
Kedua lelaki yang sangat tua ini pasti nenek moyang dari Sekte Gerbang Keabadian, itu bisa dilihat dari pakaian yang mereka berdua kenakan, pakaian yang mereka kenakan jelas dari Sekte Gerbang Keabadian.
Kedua leluhur ini datang pada waktu yang sangat terlambat, Gerbang Sekte Keabadian telah dihancurkan di tangan
Yu Siang dan sekutunya,
sekarang bangunan milik Gerbang Besar Sekte Keabadian telah menjadi puing-puing yang tersebar di mana-mana.
Melihat bahwa Gerbang Sekte Keabadian telah dihancurkan dan berubah menjadi puing-puing, kedua leluhur yang baru saja keluar sangat marah.
Mereka berdua memberikan tekanan yang sangat menakutkan di sekitar tubuh mereka, tekanan dari kedua orang ini jelas pada tingkat setengah langkah ke Alam surgawi.
“Akhirnya kalian berdua monster tua ingin keluar dari tempat persembunyian kalian, kupikir kalian tidak akan keluar dan masih bersembunyi di tempat persembunyian kalian” kata Xue Suyin kepada dua leluhur dari Gerbang Keabadian yang baru saja muncul.
Dapat dilihat bahwa Xue Suyin akrab dengan dua leluhur Sekte Gerbang Keabadian.
Xue Suyin hampir satu generasi dengan leluhur Gerbang Keabadian, jadi tidak aneh jika Xue Suyin tahu tentang mereka berdua.
Nama kedua orang tua ini adalah Hong Mao dan Hong Duyun, keduanya adalah nenek moyang yang berasal dari Sekte Gerbang Keabadian.
“Xue Suyin, jadi ini semua yang kamu lakukan.” Hong Mao berkata dengan nada penuh kebencian dan aura pembunuhan yang sangat berat.
Jika orang biasa berada di depan Hong Mao, maka mereka akan langsung kencing di celana karena ketakutan yang ditimbulkan oleh aura pembunuhan Hong Mao yang sangat besar.
Dengan aura membunuh seperti ini, sudah pasti Hong Mao telah membunuh banyak orang dalam hidupnya.
Di masa lalu orang ini mungkin telah membunuh banyak pembudidaya yang tidak bersalah untuk menjadikan Gerbang Sekte Keabadian seperti sekarang ini.
“Tentu saja, saya telah melakukan ini, tidakkah Anda menyukai apa yang saya lakukan sekarang?”
Xue Suyin berkata kepada Hong Mao, dia sama sekali tidak takut dengan aura pembunuhan yang diberikan Hong Mao.
“Kamu wanita tua , aku akan membalas dendam atas apa yang telah kamu lakukan pada Sekte. ini”
Hong Duyun sama marahnya dengan Hong Mao, dia segera pergi ke arah Xue Suyin, Hong Duyun bermaksud untuk mengambil nyawa Xue Suyin.
Hong Mao tidak tinggal diam, dia juga pergi untuk menyerang Xue Suyin, akan lebih mudah untuk mengalahkan Xue Suyin jika mereka berdua bergandengan tangan.
“Siapa yang kamu panggil wanita tua, kalian berdua orang tua.” Xue Suyin merasa sangat marah ketika mendengar kata-kata Hong Mao dan Hong Duyun.
Wanita adalah makhluk yang paling benci disebut wanita tua, jadi bukan hal yang aneh bagi Xue Suyin untuk marah ketika dia mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Hong Mao dan Hong Duyun.
__ADS_1
Xue Suyin bermaksud memberi pelajaran kepada dua monster tua kolot yang berani menghinanya, keduanya harus menerima akibatnya karena telah berani menghinanya.
Xue Suyin berniat untuk melawan Hong Mao dan Hong Duyun,.
“BAM..” Saat mereka bertiga hendak berhadapan, tiba-tiba seseorang datang dan mengganggu urusan mereka.
Hong Mao dan Hong Duyun dipaksa mundur oleh serangan mendadak ini.
Orang yang tiba-tiba datang dan ikut campur dalam urusan Xue Suyin, Hong Mao dan Hong Duyun adalah Yu Siang.
“Yu Siang, kamu tidak perlu masuk seperti itu, biarkan aku yang menangani masalah ini.”
Melihat Yu Siang masuk, Xue Suyin menyuruh Yu Siang untuk menyerahkan masalah ini padanya.
“Biarkan aku yang merawat mereka, dua orang ini benar-benar berani menghina temanku yang cantik”
Yu Siang berkata kepada Xue Suyin bahwa dia akan menangani dua monster tua ini.
Xue Suyin merasakan perasaan yang sangat manis di hatinya, dia merasa senang dipuji oleh Yu Siang.
Tidak peduli wanita seperti apa, mereka akan dilemahkan oleh pujian yang dibawakan oleh kata-kata manis Yu Siang.
“Oke, jika itu yang kamu inginkan, lakukanlah.” Xue Suyin akhirnya membiarkan Yu Siang menangani dua monster tua ini, Xue Suyin cukup percaya pada kekuatan Yu Siang.
“Bocah siapa kamu?, beraninya kamu ikut campur dalam pertempuran kita.”
Hong Mao menyuruh Yu Siang menyingkir, mereka punya urusan yang harus diselesaikan dengan Xue Suyin.
“Lawanmu adalah aku, jadi kemarilah”
Yu Siang berkata bahwa dia akan menjadi lawan bagi Hong Mao dan Hong Duyun.
“Kamu benar-benar tidak tahu perbedaan antara langit dan bumi, izinkan saya memberi tahu Anda perbedaan kekuatan kami.”
Hong Mao maju ke arah Yu Siang, berniat menyerang Yu Siang yang ada di depannya.
“Tinju Palu Guntur” Tinju Hong Mao berubah menjadi palu Guntur, Hong Mao bermaksud menggunakan tinju palu guntur untuk membunuh Yu Siang.
Hong Mao benar-benar tidak menahan diri, dia menggunakan kekuatan penuhnya dalam melakukan serangan ini.
“Yu Siang, hati-hati” Putra mahkota menyuruh Yu Siang untuk berhati-hati, dia khawatir tentang keselamatan Yu Siang.
__ADS_1
“Pangeran, jangan khawatir, aku akan baik-baik saja, percayalah pada ku.”
Yu Siang memberi tahu Putra mahkota untuk percaya pada kemampuan nya.
Yu Siang pasti bisa menang melawan serangan yang diluncurkan oleh Hong Mao.
“Mati, kau .” Hong Mao mendaratkan pukulannya ke Yu Siang.
Kecepatan pukulan Hong Mao sangat menakjubkan, beberapa orang hampir tidak bisa melihat pergerakan serangan Hong Mao.
Yu Siang bisa dengan jelas melihat serangan yang akan dilakukan Hong Mao, dia mulai mengulurkan tangannya untuk menangkis serangan Hong Mao.
“boom” palu petir Hong Mao mengenai tangan Yu Siang yang digunakan untuk memblokir serangan ini.
“Hahahaha, mati kau gadis kecil …”, kata-kata Hong Mao langsung terhenti di tenggorokannya, dia melihat Yu Siang menahan serangan Tinju Guntur Palu.
“Terlalu mudah untuk di tahan.” Yu Siang berkata bahwa serangan Hong Mao terlalu mudah untuk dia tanggung sambil tersenyum di bibir.
Hong Mao terdiam saat melihat Yu Siang menangkis serangannya hanya dengan tangan kosong.
Yu Siang menggunakan tangannya yang lain untuk memukul kepala Hong Mao yang lagi terkejut alias bengong.
“BAM …” Hong Mao dipukuli dan terbang memukul pohon dengan sangat keras.
“boom”, tanah di depan Yu Siang langsung berlubang ketika ditabrak oleh Hong Mao, diameter lubang ini tidak kecil,
setidaknya puluhan mil, dapat dilihat bahwa kekuatan yang digunakan oleh Yu Siang cukup besar.
Hong Duyun melongo saat melihat kekuatan yang dimiliki oleh Yu Siang, tak disangka gadis kecil yang diremehkannya sendiri memiliki kekuatan yang begitu luar biasa.
Para penonton yang ada di sini sama terkejutnya dengan Hong Duyun, mereka tidak percaya Yu Siang memukul leluhur dari Gerbang Keabadian dengan begitu mudah.
“” Hong Mao bangkit dari lubang, terlihat bahwa Hong Mao sangat marah pada
Yu Siang,
kepala Hong Mao saat ini dipenuhi darah, sepertinya serangan Yu Siang hanya membuat kepala Hong Mao bocor, karena menggunakan sedikit tenaga.
Hong Mao sangat marah ketika mengetahui kepalanya terluka parah karena serangan
Yu Siang, Hong Mao harus membalas dendam atas apa yang baru saja dilakukan Yu Siang.
__ADS_1
Tubuh Hong Mao mulai diselimuti oleh kilatan merah seperti darah, selain itu warna kulit Hong Mao juga berubah menjadi merah seperti darah.