar salah satu dari mereka memanggil dengan kata-kata bodoh.


“Kenapa kamu bertanya seperti itu padaku, bukankah kamu mengatakan bahwa aku bodoh?” Penjaga pertama berkata kepada rekannya yang ada di sampingnya.


“Aku tidak mengatakan apa-apa sebelumnya, pasti kamu yang mengatakan kata-kata bodoh tadi”


“Jangan berbohong padaku, aku tahu kamu pasti orang yang mengatakan kata-kata barusan, mengaku dan minta maaf padaku.”


Penjaga pertama mengatakan bahwa dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh penjaga kedua.


“Sudah kubilang jika aku tidak mengatakan apa-apa, seharusnya kau yang meminta maaf padaku karena menyebutku bodoh.” Penjaga kedua marah pada penjaga pertama yang menuduhnya.

__ADS_1


“Jika kamu tidak ingin meminta maaf, mari kita selesaikan dengan jantan.” Penjaga pertama menantang penjaga kedua untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara laki-laki.


“Oke, siapa yang takut.” Penjaga kedua tidak takut dengan tantangan yang diberikan oleh penjaga pertama, dia menerima tantangan ini dengan tangan terbuka.


Karena keduanya merasa sama-sama benar dan tidak salah, mereka hanya bisa menyelesaikannya dengan cara laki-laki, yaitu berjuang untuk menentukan siapa yang paling benar.


Penjaga pertama dan penjaga kedua segera saling bertarung, keduanya mulai saling menyerang seolah-olah pihak lawan adalah musuh yang harus dikalahkan.


Apa yang dilakukan keduanya menarik perhatian orang-orang yang sedang makan dan menikmati anggur di bawah, semua orang melihat pertempuran yang dilakukan oleh dua penjaga yang sebelumnya menghalangi jalan Ye Chen.


Tak disangka, sepatah kata pun dari Ye Chen barusan akan membuat kedua penjaga yang menjaga tangga menuju lantai dua akan bertarung seperti itu.


Ini sebenarnya menjadi tontonan yang menarik bagi orang-orang di lantai satu, jarang mereka bisa melihat pertarungan bebas seperti ini.


Ketika Ye Chen berhasil sampai ke lantai dua, dia tidak peduli apa yang dilakukan dua penjaga yang sebelumnya menghalangi jalannya.

__ADS_1


__ADS_2