
“Nona Yu, jangan buang waktu lagi, ayo bawa Nona Yu sekarang agar kita bisa segera kembali, aku tidak tahan dengan tempat ini.” Orang-orang di belakang nona Yu Tifa tidak tahan lagi berada di dunia fana.
Menurut mereka dunia fana adalah tempat yang begitu penuh polusi sehingga mereka yang berasal dari Tanah Suci alam dewa merasa tidak nyaman dengan energi murni yang ada di dunia fana ini.
Putra mahkota sangat tidak menyukai orang-orang yang tidak ramah di belakang nona Yu Tifa, mereka sangat tidak sopan sekali, juga ter lalu sombong mengagung kan alam dewa nya .
“Kalian semua cepat keluar dari sini sekarang juga, aku tidak ingin melihat wajah kalian.” Putra mahkota mengusir dan memberi tahu orang-orang dari Tanah Suci alam dewa untuk segera meninggalkan tempat ini.
Putra mahkota sangat tidak ingin sekali melihat wajah-wajah sombong milik orang-orang ini lagi, dia sangat muak melihat wajah-wajah sombong milik orang-orang di belakang nona Yu Tifa.
“Hei Nak, jangan lah kau main-main dengan kami, kau tahu kami sedang dalam misi yang sangat penting di sini” kata orang di belakang Yu Tifa kepada Putra mahkota jika mereka sedang dalam misi penting untuk membawa Yu Siang pergi.
“Bah, misi yang sangat penting apa, itu semua tidak ada hubungan nya dengan ku, aku tidak akan membiarkan kalian membawa Yu Siang pergi dari tempat ini.” Putra mahkota berkata bahwa dia tidak akan membiarkan orang-orang ini membawa Yu Siang pergi.
“Apakah kamu pikir kamu memiliki kemampuan untuk melakukan itu, jika kami mau, kami dapat membawa Nona Yu sekarang juga tanpa perlawanan” Orang orang ini tidak menerima kata-kata Putra mahkota, dia malah memberi tahu Putra mahkota bahwa dia dapat mengambil Yu Siang dengan sangat mudah dari nya. .
“Kalau begitu, mari lah kita lihat apakah kamu bisa melakukan itu” Putra mahkota berpikir bahwa orang ini ingin sekali menantang nya.
Putra mahkota tidak suka ketika ada orang orang yang ingin mengambil Yu Siang itu, itu sebab nya Putra mahkota segera menantang orang ini.
“Biarkan saya menunjuk kan perbedaan keluatan antara kami berdua dari alam dewa dan kalian yang hanya dari alam fana ini” Orang ini ingin menunjuk kan perbedaan kekuatan yang dia miliki dengan Putra mahkota.
__ADS_1
Karena orang ini ingin maju ke arah Putra mahkota, dia dihentikan oleh Yu Tifa agar tidak mencari masalah dengan Putra mahkota.
“Jangan lah membuat masalah yang tidak perlu.” kata nona Yu Tifa.
“Nona Yu, jangan hentikan aku, aku ingin memberi pelajaran pada orang ini.” Orang ini menyuruh Yu Tifa untuk mundur agar dia bisa membuat perhitungan dengan Putra mahkota.
Dari segi kekuatan, nona Yu Tifa sebanding dengan seseorang yang baru saja mengucapkan kata-kata kasar kepada Putra mahkota ,sehingga orang ini tidak terlalu mendengar kan perkataan nona Yu Tifa.
“Di mana Anda ingin turun ke sini dengan cepat.” Orang-orang dari Klan Wu masih tidak membiarkan Putra mahkota, dia ingin memberi Putra mahkota pelajaran.
"Hemm, apakah yang mereka maksud ibu pertamaku ya?, memang benar kedua orang tuaku meninggal, tapi ayah ku meninggal baru baru saja,sekitar dua tahun nan", pikir Yu Siang yang tidak ingan lagi nama ibu nya, tapi kalau wajah dia pernah melihat wajah yang sangat mirip dengan wajah nya.
Ketika pria ini ingin maju menyerang putra mahkota, dia dihentikan oleh Yu Siang,Yu Siang menghentikan orang ini untuk menyerang Putra mahkota..
Yu Siang sekarang sangat kuat, mungkin sekarang tidak ada yang bisa mengalah kan Yu Siang di seluruh Tanah Suci alam dewa atau seluruh planet, yang berumur 50 tahun kebawah.
Sementara Putra mahkota tidak banyak bicara kepada orang ini, dia hanya memancarkan aura pembunuhan yang sangat kuat terhadap orang yang datang dari Tanah Suci alam dewa ini.
Yu Siang tidak ingin kalah dari Putra mahkota, dia mulai mengeluarkan auranya untuk menggertak orang ini.
Dengan basis kultivasi Yu Siang yang sudah berada di level 1000 lebih, dia sekarang mungkin bisa membunuh orang ini bahkan dengan kekuatan Roh nya.
__ADS_1
Ketika Yu Siang dan Putra mahkota memancarkan aura yang mereka miliki, begitu orang dari Tanah Suci alam dewa langsung ambruk di lantai, dia tampak seperti sedang ditindas oleh sesuatu yang begitu berat sehingga dia bahkan tidak bisa bangun.
Yu Tifa dan orang-orang dari Tanah Suci cukup terkejut ketika mereka merasakan aura yang dipancarkan oleh Putra mahkota dan Yu Siang, mereka tidak menyangka bahwa kedua nya begitu galak dan begitu menakutkan.
Bahkan kepala Klan tidak mungkin bisa dibandingkan dengan aura yang saat ini dipancarkan oleh Yu Siang dan Putra mahkota.
Orang yang sebelumnya ingin mencari masalah dengan Putra mahkota sekarang terbaring di tanah dan tidak bisa bangun, dia terlihat sangat kesakitan ketika ditindas oleh aura Yu Siang dan Putra mahkota.
Bahkan tulang-tulang yang ada di tubuh orang ini mulai berbunyi saat ditekan oleh aura yang dimiliki oleh Yu Sianh dan Putra mahkota.
Orang dari Klan Wu tidak menyangka bahwa dua orang di depannya begitu kuat sehingga mereka bisa membuat dirinya seperti ini hanya dengan aura yang mereka berdua keluarkan.
Sepertinya dia baru saja menyinggung orang yang salah, dia sebenar nya telah menyinggung pembangkit listrik seperti Yu Siang dan Putra mahkota.
Orang dari Klan Wu mulai berkeringat deras ketika dia berpikir bahwa dia baru saja menyinggung kedua orang kuat ini.
“Dua senior yang terhormat, tolong maafkan saya, saya memiliki mata tetapi tidak bisa melihat kekuatan senior yang terhormat.” Orang dari Klan Wu sangat pintar, dia mencoba meminta maaf kepada ke dua nya.
“Apakah kamu pikir dengan meminta maaf seperti itu, kami akan dengan mudah melepaskanmu? , kamu terlalu berharap.” Yu Siang tidak akan melepaskan orang yang berani menghina Putra mahkota dengan mudah.
orang ini harus mengambil pelajaran yang tepat agar di kemudian hari dia tidak mengulangi hal semacam ini lagi.
__ADS_1
Yu Siang mengeluarkan Cambuk dari cincin penyimpanan nya, dia ingin menggunakan cambuk ini untuk memberi sedikit pelajaran kepada orang ini.
Karena inilah Yu Siang masih memiliki benda semacam ini di cincin ruang penyimpanan yang dimilikinya, cambuk ini dia temukan di makam pedang,tergeletak di tanah.