LEGENDA RATU TERKAYA

LEGENDA RATU TERKAYA
407. JURUS JARI DEWA.


__ADS_3

Dari sini saja dapat terlihat bahwa Hong Mao menggunakan teknik terlarang Thunder Spirit of Life untuk menghadapi


Yu Siang.


“Brat, aku akan membunuhmu” Hong Mao berkata jika dia akan membunuh Yu Siang, Yu Siang harus benar-benar membayar apa yang terjadi padanya.


“Jangan hanya banyak bicara, tunjukkan padaku kekuatan yang kau miliki”


Yu Siang menyuruh Hong Mao untuk tidak banyak bicara, Yu Siang membenci orang yang banyak bicara tapi tidak memiliki kekuatan.


Hong Mao semakin membenci Yu Siang, dia merasa bahwa gadis kecil ini sangat menyebalkan dan sangat tidak tahu malu pada dirinya sendiri, sebenar nya terbalik, seharus nya Hong mao yang tidak tahu malu, sudah pakai senjata masih kalah sama gadis kecil.


“Wush …” Hong Mao melesat ke arah


Yu Siang, dia mulai mengulurkan tangannya ke leher Yu Siang.


Tangan Hong Mao saat ini disambar petir, tangan Hong Mao kini seperti pisau yang bisa memotong apapun yang dipegangnya.


“Jurus pedang Angin Langit” Yu Siang menggunakan teknik jurus pedang Angin Langit untuk menyerang Hong Mao yang sedang menuju ke arahnya tanpa pedang.


Angin yang sangat kencang menyembur keluar dari tangan Yu Siang, angin yang sangat tajam ini langsung menghempaskan Hong Mao yang berniat mencelakai Yu Siang.


“Argghh” lagi-lagi Hong Mao diterbangkan dengan cukup keras dengan tubuh di penuhi sayatan seperti pedang tajam.


Nasib Hong Mao benar-benar sangat buruk, dia telah diperlakukan seperti ini dua kali oleh Yu Siang, rupanya si gadis hanya menggunakan sedikit tenaga, agar musuh tidak lekas mati.


“Batuk …” Hong Mao memuntahkan seteguk darah, angin yang menerpa tubuhnya begitu kuat sehingga membuat organ dalamnya sedikit bergeser.


“Kekuatan gadis kecil ini benar-benar tidak masuk akal sama sekali, bagaimana orang ini bisa memiliki kekuatan seperti itu di usia yang begitu muda?”


Hong Mao bingung dengan kekuatan yang ditunjukkan oleh Yu Siang, kekuatan yang dimiliki oleh Yu Siang benar-benar tidak normal.


Jika terus seperti ini Hong Mao tidak akan bisa menang melawan Yu Siang, Hong Mao juga hanya punya sedikit waktu untuk menggunakan Thunder Spirit of Life, dia seharusnya tidak membuang waktu lagi.


“Aku akan mencoba untuk mengakhiri ini hanya dengan satu serangan.” Hong Mao memutuskan untuk mengakhiri ini hanya dengan satu serangan.


Hong Mao bangkit dari tanah, dia menuju kembali ke tempat Yu Siang berada.


Setelah tiba di dekat Yu Siang, Hong Mao mulai membuat gerakan tangan yang sangat aneh.


Yu Siang melihat bahwa Hong Mao masih belum menyerah saat melawannya, orang tua ini masih bersikeras untuk melawannya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Hong Mao selesai membuat gerakan tangan yang aneh, “Jurus Pedang Guntur Surga” Hong Mao mulai mengangkat dua jarinya ke arah langit,


ketika Hong Mao melakukan ini, kilat merah mulai berkumpul di atas kedua jarinya.


Petir mulai berkumpul dan membentuk pedang, ukuran pedang ini bertambah setiap detiknya.


Hanya dalam beberapa napas, pedang yang terbuat dari petir merah itu menjadi sangat besar.


Pedang ini setidaknya memiliki panjang beberapa kilometer dan diameter beberapa ratus meter.


Pedang ini terbuat dari puluhan juga hingga ratusan sambaran petir, jika untuk meledakkan kekuatannya pasti akan kehancuran yang mengerikan sekali, ini seperti bom nuklir yang bisa meledak kapan saja.


“Brat, mari kita lihat apakah kamu bisa melawan teknik terkuat yang kumiliki ini, hahaha”


Hong Mao tertawa terbahak-bahak, begitu Yu Siang terkena serangan ini, sudah pasti Yu Siang akan berubah menjadi abu.


Melihat serangan Hong Mao yang terlihat begitu kuat, Yu Siang memutuskan untuk naik lebih tinggi ke langit, mulai membuat gerakan di atas langit.


“Mau lari kemana. Aku tidak akan membiarkanmu kabur.” Melihat Yu Siang berusaha kabur, Hong Mao langsung membidik tubuh Yu Siang menggunakan Heaven Thunder Sword.


Heaven Thunder Sword segera bergegas menuju Yu Siang, pedang super besar ini menargetkan Yu Siang yang berada di atas langit.


“Jurus jari telapak dewa” Yu Siang menggunakan jurus ini untuk menangkis serangan Heaven Thunder Sword yang menuju ke arahnya.


Dari balik awan muncul telapak tangan raksasa dengan dua jari terbuka, telapak tangan raksasa ini mulai turun ke arah Heaven Thunder Sword.


Heaven Thunder Sword dan


Jari dewa semakin dekat satu sama lain, segera dua serangan super kuat ini akan bertabrakan.


“boom”, Tabrakan itu benar-benar tidak dapat dihindari, dampak yang sangat kuat dapat dirasakan oleh semua orang dalam radius beberapa ratus mil dari tempat ini.


Kultivator yang tak terhitung jumlahnya terpesona oleh dampak kekuatan yang dihasilkan oleh Heaven Thunder Sword dan Jari Dewa ini.


“Gahh”, Hong Mao mencoba mempertahankan Heaven Thunder Sword yang dia gunakan, Hong Mao tidak ingin Heaven Thunder Sword kalah melawan teknik JARI DEWA milik Yu Siang.


“Crack.., Crack.., Crack..”, Heaven Thunder Sword yang digunakan oleh Hong Mao mulai terkikis, dapat dilihat bahwa Heaven Thunder Sword mulai pecah di tangan JARI DEWA yang sangat kuat.


“Retak”, Heaven Thunder Sword hancur di bawah kekuatan JARI DEWA.


Ketika Heaven Thunder Sword hancur, tidak ada lagi yang menghalangi

__ADS_1


JARI DEWA yang terus turun menebas Hong Mao.


“Arghh, tidak”, teriak Hong Mao cukup keras, berusaha melepaskan diri dari serangan JARI DEWA, sayang sekali Hong Mao tidak bisa melakukan itu karena dia tidak memiliki kekuatan untuk melakukan itu.


“Boom …” TUBUH Hong Mao terkena serangan JARI DEWA, ledakan yang sangat kuat terjadi di tempat ini.


Ledakan ini membuat gempa bumi yang sangat kuat, gempa yang dihasilkan oleh JARI DEWA, dapat dirasakan oleh setiap daerah di Tanah Suci Kunlun.


Hong Mao yang terkena teknik


JARI DEWA pasti akan mati, tidak mungkin Hong Mao bisa menahan serangan sekuat itu.


Sekarang Hong Mao sudah mati, sekarang tinggal mengurus Hong Duyun.


Dari awal hingga akhir, Hong Duyun hanya melihat pertempuran yang dilakukan Hong Mao dan Yu Siang, dia tidak membantu Hong Mao yang terlihat kesulitan saat melawan Yu Siang.


Meskipun Hong Duyun benar-benar percaya bahwa Hong Mao dapat menangani Yu Siang, dia tidak berharap Hong Mao mati di tangan Yu Siang.


“Sekarang kamu tinggal sendiri, apa yang akan kamu lakukan sekarang?”


Yu Siang berkata kepada Hong Duyun,


Yu Siang ingin tahu apa yang akan dilakukan Hong Duyun sekarang.


“Cih, sepertinya aku tidak punya kesempatan untuk menang.” Hong Duyun merasa bahwa dia tidak memiliki kesempatan untuk menang melawan


Yu Siang dan sekutunya.


“Jadi kamu memutuskan untuk menyerah?” Yu Siang berkata kepada Hong Duyun.


“Hidup dan matiku ada di Sekte ini, karena aku tidak memiliki kesempatan untuk menang melawan kalian semua, maka aku akan mencoba membawa sebagian dari kalian bersama kami ke alam baka.”


Hong Duyun berkata kepada Yu Siang bahwa dia akan membawa beberapa orang di sini bersamanya ke pemakaman.


“Hah?, apa yang kamu bicarakan?, aku tidak mengerti sama sekali.”


Yu Siang tidak mengerti apa yang Hong Duyun bicarakan, mungkin Hong Duyun gila karena Gerbang Sekte Keabadian telah dihancurkan.


“Kalian semua yang berada di tempat ini harus segera tahu apa yang saya maksud.” Hong Duyun berkata bahwa Yu Siang dan semua orang di tempat ini akan tahu apa yang baru saja dia katakan.


Yu Siang dan semua orang di tempat ini semakin ingin tahu tentang apa yang akan dilakukan Hong Duyun, mereka semua ingin tahu apa yang akan dilakukan Hong Duyun.

__ADS_1


__ADS_2